Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini1221
Kemarin1126
Minggu Ini1221
Bulan Ini21140
Total Pengunjung868579

IP Kamu 54.90.185.120 Monday, 19 November 2018

Guests : 9 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

KIAMAT DI AMBANG PINTU

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

Seri :  KIAMAT DIAMBANG PINTU

 

Menganalisa secara detil kata kiamat tidak akan pernah dijumpai satu kalipun diseluruh Alkitab baik Perjanjian lama  maupun Perjanjian Baru. Hal ini bukan berarti kiamat tidak alkitabiah atau ajaran bidat yang menyesatkan dan tidak theologis.  Kita perlu bijak bahwa tidak semua yang tidak tertulis dalam Alkitab bukan berarti tidak berjalan dalam koridor kebenaran Allah. Lihat saja kata Trinitas atau Tritunggal? Sama sekali tidak ada diseluruh pasal dalam kitab suci. Apakah kita berani mengklaim Trinitas tidak Alkitabiah? Belum lagi Natal yang sama sekali tidak pernah muncul bahkan Yesus sendiri tidak pernah memerintahkan untuk memperingati hari kelahiranNya. Apakah semua gereja yang merayakan Natal adalah bidat, sesat? Tidak bukan? Demikian juga kiamat tidak pernah tertulis dalam Alkitab namun peristiwanya disebutkan dengan jelas babak demi babak secara rinci sebab Allah yang memegang remote control-nya dunia ini.

Konsep kiamat yang sebenarnya sangat alkitabiah, ilmiah dan theologis bila dipandang dengan kaca mata kerendahan hati bukan berangkat dari arogansi diri. Jika seseorang sudah terlebih dahulu apreori maka akan skeptis dalam memandang kebenaran apapun, akibatnya akan mudah menjastifikasi dan underistimate terhadap orang lain seolah-olah sesat! Mereka yang berkata kiamat bukan berasal dari konsep Alkitab perlu mengkaji ulang theologianya. Jangan pernah mengambil konsep duniawi dan mengklaim itu tidak alkitabiah. Alkitab sendiri bertaburan istilah-istilah yang dipakai dalam dunia kafir dan terhisab dalam kebenaran untuk menggenapi rencana Tuhan.

Jika dapat dianalogikan kebenaran kiamat dalam Alkitab seperti sebuah perjalanan dari Jakarta ke bandung anggap saja 150 km. Alkitab mengungkapkan secara rinci perjalanan dari Jakarta, lewat jalan tol, bekasi, terus cipularang sampai ke Bandung. Analogi Jakarta Bandung adalah sebuah kebenaran mutlak yang Alkitab ungkapkan secara detil dari nol kilometer sampai seratus lima puluh kilo meter. Jika ada orang mengaku tahu hanya Kota Bandung dan membuat sebuah kebenaran bahwa Bandung adalah kebenaran miliknya yang sudah ditemukan dan kemudian menjadikannya sebuah dokma, itu sebuah kebodohan.  Orang tidak bisa mengklaim itu diluar Alkitab karena kebenaran di dalamnya sudah memiliki standar secara jelas dari nol kilometer sampai seratus lima puluh kilo meter.

Alkitab berbicara kiamat yang merupakan kehancuran dunia ini dan usai itu ada penghakiman untuk semua orang dan itu benar seratus persen. Namun untuk mengarah kesana ada banyak hal yang merupakan runtunannya seperti tanda-tanda kedatanganNya, dimana pohon Zaitun itu harus bertunas, masa-masa tribulasi, rapture, second coming, gog dan magog, kehancuran dunia ini, bumi baru dan langit baru, kerajaan seribu tahun. Kebenaran kehancuran dunia ini yang diungkapkan Petrus dalam 2 Petrus 3:10 yang mengatakan :

 

…. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat

dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api,

dan bumi dan segala yang ada di atasnya

 akan hilang lenyap.

 

Kebenaran panjang lebar yang Petrus ungkapkan hanya diambil sepenggal oleh orang dunia yang menyebutnya satu kata kiamat! Jika dianalogikan masakan maka mereka menambahkan bumbu-bumbu yang mereka sedap dan enak namun demikian tidak sesuai dengan resep yang ada. Sementara masakan “kiamat” yang Alkitab sudah ditulis resepnya dengan cara-cara memasaknya dan kemudian siap disajikan menjadi olahan yang komplit tinggal  dinikmati umat diseluruh bumi. Bagi yang defisit spirit maka hidangan itu bagaikan sianida yang membunuhnya secara massal dan menghantarkannya dalam kebinasaan sementara bagi mereka yang deposit spirit yakni orang-orang yang tinggal dalam Kristus, hidangan itu akan menjadi hidangan yang lezat beraroma Illahi yang menghantarkannya ke dalam kendaraan yang menuju kekekalan sorgawi.

Kelak semua akan terbukti nyata bahwa karya Allah tidak akan pernah meleset seincipun, detil-detilnya jelas. Nubuat yang sudah disampaikan akan digenapi dengan segera sehingga bisa dibuktikan secara ilmiah, theologis, geografis dan arkheologis seratus persen ya dan amin. Itupun jika kita berpikir Theosentris bukan  egosentris apalagi apatis! Kiamat adalah kisah cerita paling terakhir dari runtunan kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kali (Kis Rs 1:11) sementara episode-episode sebelumnya terlalu panjang untuk disimak dan dicermati dan itu hanya ada dalam Alkitab dan tidak ada di kitab suci manapun.

Memang harus diakui  bahwa istilah kiamat menjadi terdegradasi di lingkungan gereja karena gencarnya pengajaran second coming yang merupakan istilah paling populer dan sudah dikenal oleh jemaat karena banyak diperdengarkan oleh Para Pembicara dan hamba Tuhan dalam kotbah dan seminar-seminar akhir zaman. Namun kiamat yang identik hari akhir atau kehancuran dunia ini sudah banyak dilupakan orang dan tidak diperdengarkan di gereja-gereja. Orang lebih terobsesi dengan rapture, dan sibuk soal tribulasi, debat soal kerajaan seribu tahun dan melayang panjang merindukan langit baru dan bumi yang baru.  

Dalam kamus Peter Salim arti kiamat (1) kiamat adalah kebangkitan kembali sesudah mati (orang telah mati dihidupkan kembali untuk diadili perbuatannya. (2) hari akhir zaman (3) Kisah celaka sekali, bencana besar, berakhir (4) berakhir. Kiamat kubra yaitu kiamat kecil yaitu  kematian tiap-tiap orang sejak dahulu kala hingga kiamat kubra.   Kamus kontemporer ini tidak beda jauh dari kamus bahasa Indonesia hanya lebih lengkap. Dalam bahasa Inggris kata kiamat juga dapat diartikan apokalipse yang memiliki arti yang penyingkapan diri Tuhan yang ditulis Rasul Yahya di bagian akhir Alkitab.  Dalam bahasa Yunani kata ini diterjemahkan dari kata apokalypse yang digunakan untuk penyingkapan paling terakhir. Kiamat juga dapat diterjemahkan domsday yang memiliki arti  2 hal,  dalam iman kristen percaya pada hari penghakiman dan yang kedua adalah waktu krisis atau bahaya besar.

Dilihat dari Etimologi kata kiamat maka dapat dipahami bahwa seluruh arti dari kiamat dapat disimpulkan dengan dua hal yang mendasar dari seluruh pengajaran agama samawi. Pertama kiamat berarti kebangkitan orang mati yang dilanjutkan dengan penghakiman dan yang kedua adalah penyingkapan akan hari-hari terakhir dalam kondisi yang tidak terkondisi yakni kehancuran dunia ini. Kerusakan permanen  ini bisa diungkapkan dengan bahasa kehancuran besar, ketakutan yang dasyat serta kengerian secara massal. Alkitab sendiri mencatat hancurnya unsur-unsur dunia ini (2 Petr 3:10)  

Alkitab dengan jelas-jelas secara gamblang mengajarkan apa artinya kebangkitan dari orang mati dan penghakiman. Alkitab mencatat dengan jelas bahwa : “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi (Ibr 9:27). Setiap orang akan mengalami kematian. Anak muda bisa mati, orang tua wajib mati dan kakek nenek harus mati. Bila boleh diumpakan sebuah kalimat kematian bukanlah sebuah titik melainkan tanda baca koma yang berarti ada kelanjutannya yakni kebangkitan dan penghakiman. Selagi kita masih hidup itu belum mati, nanti kalau sudah di peti mati itu baru mati. Untuk itu kesempatan terima keselamatan dari Kristus Yesus masih terbuka lebar dan jangan pernah sia-siakan!

Bagi mereka yang tinggal dalam Kristus hanya akan mengalami kematian satu kali yakni kematian fisik. Setelah ajal menjemput maka malaikat menyambut dan menghantarkannya dalam kemuliaan bersama Bapa di Sorga dalam kehidupan kekal.  Yohanes mengatakan :  Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: "Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini." "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka."(Wah 14:13). Untuk itu kematian  orang percaya bukan sebuah perpisahan selama-lamanya melainkan perpisahan untuk sementara Yesus mengatakan bahwa kematian hanya sekedar tidur (Mat 9:24) dan akan bangun kembali. Daniel dengan jelas mencatat akan kiamat ini dengan istilah sederhana : “Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal (Daniel 12:2).

Bagi mereka yang menolak Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat akan mengalami kematian tiga kali yakni (1) kematian rohani (2) kematian secara jasmani) (3) kematian kekal alias binasa yang alkitab katakan sebagai kematian kedua (Wahyu 21:8). Sorga harus diselesaikan dengan iman bukan dengan perbuatan (Efe 2:8). Kematian merupakan kepastian sementara soal sorga adalah pilihan. Pilihan itu hanya ada dalam pribadi Yesus Kristus. Jika ada orang yang berani menjamin keselamatan seperti Yesus Kristus yang mati dan bangkit dan akan datang sebagai Hakim yang mengadili orang mati dan hidup maka sia-sialah iman Kristen. Masalahnya tidak ada!

Kata kebangkitan sendiri berasal dari kata Yunani a·naʹsta·sis yang berarti  dibangkitkan, dia dihidupkan kembali dari kematian sebagai orang yang sama ( 1 Korintus 15:12, 13). Kebangkitan ini fase dimana orang yang mati dibangkitkan dibawa ke dalam penghakiman. Pribadi yang menghakimi adalah Isa Almasih atau Yesus Kristus juga disebut Yosua Hamasia. Apapun namanya namun orangnya sama dan yang pasti bukan sekedar manusia biasa atau hanya nabi saja Dialah Tuhan Semesta langit . Ia  sendiri mengatakan :

 

"Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat

bersama-sama dengan Dia, ……… Lalu semua bangsa akan

dikumpulkan di hadapan-Nya  dan Ia akan memisahkan

mereka seorang dari pada seorang,

sama seperti gembala memisahkan

domba dari kambing …

(Mat 25:31-32)

 

Settingan Allah  untuk penghakiman ini  dilakukan oleh pribadi yang sudah ditentukan yakni Yesus Kristus  Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati (Kis ras 17:31). Informasi inipun ada dalam kebenaran kitab suci yang lain bahwa Isa Almasihlah yang akan menjadi hakim dunia ini. Kristus Yesus telah memberikan bukti secara konkrit bahwa Ia telah mati dan bangkit kembali. Namun ia tidak dihakimi melainkan menjadi Hakim yang adil. Hanya orang-orang saduki saja yang tidak mempercayai kebangkitan dari antara orang mati (Kis Ras 3:8).

Yohanes di Pulau Patmos dalam penglihatannya mengkisahkan soal kiamat yang sesungguhnya yakni penghakiman setiap orang, : “maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya (Wahy 20:13). Kebenaran ini bukan berarti mengajarkan bahwa perbuatan amal dan kebajikan itu menentukan pembebasan dihari penghakiman (baca kiamat) melainkan pertanggungan jawaban yang harus diberikan kepada Sang punya hidup. Kebaikan sebaik apapun tidak akan mampu menyogok Tuhan dalam penghakiman nanti. Dimata Allah semua kebaikan manusia bagaikan kain kotor yang menjijikkan (Yes 64:6)

Masa-masa kiamat akan membuat setiap orang nyalinya ciut, kisut seperti benang yang lemah lungkai. Seorang Pahlawan dan orang kuatpun tidak akan bertahan menghadapi tahta pengadilan Allah. Namun berbeda dengan orang-orang yang percaya Kristus  dan hidup bersamanya hari demi hari bahwa penghakiman itu bukan sebuah masalah yang berarti (I Yohanes  4:17) karena Hakim yang Adil adalah Tuhan dan Juru selamat dimana keintiman dan perkenanan merupakan hidangan setiap hari sehingga hari penghakiman setiap orang percaya dan hidup dalam kebenaran akan menerima upah yang besar.  Orang yang tidak mempercayai kiamat bukan berasal dari Alkitab berarti tidak percaya akan adanya penghakiman dan kebangkitan kembali. Jika demikian maka, …. Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka "marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati" (1 Kor 15:32).

Hal kedua etimologi dari kiamat adalah identik dengan kehancuran dunia ini. Allah mengerti pasti bahwa dunia ini tidak disetting untuk tempat tinggal selamanya bagi umat yang namanya manusia. Manusia adalah umat ciptaan yang paling mulia memang harus tinggal di tempat yang mulia. Tidak ada tempat yang mulia selain Sorga yang kekal. Di zaman dahulu ada Taman Eden dimana manusia yang makluk kebanggan Allah layak tinggal disana. Namun sejak skandal pemberontakan  Adam maka dunia ini sudah menjadi Taman Edan, tidak lagi menjadi tempat yang layak bagi umat ciptaan Allah. Dunia akan dihancurkan dan diganti dengan dunia yang baru (Wahy 21:1). Bumi baru dan langit yang baru ini dimana terdapat kebenaran (2 Petr 3:13).  Dunia ini tidak lagi terdapat kebenaran yang ada adalah kejahatan dan tipu muslihat dan mata Tuhan terlalu suci untuk memandangnya (Hab 1:13).

Kehancuran dunia ini merupakan manifestasi dendamnya Tuhan yakni pemusnahan secara massal dari Allah. Yoel mengungkapkan secara jelas :  “Wahai, hari itu! Sungguh, hari TUHAN sudah dekat, datangnya sebagai pemusnahan dari Yang Mahakuasa (Yoel 1:15), Yesaya juga mengatakan hal yang sama :  Merataplah, sebab hari TUHAN sudah dekat, datangnya sebagai pemusnahan dari Yang Mahakuasa (Yes 13:6). Peperangan yang sangat dasyat akan terjadi sebab Allah menggerakkan bangsa-bangsa yang akan melawan Israel. Israel yang menjadi pusat bumi (Yeh 38:12), dan akan membuat dunia pusing tujuh keliling memikirkannya (Zak 12:2). Bagaikan seorang dalang yang memainkan wayang-wayangnya maka Allah akan mempertontonkan lakon dunia ini dengan episode terakhir yakni kiamat dimana seluruh bangsa akan bangkit melawan Israel dengan senjata-senjata pemusnah massal. Namun yang pasti Allahnya Israel tidak akan berdiam diri akan bangkit melawan bangsa-bangsa. Kapan itu terjadi dan bangsa manakah yang digerakkan Tuhan ? tunggulah dalam artikel skenario perang dunia ketiga versi Alkitb. Namun ingat kiamat telah mengintip di depan pintu.

 

 

 



Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.