Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini901
Kemarin1683
Minggu Ini3956
Bulan Ini40409
Total Pengunjung1477542

IP Kamu 34.204.193.85 Wednesday, 27 May 2020

Guests : 16 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
Mulai  15 Maret 2020 ibadah di 
Fave Hotel Kelapa Gading 

Blok C-32, Jl. Raya Gading Indah No.8, RT.13/RW.18, Blok C-32,Klp. Gading Timur 

Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 1424 

Pada masa Pandemi covid-19 ibadah streaming di youtube, facebook, instagram

 
 
Gembala Sidang :
 
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

ALLAH JENDRAL COVID 19?

Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono

                 

Di Indonesia ini sumber kreatifitas, banyak orang merekayasa semua peristiwa bisa masuk ranah agama dan politik. Demikian juga covic 19 yang adalah penyakit menular,  bisa berujung kematian bila tidak tertangani dengan baik. Namun di Indonesia virus corona atau covid 19 dijadikan komoditas agama dan politik bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Menjadi komoditas politik dengan mengkritik pemerintah yang sudah bekerja dengan benar. Menekan pemerintah segera Lockdown artinya situasi yang melarang warga untuk masuk ke suatu tempat karena kondisi darurat. Lockdown juga bisa berarti negara yang menutup perbatasannya, agar tidak ada orang yang masuk atau keluar dari negaranya[1]. Jika sudah demikian maka yang paling menderita adalah orang-orang miskin yang kerja sehari hanya makan hari itu. Kekacauan akan dimana-mana dan sesudah terjadi demikian maka orang-orang yang tidak bertanggung jawab itu akan mudah menyalahkan pemerintahan yang sah. 

 Keputusan beberapa kepala daerah ada yang fatal bahkan menjadi penyebar virus karena membuat  orang berdesak-desakan mengular sepanjang jalan[2]. Padahal saat sekarang orang harus menjaga jarak "sosial distance" supaya tidak tertular. wabah yang mematikan ini. Coba bayangkan jika salah satu yang antri itu terpapar virus ini maka berapa banyak orang tertular? Ini bukan sebuah keputusan yang salah melainkan keputusan yang fatal. Lihat saja jarak orang antri di beberapa negara yang terkena virus minimal lencang depan tetapi di Indonesia terlalu berdembet-dembetan. 

Para tokoh agama berlomba-lomba mendefinisikan corona dengan tafsiran yang ngawur dan tidak jelas. Ada yang mengatakan bahwa covid 19  adalah tentaranya Allah[3] yang menuai pro dan kontra. Karena ceramah ini maka ahli Hukum di Saudi Kritik Penceramah yang Sebut Virus Corona Tentara Allah[4]. Tulisan ini tidak bermaksud mendompleng ketenaran supaya viral, tidak sama sekali hanya  terbeban memberi jawab[5]  akan kebenaran yang sesungguhnya. Mari kita analisa secara jernih model apakah Allah yang kita percayai. 

            Jika corona adalah tentaranya Allah maka itu berarti Allah adalah Jendralnya corona.  Itu sama juga mengatakan bahwa  di dalam diri Allah identik dengan gudang penyakit!  Jika demikian halnya maka yang pasti Ia tidak layak dipercayai.   Allah sejati pencipta langit dan bumi adalah Allah yang memberikan sebuah kehidupan yang tertata dalam rencana yang penuh kebahagiaan. Yermia berkata : "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan (Yerm 11:29)

                  Jika corona adalah tentaranya Allah itu berarti Allah menjadi jahat memusnahkan manusia dengan cara mengirimkan bala tentaraNya. Jika demikian integritas Allah tidak sesuai dengan ucapanNya karena Ia hadir selalu ingin menyelamatkan dan memberi kehidupan. lihatlah kehadiran Yesus yang merupakan gambar Allah yang bergerak. KehadiranNya tidak menghendaki orang sakit, kerasukan iblis dan segala yang buruk. Ia tampil sebagai penyembuh dan pemberi kehidupan yang sempurna. Lukas menuliskan " yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis , sebab Allah menyertai Dia (Kis 10:38)

                  Yesus hadir tidak menebar penyakit yang merupakan tentaranya malah justru sebaliknya Ia menghancurkannya. Memang harus dipahami penyakit malah justru tentaranya iblis karena selalu menyengsarakan manusia. Ketika Yesus melayani Ia melihat seorang yang bongkok sudah delapan belas tahun. Lihat apa yang Yesus ucapkan, Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?  (Luk 13:16).

                  Yesus Kristus mengingatkan bahwa ada hubungan antara penyakit dan iblis yang merupakan makluk supranatural. Makluk yang supranatural itu "iblis" merasuk atau manjing di dalam diri seseorang maka terjadilah penyakit. Allah yang hadir di dalam diri Yesus tidak menghendaki iblis terus menerus mengusai ibu tersebut maka Yesus melepaskannya sehingga mengalami kesembuhan. Yesus mengidentikkan penyakit dengan dosa, seorang yang lumpuh datang kepada Yesus meminta kesembuhan dan Yesus mengatakan secaa sederhana, Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--: "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat (Mark 2:10-12).

                  Orang harus menyadari bahwa dosa berakibat fatal bukan saja urusan dengan Tuhan dalam kebinasaan kelak melainkan juga selama di bumi dosa mendatangkan penyakit. walau tidak semua penyakit berasal dari dosa tetapi terkadang dosa pembawa bencana. lihat saja kasus Daud ketika berdosa menghitung pasukannya dengan kesombongannya (2 samuel 24:1-10). Nabi Gad sebagai utusan Tuhan mendatangi Daud untuk menerima upah dari kesombongannya, Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata kepadanya: "Akan datangkah menimpa engkau tiga tahun kelaparan di negerimu? Atau maukah engkau melarikan diri tiga bulan lamanya dari hadapan lawanmu, sedang mereka itu mengejar engkau? Atau, akan adakah tiga hari penyakit sampar di negerimu? Maka sekarang, pikirkanlah dan timbanglah, jawab apa yang harus kusampaikan kepada Yang mengutus aku." (2 sam 24:13)

                  Dampak pimpinan yang salah maka Tuhan menghukum rakyat dengan penyakit yang mengerikan, Jadi TUHAN mendatangkan penyakit sampar kepada orang Israel dari pagi hari sampai waktu yang ditetapkan, maka matilah h  dari antara bangsa itu, dari Dan sampai Bersyeba, tujuh puluh ribu orang (1 samuel 24:15). Allah sanggup mendatangkan apapun termasuk penyakit sekalipun penyakit pes, sampar, corona tetapi itu bukan merupakan tentaranya Tuhan melainkan sebuah peringatan. Namun dapat dipastikan bahwa Iblislah pembawa bencana,  biang kerok segala malapetaka  Yesus berkata : " Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan (Yoh 10:10)

                  Perlu disadari bahwa iblislah yang mencuri segala sesuatu yang baik yang Allah berikan. Pertama-tama Allah memberikan kesehatan maka iblis mencurinya dengan menyebar penyakit. Banyak orang kehilangan kesehatannya mereka mulai terkapar di rumah sakit atau di rumah. Orang yang terbaring dengan penyakit yang pasti kehilangan sukacita. Orang harus mengerti tujuan Yesus Kristus datang ke bumi ini supaya manusia bersukacita. Ia berkata : Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh (Yoh 15:11). Iblis tahu kebahagiaan yang berasal dari Tuhan adalah berdurasi panjang maka ia mencurinya dengan menyebar penyakit. 

                  Sesudah iblis menyebarkan penyakit maka ia membunuh karena virus-virus ini mematikan. Bagi iblis merupakan kebahagiaan bila orang mati karena bersama dia masuk dalam kebinasaan. Namun berbeda dengan Allah sejati Ia hadir memberi hidup dalam segala kelimpahan. kata kelimpahan dalam bahasa Yunaninya περισσὸν perisson yang memiliki arti hidup yang super berkualitas maupun kwantitas. Jika demikian maka integritas Allah dapat dibuktikan oleh karyaNya yang memberi kehidupan dan keselamatan. Ia layak disebut Allah sejati. Jika Allah memiliki bala tentara penyakit wabah yang mematikan berarti Dia adalah Allah kematian bukan Allah kehidupan. Mari kita berpikir jernih Allah model apakah yang kita percayai dan bagaimanakah sebenarnya tentara Allah? 

 

Siapakah tentaranya Allah?

 

            Alkitab jelas mencatat bahwa tentara Allah adalah bala malaikat sorga. Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." (Luk 2:13-14). Bala tentara Allah adalah malaikat yang menyambut kehadiran Yesus di bumi pada waktu itu. Allah mempertontonkan kemulianNya dengan mendatangkan malaikat sebagai bala tentaranya menyambut Jendral kerajaan Allah yang datang lahir ke bumi. 

                  Yakub berjumpa secara langsung dengan bala tentara Allah yakni para malaikat yang datang, Yakub melanjutkan perjalanannya, lalu bertemulah malaikat-malaikat Allah s  dengan dia Ketika Yakub melihat mereka, berkatalah ia: "Ini bala tentara Allah. " Sebab itu dinamainyalah tempat itu Mahanaim  (1 Samuel 32:1-2). Masih banyak lagi referensi Alkitab bahwa tentara Allah adalah malaikat-malaikatNya. Namun apakah fungsi malaikat tersebut? 

                  Pertama-tama fungsi malaikat yang merupakan tentara utusannya Tuhan adalah memberitahukan tentang segala sesuatu yang terjadi termasuk kelahiran Yesus Kristus. Gabriel memberitahukan kepada Maria bahwa ia akan hamil oleh karena Roh Kudus  (Luk 1:26). Malaikat ini juga memberitahukan segala sesuatu tentang berbagai bencana yang menimpa bumi ini. wahyu fasal 8 mencatat malaikat yang meniup sangkakal terjadi berbagai macam bencana baik gempa bumi, hujan es dan kematian dimana-mana. 

                  Malaikat juga berfungsi sebagai tentara yang memerangi kuasa gelap yang menghalangi doa. Daniel mengatakan : "Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia (Dan 10:13). Alkitab sabda menerangkan : Ketika Daniel berdoa dan berpuasa, suatu pertempuran rohani yang dahsyat sedang terjadi.

1) Pemimpin orang Persia menghalangi Daniel menerima berita Allah dari malaikat itu. Karena pertentangan ini, Daniel harus menunggu dua puluh satu hari untuk menerima penyataan itu. Pemimpin Persia ini bukan raja manusia, tetapi roh jahat dari kerajaan Iblis. Ia baru dikalahkan ketika malaikat Mikhael, pemimpin Israel (ayat Dan 10:21), datang menolong malaikat itu. Sekalipun kekuatan-kekuatan setan hendak menghalangi penerimaan penglihatan tentang Israel ini, pemimpin malaikat Israel ini (Dan 12:1) terbukti lebih kuat (bd. Wahy 12:7-12).

2) Peristiwa ini memberikan pandangan sekilas tentang pertempuran-pertempuran yang tidak kelihatan di dunia rohani demi kita. Perhatikan bahwa Allah telah menanggapi doa Daniel, tetapi jawaban itu tertunda selama 21 hari oleh kekuatan-kekuatan setan. Karena kita tahu bahwa Iblis senantiasa berusaha untuk menghalangi doa-doa kita (2Kor 2:11), kita harus bertekun di dalam doa (bd. Luk 18:1-8) kendatipun seluruh kekuatan rohani yang jahat dipersiapkan menentang kita[6]

 

                  Harus dipahami bahwa melawan corona adalah melawan sesuatu yang tidak kelihatan. Peperangan ini bukan melawan penyakitnya tetapi yang mengendalikan lebih penting supaya menghabat laju si pengendali dalam menyebarkan virus kepada lebih banyak orang. Penanganan bukan saja secara medis tetapi secara supranatural. Yakni sebuah tindakan yang melebihi hal-hal yang natural yakni doa. Melalui sebuah surat, seorang pendeta China yang tinggal di Wuhan mendesak orang-orang Kristen Internasional bersatu dalam doa mendukung wabah virus corona yang sudah mencapai 20.000 kasus[7]. Lihatlah sekarang China sudah selesai dengan corona, mereka merayakan dengan kembang api dan melepaskan masker dari mulut mereka dan tertawa bahagia. 

                  Presiden Amerika Donald Trump dalam pidatonya mengajak seluruh rakyat Amerika untuk berdoa karena ia percaya ketergantungan kepada kasih Allah akan membuat amerikan tetap berada dalam naunganNya. Ia berkata : Adalah kehormatan besar bagi saya untuk mengumumkan Minggu, 15 Maret 2020, sebagai Hari Doa Nasional, sebagai negara, sepanjang sejarahnya, kita selalu meminta kekuatan dan perlindungan kepada Tuhan di masa seperti ini," tulis Trump di akun twitternya pada Sabtu (14/03/2020), pukul 5:54 AM waktu setempat.[8] Tuhan ingin menemukan seseorang yang berdiri untuk berdoa. 

                  Yehezkiel berkata : " Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang  yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapan-Ku, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya.(Yeh 22:30). Ayat ini memiliki arti Ketidakbenaran di antara pemimpin-pemimpin (ayat Yeh 22:25-28) dan umat itu (ayat Yeh 22:29) begitu luas di Yehuda sehingga Allah tidak menemukan seorang pun yang akan berusaha menuntun umat itu kembali kepada Allah. Sangat tragis bila ada gereja yang begitu terikat oleh keduniawian dan kompromi rohani sehingga Allah tidak dapat menemukan seorang dalam jemaat itu yang bersedia untuk mengetengahi dengan mendirikan tembok atau "mempertahankan" dalam keadaan yang hendak runtuh. Tidak ada seorang pun untuk berseru melawan kebobrokan rohani dan moral, tidak seorang pun untuk memimpin dalam doa yang rendah hati, pertobatan sejati dan mencari Allah dengan sungguh-sungguh untuk pembaharuan (bd. 2Taw 7:14). Terlalu sering banyak orang yang baik berdiam diri karena roh ketakutan atau berkompromi daripada mengambil risiko menjadi orang yang sungguh-sungguh memohon syafaat untuk kebangunan rohani agar murka dan hukuman Allah dapat dihindari[9].

                  Bangsa dan negara ini harus berdoa karena berbagai macam dosa, dari fitnah (hoax), intoleransi, penganiayaan hamba Tuhan, pembakaran gereja, ketidakadilan dan masih banyak lagi yang tidak perlu disebutkan. Penawar untuk virus yang menyebar bukan saja vaksin atau obat-obatan medis tetapi doa yang kuat oleh seluruh bangsa. dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku n  disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka ( 2 Taw7:14).

                  Doa orang benar bila yakin di doakan akan besar kuasanya. Namun bukan itu saja doa seperti Daniel mampu mendatangkan bala tentara Tuhan untuk menghancurkan bala tentara iblis yang menghalangi setiap doa anak-anak Tuhan. Memang harus dipahami bahwa Allah ijinkan wabah dan malapetaka terjadi kecuali kasus Ayub dikarenakan dosa dan kejahatan. Ambil saja contoh ketika Nuh membuat bahtera. Disana ditemukan seluruh bangsa sudah cenderung hatinya berbuat jahat sehingga Allah menulahi mereka dengan air bah (Kej 6). Lihat Sodom dan Gomora yang hidup najis dihadapan Tuhan dan tidak ditemukan 10 orang yang benar yang mampu berdoa untuk bangsanya sehingga Tuhan menjungkirbalikkan bangsa itu dengan api dan belerang (Kej 19:24).

                  Orang harus sadar dan tidak bisa menghakimi siapapun juga. Ketika Wuhan pertama kali mengalami bencana ini maka beberapa orang yang memiliki roh nyinyir mengatakan Tuhan melaknati China karena atheis dan masih banyak tuduhan lagi. Namun ketika wabah ini menimpa bangsa Indonesia mengapa mereka diam? beranikah mereka mengatakan bangsa sendiri kena kutuk? banyak orang bicara tetapi tidak tahu tetapi yang lebih bahaya banyak orang tahu tapi tidak mau berbicara. Corona sudah menyebar dan ratusan orang terjangki dan beberapa diantaranya sudah ada yang meninggal. Tidak diperlukan mencari kambing hitam dan juga tidak perlu mendompleng ketenaran melalui penyakit dengan pencitraan. Semua itu malah akan membuat murka Tuhan datang.  Kita tidak bisa menafsirkan itu sebagai tentara Allah yang menghukum orang kafir. Jika terkena virus corona seagama apakah itu juga kafir? Apakah ada pengecualian. Indonesia tidak pernah mau belajar dengan pengalaman hidup. Di zaman Presiden Suharto tidak ada tokoh agama yang berani nyinyar-nyiyir ngomong asbun (asal bunyi) saja. 

                  Di zaman orang mencari popularitas sekarang ini lebih banyak orang ngomong supaya terkenal padahal yang dikatakan adalah tong kosong nyaring bunyinya. Ada orang mengaku menjadi doktor tetapi nada bicaranya tidak ada data dan sangat dangkal sekali, entah doktornya darimana. Namun yang perlu dipahami orang saat ini bahwa manusia tidak lagi butuh ngomongan tetapi tindakan nyata. Lihat saja orang yang getol menghakimi orang lain tentang corona kemampuannya hanya sebatas mulutnya saja. Tindakannya kosong, merasa diri hero  padahal zero.  Saya tidak bisa membayangkan jika ada Tuhan memasukkan orang-orang ini ke Sorganya yang penuh kekudusan dan kemuliaan apa jadinya isi sorga itu. Sorga akan dipenuhi orang-orang yang bisanya cuma nyinyir padahal disanan dibutuhkan orang kudus dalam seluruh hidupnya. Bukan orang yang bisanya cuma ngomong doang tapi hidupnya najis dan hatinya penuh kebencian dan kemunafikan. Berdoalah datangkan tentara Allah untuk menghabisi tentara iblis dengan deretan orang-orang yang tidak berguna yang hanya menjadi sampah masyarakat! Karena orang-orang inilah yang memicu berbagai macam wabah dan bencana. 

 



[1] https://www.suara.com/news/2020/03/18/105643/arti-lockdown-social-distancing-dan-istilah-corona-lainnya

[2] https://www.bukamata.co/berita/13503/anies-baswedan-buat-kebijakan-amburadul-antrian-penumpang-mengular/

[3] https://www.suara.com/news/2020/03/02/090705/klarifikasi-ustaz-abdul-somad-soal-ceramah-virus-corona-tentara-allah

[4] https://www.suara.com/news/2020/03/10/080500/ahli-hukum-di-saudi-kritik-penceramah-yang-sebut-virus-corona-tentara-allah

[5] 1Petrus 3:15 Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan 1 ! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab a  kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan b  yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat,

[6] https://alkitab.sabda.org/verse.php?book=Dan&chapter=10&verse=13

[7]https://www.jawaban.com/read/article/id/2020/02/09%2009:00:00/90/200207162316/pendeta_china_serukan_dukungan_doa_wabah_virus_corona_yang_sudah_mencapai_20_000_kasus

[8] https://www.kompas.tv/article/71291/karena-corona-presiden-as-donald-trump-ajak-warga-berdoa

[9] https://alkitab.sabda.org/verse.php?book=Yeh&chapter=22&verse=30

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.