Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini1014
Kemarin1467
Minggu Ini6625
Bulan Ini24020
Total Pengunjung1170367

IP Kamu 34.204.176.189 Friday, 20 September 2019

Guests : 27 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI APRIL 2019)
 
RUKO PASAR MANDIRI LANTAI 2 BENGKEL MOBIL NEW MAJU JAYA
 BLOK M4C NO 32C-32D SEBELUM APATERMEN THE SUMMIT
KELAPA GADING - JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

Seri Ke Panitiaan

PANITIA HARI KIAMAT

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

Kiamat adalah event besar yang akan segera digelar oleh Sang Pengendali kehidupan. Peristiwanya tidak ditunda sedetikpun, masih on scedule dan on time. Kisahnya akan bergulir sesuai dengan waktu kekekalannya Tuhan dan  tidak satupun yang mampu memprediksinya baik cenayang, tukang ramal, tokoh theologia, Pendeta dan ahli sorga sekalipun. Semua yang mencoba merekayasa ketepatan kiamat dianggapnya dungu tanpa pengertian, mereka Cuma pembohong yang memproduksi berita hoak yang tidak perlu dishare kemana-mana karena melanggar undang-undang IT (informasi teknoglogi) sorgawi.

Kiamat mendatangkan kengerian massal, orang mati ketakutan (Luk 21:26), musim yang tidak bersahabat (Mat 24:20), planet bumi  luluh lantak oleh curahan murka Allah (wahy 6), unsur-unsur dunia dibumihanguskan oleh api ( 2 Petr 3:10). Tidak ada kalimat yang tepat untuk menggambarkan secara detil akan runtuhnya peradaban species manusia dan makluk lainnya di bumi ini. Semuanya terjadi tidak secara kebetulan melainkan sudah disetting sebelum dunia ini diciptakan. Babak demi babak sudah disingkapkan secara tersembunyi dari pemandangan orang fasik. Runtunannya jelas  tersingkap, detil-detilnya rapi terbuka jelas dalam penglihatan orang-orang bijak. Namun di hari akhir masa pencurahan cawan murka Allah akan ditayangkan secara on air agar semua mata nanar terbelalak menyaksikannya (Wah 1:7)

Bagi mereka yang memiliki deposit spirit memahami karya Sang Pencipta yang akan segera mengakhiri planet bumi dan segala isinya. Semua itu membuatnya tertunduk hormat, gemetar seraya takut Allah menyelimuti seluruh eksistensi dirinya. Mereka ini orang-orang yang belajar hidup dan bertindak on the track sesuai kebenaran Allah. Tidak menjadi arogan melainkan rendah hati, bertutur kata santun, ramah dan tangannya ringan dalam menolong sesama. Baginya hidup adalah kesempatan mencari perkenanan Allah dan menjadi berkat selagi ada kesempatan karena cepat atau lambat orang-orang ini sadar kiamat akan segera menjemput baik kematian maupun malapetaka bagi dunia ini.

Namun berbeda bagi mereka yang tergolong orang-orang yang defisit spirit. Mereka termasuk orang  yang sok agamawi, kelakuannya tambah bejat, bangsat bermuka jutek yang selalu rempong kemanapun pergi selalu menjadi trouble maker.  Baginya halal dan haram sama saja yang penting kekuasaan adalah segalanya. Jika kelompok ini menjadi hakim vonisnya ngawur, tidak adil sama sekali, hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Bila menjadi pemimpin maka didapati janji-janjinya kosong melompong, suaranya bagaikan canang yang bergemerincing. Keputusan yang diambil selalu berangkat dari kebodohannya sehingga menyengsarakan rakyat banyak.  Orang-orang inilah yang akan menjadi bahan bakar api neraka karena sudah dirasuk iblis dan setan, dan ini terbukti dari kelakuannya yang jahat. Mereka baru sadar kiamat membawa kecemasan luar biasa yang membuatnya mati berdiri dan penyesalan sampai dalam kekekalan.  

Peristiwa yang mengerikan itu menjadi musibah yang dasyat bagi orang yang tidak percaya Tuhan melainkan sebaliknya anugerah bagi orang-orang yang tinggal dalam Kristus (Rom 8:1). Daniel sendiri berkata :  Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya (Daniel 12:3). Happy endingnya dari hari besar ini adalah   … dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa! (Fil 2:10-11).

Sekalipun kiamat disinyalir sebagai balas dendamnya Tuhan untuk kejahatan yang sudah over load namun demikian Ia masih memiliki hati yang penuh belas kasihan. Ia meminimais kebinasaan orang-orang fasik. Allah tidak ingin mereka mati kafir melainkan dapat diselamatkan karena pertobatannya (Yeh 33:11). Karena belas kasihan inilah Allah memilih panitia khusus dalam menyelamatkan orang-orang di hari Penghakiman dunia ini. Kepanitiaan ini diisi oleh orang-orang dalam kerajaan Allah dan khusus bangsa pilihan yakni Israel. Ia bekerja dengan orang yang sudah dipilihnya dan bangsa istimewa yakni biji mataNya sebagai peran utamanya dan peran pembantunya Amerika, China, Eropa dan Rusia sementara bangsa-bangsa lain seperti Arab, Asia dan lainnya hanya figuran saja. Untuk skenario perang dunia ketiga yang sudah disetting oleh Alkitab akan dibahas secara khusus. Tulisan ini hanya berbicara soal personal bukan komunal.

Di  zaman purbakala hati Allah sangat pilu oleh kecenderungan hati manusia yang selalu berbuat jahat (Kej 6:5). Allah sendiri terheran-heran menciptakan manusia yang mulia menjadi bobrok, seolah-olah ciptaanNya merupakan produk gagal sehingga Ia ingin segera membinasakan mereka melalui air bah. Sebelum Dia bertindak menghancurkan semuanya maka Ia memilih Nuh dan keluarganya untuk membuat bahtera (Kej 6:14-16). Allah tidak ingin dipersalahkan siapapun baik dalam kekekalan maupun dalam kefanaan bertindak tanpa memberi kesempatan orang bertobat. Iblis tidak berhak mendakwa karena memang didapati Allah tidak pernah salah dalam menghukum manusia berdosa yang sudah diberi informasi, dikonfirmasi akan kebenaran bahkan berulang-ulang oleh orang-orang pilihan sebagai panitianya dalam mewartakan keselamatan. Jika mereka menolak maka iblis berhak mendapatkannya.  

Panitia kecil ini mulai menyiarkan misio Dei yakni misi Tuhan dengan pemberitaan keselamatan supaya orang-orang masuk ke dalam bahtera. Namun demikian sesuai waktu yang sudah ditentukan, tidak ada satupun yang mau bertobat. Allah tetap melaksanakan keputusanNya mengakhiri semua yang bernafas dengan air bah yang maha dasyat selama 40 hari 40 malam hujan turun tanpa henti bagaikan tsunami yang datang dari langit (Kej 7:4). Kepanitiaan mungil yang dibentuk Tuhan seolah-olah gagal karena tidak ada satupun yang diselamatkan namun dalam kekekalan Allah settingannya bukan untuk orang-orang durhaka pada jaman purba melainkan jangka panjang yakni menyelamatkan generasi orang-orang benar.

Mesin waktu sejak air bah sudah mulai bergerak dengan informasi hari-hari akhir di era digital kelak, akan diluluhlantakkan bukan dengan air bah (kej 9:11) melainkan dengan api yang menyala-nyala (2 Petr 3:10). Atmosfer spirit  sebelum air bah di waktu Nuh hidup akan terulang lagi menjelang kedatangan Tuhan demikian yang diungkapkan oleh Yesus kristus sendiri dalam kotbah akhir zamannya (Mat 24:37-39). Memang realitas demikian dan ekosistem yang ada seantero negeri persis di zaman sebelum air bah yakni kawin mengawinkan. Istilah ini menunjukkan sebuah perzinahan yang luar biasa, sexualitas yang menjijikkan. Makan bukan lagi untuk hidup melainkan hidup untuk makan karakternya gelojoh, serakah tidak peduli haram disantapnya yang membuat hati Tuhan berduka. Alkitab menggambarkan mereka orang-orang bajingan yang kemasukan nafsu rakus sehingga ditimpa malapetaka karena tamparan Tuhan (Bil 11:4,33). Yesus sendiri mengakui manifestasi ekosistem

Kisah yang mendukakan hati Tuhan diungkapkan kembali dalam kehidupan kota yang penuh maksiat dimana homo sex, lesbian dan perkawinan sejenis meraja lela di kota. Kota yang kejahatannya sudah sampai ke langit memaksa Tuhan turun untuk menjungkirbalikkan kota Sodom dan Gomora (Kej 19:24). Allah masih saja punya hati untuk menyelamatkan bangsa yang sudah bebal, auban dan keras kepala ini dengan mengajak Abraham berbincang akan rencanaNya menghabisi kota Sodom Gomora. Abraham yang memiliki hati sekelas Tuhan menawar jangan sampai murka Tuhan membuat orang benar dan orang berdosa mati bersama-sama terpanggang oleh api dan belerang dari langit. Maka Abraham mulai tawar menawar dengan Allah jika ada lima puluh orang benar  adakah Allah juga menghancurkan kota itu? Ternyata tidak ada, turun empat puluh, bergulir terus sampai lima orang benar tidak ditemukan sama sekali! Kesimpulannya kota itu memang layak dijungkibalikkan oleh api dan belerang (Kej 18:23-28).

Betapa pentingnya kedudukan orang-orang benar di dalam kota. Jumlahnya dapat menghambat pembantaian secara massal dari Allah. Jika tidak ada orang benar dalam kota maka Allah akan mengganggap penduduk di dalamnya hanya jelmaan setan yang layak dihancurkan. Untuk itu setiap orang harus berlaku benar dan tahu menghormati Tuhan. Orang benar bagaikan perisai yang melindungi dari murka Tuhan. Kisah kota Sodom dan Gomora tidak ada ubahnya dengan keadaan kota-kota besar dunia di era zaman now. Dimana perkawinan sejenis, homo  sexsual  dan lesbianisme serta kejahatan yang merebak di ambang batas memenuhi  pelosok negeri. Kota tidak lagi dipenuhi kemuliaan Allah melainkan kenajisan yang sangat menjijikkan di mata Tuhan sehingga membuatnya Ia memalingkan muka karena mataNya terlalu suci untuk melihat kenajisan.   

Kota metropolitan yang mengagumkan yang didirikan Nimrod dengan penduduk 120.000 jiwa berada dalam ancaman Tuhan karena tidak bisa membedakan tangan kanan dan tangan kirinya (Yunus 4:11). Biasanya tangan kanan berfungsi untuk melakukan banyak hal yang baik sementara tangan kiri bisa membantunya. Tangan kanan untuk memberi hormat, berjabat tangan dan masih banyak lagi. Kota Niniwe dihuni oleh penduduk yang tidak tahu sopan santun, dan tidak bisa membedakan yang baik dan buruk serta tidak menghormati Allah. Mereka disinyalir selalu memiliki kecendurungan hati yang jahat dan bodoh seperti banyaknya ternak yang mereka miliki.  Kota ini didirikan oleh Nimrod pendirinya, yang memang kurang ajar dengan melawan Tuhan. Nimrod inilah yang penuh kesombongan mendirikan Babel, kota pertama yang dijungkirbalikkan oleh Tuhan, dan usai kegagalannya membangun menara Babel ia mendirikan kota Niniwe  (Kej 10:11).

Namun Tuhan tidak membabi buta bila ingin menjungkirbalikkan sebuah kota. Ia masih melihat potensi orang-orang tersebut bertobat dari kelakuannya.  Dari hati yang penuh belas kasihan untuk orang-orang jahat inilah Tuhan memerintahkan Yunus untuk mewartakan misi dari Allah supaya mereka bertobat. Yunus tahu pasti atmosfer Niniwe yang penuh kejahatan. Ia berpikir sebagai juru bicara Allah yang tunggal akan mengalami reaksi keras dari penduduk yang akan marah besar. Yunus berpikir dan memvonis diri bisa pulang tinggal nama saja maka ia mengambil keputusan lari meninggalkan panggilan Tuhan untuk memberitakan misi Tuhan (Yun 1:3).

Tuhan memberi disiplin yang keras terhadap Yunus dengan mengirimkan badai dan membiarkan ikan menelannya (Yun 1:17). Yunus bertobat dan tidak bisa lari dari tanggungjawabnya melakukan pewartaan pertobatan untuk kota di Siria tersebut. Tuhan melakukan mujizat dengan memerintahkan ikan untuk memuntahkan Yunus (Yun 2:10) tanpa lecet ataupun terluka sedikitpun supaya Yunus dapat kembali memenuhi panggilannya. Sesudah pertobatannya Yunus tetap melaksanakan tugasnya memperingatkan kota Niniwe dengan kotbah singkatnya : "Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan (Yun 3:4). Namun apa yang terjadi, rupanya kotbah singkatnya berhasil.  Seluruh penduduk kota dari raja sampai masyarakat awam memberi respon positip dengan, bertobat dan berpuasa termasuk ternaknya dan ini dilakukan berskala nasional  Allah mengurungkan niatnya dalam menghancurkan Niniwe (Yunus 3:5-8).  Peristiwa ini sangat istimewa sehingga Yesus menceritakan kembali pertobatan Niniwe sebagai tanda peringatan di akhir jaman (Mat 12:41). Dibutuhkan pertobatan skala nasional karena kota banyak dihuni oleh orang yang tidak tahu membedakan mana tangan kanan dan tangan kiri.

Allah selalu memilih orang terpilih sebagai anggota Panitia untuk menyelamatkan kehancuran suatu bangsa. Ketika kemarahan Allah memuncak karena kedegilan hati  umat pilihanNya yakni Israel, Ia akan segera menghapus bangsa ini dari muka bumi. Sebelum Dia bertindak maka Ia memilih Musa untuk diajak berdialog. Reaksi Musa terhadap keinginan Tuhan itu membuatnya rendah hati karena ia memiliki hati sekelas Tuhan sendiri. Ia bermohon kepada Allah : “Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu -- dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kau tulis." (Kel 32:32). Musa berhasil menyelamatkan dari kehancuran dengan dihapusnya generasi Israel karena Musa dengan usahanya yang sungguh-sungguh melunakkan hati Tuhan

Di akhir jaman ini Tuhan akan memilih orang-orang sebagai anggota Panitia hari kiamat dengan membangun bahtera keselamatan. Kehadiran Yesus Kristus di bumi untuk pertama kalinya di dahului oleh Yohanes Pembaptis sebagai humasnya untuk mempersiapkan juru bicaranya Tuhan (Kis ras 13:24). Demikian juga untuk kedatangan Tuhan yang kedua kali mengawali dan mengakhiri kiamat dunia ini, Ia memilih ekklesia yakni umat tebusan yang telah menerima percikan darah dari Kalvari untuk menjadi pewarta pertobatan bagi dunia. Hal ini penting karena targetnya jelas untuk meminimais orang-orang mati kafir. Siap atau tidak siap kiamat pasti datang menjemput tanpa permisi dulu.  Untuk kita mengantisipasi datangnya hari malapetaka besar maka yang terbaik, terlibat langsung dalam kepanitiaan agar terhindar dari malapetaka.  

Pertama mengubah status diri menjadi anak Allah (Yoh 1:12), sehingga kita layak menyebut Allah sebagai Bapa (Mat 23:9). Bukan menjadi rahasia lagi dimana Bapa bersemayam disanalah anak-anaknya tinggal. Orang-orang yang dipanggil menjadi anak-anak Allah telah ditetapkan untuk ditimpa murka bersama dunia ini (1 Tes 5:9). Namun demikian jangan pernah sekedar menjadi anak kesayangan Tuhan melainkan anak kesukaan (Yermia 31:20). Anak kesayangan hanya bisa menuntut tanpa melakukan tanggung jawab dan Yesus memberikan contoh sebagai anak yang terhilang yang bisanya menghambur-hamburkan harta bapaknya sampai titik kesadaran karena mau mati kelaparan (Luk 15:17). Menjadi anak-anak yang dewasa dalam pola pikir dan tindakan yang menyenangkan dan selalu mencari perkenanan Bapa di sorga.

            Hal kedua menjadi orang yang selalu berada dalam lingkaran orang dalam Kristus (Rom 8:1). Mereka yang terhisap ini menjadi lingkaran ring pertama adalah orang-orang yang menerima tebusan darah Kristus yang bukan hanya menyebut  Tuhan-Tuhan melainkan melakukan kehendak Bapa di Sorga (Mat 7:21). Yesus mengungkapkan kehendak Bapa : Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.(Yoh 6:39). Keinginan Bapa menyelamatkan jiwa-jiwa merupakan sebuah beban yang harus dimiliki oleh orang percaya. Dengan mewartakan kebenaran Allah maka urusan bertobat dan tidaknya adalah peran Roh Kudus sehingga ketika kita melihat hasil akhir tidak akan menjadi sombong jika berhasil dan tidak lemah jika mengalami kegagalan. Yesus sendiri mengatakan dengan jelas : “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."(Yoh 6:29)

Hal ketiga ketika seseorang ingin masuk menjadi panitia hari kiamat adalah menjalin hubungan yang intim dengan Sang Empunya Hidup. Keintiman inilah yang membuat Tuhan menginformasikan seluruh rencanaNya bagi orang-orang yang dekat kepadaNya. Pemazmur mengatakan : “ TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka (Maz 25:14). Yesus memperjelas kepada para muridNya mereka adalah orang-orang yang mengetahui rahasia kerajaan. Yesus berkata : "Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, (Mark 4:11). Allah Sang Pencipta akan selalu memberikan informasi detil-detil rencanaNya kepada para nabinya, Amos berkata : “Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi (Amos 3:7). Selamat masuklah dalam Panitia hari kiamat, ikuti standar Operasional Prosedurnya Tuhan. Amin hambaNya This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

 

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.