Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini1101
Kemarin1102
Minggu Ini5178
Bulan Ini3178
Total Pengunjung1524802

IP Kamu 3.233.229.90 Friday, 03 July 2020

Guests : 17 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
Mulai  15 Maret 2020 ibadah di 
Fave Hotel Kelapa Gading 

Blok C-32, Jl. Raya Gading Indah No.8, RT.13/RW.18, Blok C-32,Klp. Gading Timur 

Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 1424 

Pada masa Pandemi covid-19 ibadah streaming di youtube, facebook, instagram

 
 
Gembala Sidang :
 
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

TUHAN MEMOBILISASI KEMURKAAN

Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono

 

 

             

 Dunia ini memiliki musim yang mempengaruhi kehidupan penduduk yang ada di dalamnya. Semakin banyak musim maka semakin orang harus mempersiapkan diri untuk hidup sesuai dengan musim tersebut. Jika di Eropa musim dingin bisa mencapai titik terendah minus nol celcius orang tidak akan tahan tanpa pakaian. Mereka harus menggunakan jaket tebal, kalau perlu dari bulu binatang. Namun berbeda ketika musim panas yang bisa mencapai 50 derajad demikian menurut local guide ketika saya ada di Italia mereka hanya menggunakan kaos tipis dan santai di jalan raya. Namun tidak demikian ketika terjadi musim dingin.

              Realitas musim secara natural dapat dirasakan secara fisik namun ada musim spiritual. Musim ini tergantung hati Sang Penguasa Supranatural yakni Allah sendiri. Yesus menegor orang Farisi dengan mengatakan : dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, kamu berkata: Hari buruk. Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak (Matius 16:3). Yesus ingin mengatakan bahwa ada tanda-tanda lain selain tanda secara lahiriah. Musim di dunia spiritual terdapat di dalam hatiNya. 

       Hanya ada dua musim yakni musim kemurkaan Allah dan musim kemurahan Allah. Di saat Allah murka maka musim yang terjadi hanyalah malapetaka, bencana, wabah segala yang buruk . Wajahmya penuh kekecewaan, dendam dan amarah. Namun berbeda saat Allah menunjukkan kasih setiaNya maka musim yang terjadi adalah anugerah, berkat, kelimpahan dan damai sejahtera. Paulus mengingatkan orang percaya, Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga (Rom 11:22) .              

            Ketika Allah murka maka Ia memobisasi atau menggerakkan seluruh komponen alam semesta untuk menyatakan perasaanNya. KemurkaanNya masih di batasi oleh karena kemurahanNya. Allah tidak memiliki dua wajah seperti dewa Yunani yang disebut dewa janus wajah di depan bagus dan wajah di belakang menakutkan. Allah memiliki hati yang terpancar dengan kasihNya sekaligus murkaNya menyala-nyala ketika umatNya memberontak kepadaNya.

       Ketika umat ciptaanNya cenderung melakukan kejahatan, yakni sebuah keadaan hati yang bertentangan dengan hatiNya Allah maka secara otomatis hati Allah menolaknya. Maka seluruh alam semesta bergerak juga menolak dengan caranya. Ingat ketika Allah menghampiri Elia usai kemenangannya mendatangkan api dari langit dan membantai 450 nabi baal? Tuhan datang di iringi dengan fenomena alam yang luar biasa (1 Raja 19:9-19). 

       Ketika Tuhan datang kepada Musa di Gunung Sinai fenomena alam juga terjadi. Hukum alam mengikuti isi hati Tuhan sebab bumi ini tercipta oleh karena FirmanNya. Perkatan Tuhan yang disebut Firman itulah yang menjadikan dari tidak ada menjadi ada. Yesus mengatakan : Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya,  meluap dari hatinya." (Luk 6:45)

       Tuhan sedang menggerakkan alam semesta ini untuk terlibat besar akan kedatanganNya yang ke dua kali. Berbeda dengan kedatanganNya yang pertama Ia menggerakkan semua bangsa berpindah satu dengan yang lainnya melalui cacah jiwa maka sekarang sebelum kedatanganNya Ia me"lock down" bangsa-bangsa karena virus dan berbagai bencana sebagaimana manifestasi kemarahanNya.

       Namun orang harus sadar bahwa murka Tuhan akan tercurah bila Ia sudah mengamati dengan seksama. Ia menimbang dan mengukur kehidupan umatNya. seperti Ia mengukur Berlzasar Raja Babilonia di zaman Daniel maka Ia juga mengukur kehidupan setiap umat manusia. Daniel 5:25-27  mengatakan : Mene2 tekel ufarsin - ditimbang2 di dapatinya terlalu ringan sehingga Tuhan murka kerajaannya di ambil alih. 

       Dalam Perjanjian Baru Tuhan ijinkan kuda hitam itu berjalan dengan timbangan di tangannya. Kitab wahyu menggambarkan kelaparan dan kematian melalui empat kuda. Dan aku melihat, dan lihatlah: seekor kuda hitam dan dia yang menunggang di atasnya yang memegang timbangan di tangannya. Dan aku mendengar suara di tengah-tengah keempat makhluk hidup itu, yang berkata, “Setakar gandum sedinar dan tiga takar jelai sedinar, tetapi jangan engkau merusak minyak zaitun dan air anggur itu.”( Why. 6:5-6).

       Kuda hitam dapat ditafsirkan gambar ketakutan, kelaparan, kematian. Ratapan 5:10; "Kulit kami hitam seperti oven, karena kelaparan yang mengerikan." Yeremia 14: 2; "karena kekeringan Yehuda berkabung, dan gerbang-pintunya merana; mereka dalam duka yang dalam (secara harfiah, hitam) untuk tanah." Yoel 2: 6; "Semua wajah akan mengumpulkan kegelapan."  Nahum 2:10; "Lutut itu membentur, dan ada rasa sakit yang hebat di semua pinggang, dan wajah mereka semua menjadi hitam." Dari warna kuda yang diperkenalkan di sini kita secara alami harus mencari beberapa bencana yang mengerikan, meskipun sifat dari bencana itu tidak akan ditentukan hanya dengan penggunaan kata "hitam." Apa yang menjadi bencana harus ditentukan oleh apa yang mengikuti dalam simbol. Kelaparan, pes, penindasan, pajak berat, tirani, invasi - semua ini mungkin dilambangkan dengan warna kuda[1].

       Kata asli timbangan yang diterjemahkan di sini sebagai "sepasang saldo," adalah zυγὸν zugon. Kata ini dengan benar berarti kuk, melayani untuk menyatukan segala sesuatu bersama, sebagai kuk untuk ternak. Oleh karena itu digunakan untuk menunjukkan berkas keseimbangan, atau sepasang timbangan - dan terbukti digunakan di sini. Idenya adalah, bahwa sesuatu harus ditimbang, untuk memastikan kuantitas atau nilainya. Timbangan atau keseimbangan adalah lambang keadilan atau kesetaraan (bandingkan Ayub 31: 6; Mazmur 62: 9; Amsal 11: 1; Amsal 16:11).

       Jauh sebelum kitab Wahyu di tulis tidak kurang 600 tahun sebelumnya. Tuhan mengingatkan bahwa bencana akan dicurahkan namun Ia mengingat orang-orang yang dikasihi untuk lock down yakni tinggal di rumah untuk sesaat saja sampai murka Tuhan berlalu. 

       Sebuah kutipan dari kitab Yesaya juga menyiratkan praktik isolasi atau “di rumah saja”. Ayat itu berbunyi, “Mari bangsaku, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintumu sesudah engkau masuk, bersembunyilah barang sesaat lamanya, sampai amarah itu berlalu” (Yes 26:20). Seorang rabi Yahudi Alon Anava dalam salah satu khotbahnya menafsirkan bahwa angka bilangan (gematria) dari “Mari bangsaku, masuklah ke dalam kamarmu” atau dalam bahasa Ibrani “עַמִּי בֹּא בַחֲדָרֶיךָ” memiliki angka bilangan 367. Angka bilangan yang sama juga dimiliki oleh kata “Corona” (קורונה). Hal ini tentu saja menarik, meskipun tentu saja bukan tafsir yang dapat diterima oleh semua ahli Kitab Suci[2].

       Dalam bahasa Ibrani modern, Sin (סִין) adalah sebutan untuk China, tempat asal Virus Corona COVID-19. Dalam gematria Ibrani, kata Corona (קורונהqoronah) memiliki nilai 367. Dalam alefbet (alfabet) Ibrani, setiap huruf Ibrani memiliki nilai numerik; dan dengan menjumlahkan nilai numerik dari קורונהqoronah didapat nilai 367[3].

       Dia juga menunjukkan bahwa gematria Ibrani menghubungkan Virus Corona dengan larangan hukum Nuh untuk makan organ tubuh dari hewan hidup. Dalam gematria, קורונה (corona) adalah 100 + 6 + 200 + 6 + 50 + 5 = 367. Istilah untuk larangan makan organ tubuh makhluk hidup (אכל אבר מן החי okhal eiver min hachai) juga sama dengan 367 (1 + 20 + 30 + 1 + 2 + 200 + 40 + 50 + 5 + 8 + 10)[4].

       Menggunakan metode gematria yang menambahkan satu kepada jumlah (disebut kollel), frase kata Padang Gurun Sin (מִדְבַּר־סִין midbar sin), akan menghasilkan nilai 367. Juga menarik untuk diperhatikan bahwa frase kata Ibrani המשיח בא hamashiach bo, yang artinya “Mesias datang” juga memiliki nilai numerik 367 dengan kollel. Yeranen Yaakov mengesankan adanya hubungan dengan mengatakan bahwa “China adalah padang gurun spiritual”. [Kemungkinan berhubungan dengan praktek penindasan agama secara sistematis di China, dengan ideologi anti Tuhan yang dianut oleh partai komunis China.][5]

       Bukan secara kebetulan bahwa Bible code memberitahukan bahwa corona terjadi di tahun 2020. Dalam videonya, Rabbi Glazerson menjelaskan bagaimana kata-kata קורונה qoronah (corona), virus (וירוס),  sin (orang China), dan organ tubuh makhluk hidup  אבר מחי eiver mechai (organ hidup), לא יאכל lo yokhal (jangan kamu makan) semuanya terjalin dalam pasal itu. Mungkin yang lebih mengejutkan adalah serangkaian huruf Ibrani yang menunjuk tahun Ibrani saat ini 5780 (התשפ)[6]. Tahun september 2019 - september 2020. 

       Ketika Allah menggerakkan wabah untuk menghampiri manusia maka semua bangsa akan gemetar. Kemurkaan Tuhan tidak bisa dibendung oleh apapun juga. lihatlah ayat selanjutnya mengatakan : " “Sebab sesungguhnya, TUHAN mau keluar dari tempat-Nya untuk menghukum penduduk bumi karena kesalahannya, dan bumi tidak lagi menyembunyikan darah yang tertumpah di atasnya, tidak lagi menutupi orang-orang yang mati terbunuh di sana.”(Ay 21)

       Ketika kemarahan Tuhan muncul kepada Firaun dengan puncak Tulah ke sepuluh tentang kematian anak/binatang  yang sulung dari bangsa Mesir maka Ia melockdown orang-orang supaya tinggal di rumah. Ketika Puncak kemarahan Allah terhadap Mesir maka Ia mengkarantina  bangsa Israel selama empat belas hari. Keluaran 12:6 mengatakan : " Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.Penanggalan pada waktu karantina Paskah ini jatuhnya pada bulan Nisan yakni penanggalan yang menunjukkan bulan antara maret  april dalam kalender gregorian[7] seperti yang kita pakai sekarang. 

       Apakah bangsa Israel sudah bebas dari bencana kutuk Mesir sesudah karantina merayakan paskah ? tidak ia harus menghadapi peperangan langsung dengan firaun yang mengejarnya. Seluruh bangsa Israel gemetar menghadapi tentara firaun yang ganas dan siap melumatnya. Israel tidak mungkin mampu melawan tentara-tentara yang terlatih. Orang harus tahu bahwa Israel sudah beratus-ratus tahun mental budak dan tidak bersenjata. Tidak ada solusi karena di depan mata ,terbentang  laut Kolsom yang tidak mungkin bisa diseberangi. Apa yang harus dikerjakan? Keluaran 14:14 mengatakan : "TUHAN akan berperang untuk kamu  , dan kamu akan diam saja. Dalam melihat kejahatan manusia, Tuhan tidak akan tenang,  Ia akan menggerakkan seluruh komponen alam ini untuk menghajar manusia bahwa Ia tetap penguasa dan mengendalikan bukan bumi saja tetapi juga alam semesta. 

       Seperti kehadiranNya yang perdana di kota Betlehem terjadi pembantaian oleh ulah Raja Herodes yang mencari anak dibawah dua tahun. Matius 2:18 "Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi (Mat 2:18). Rachel mewakili ratapan atas pembantaian anak-anak seluruh kota yang dinubuatkan oleh Yermia)[8]

       Kemarahan Tuhan akan tercurah dan mayat-mayat akan bergelimpangan di mana-mana untuk bangsa yang menolak Tuhan. Yehezkiel 30:15-16 Aku akan mencurahkan amarah-Ku atas Sin, benteng Mesir dan melenyapkan kekayaan Tebe. Aku akan menimbulkan api di Mesir, Sin akan gemetar dan Tebe akan direbut dan tembok-temboknya akan dibongkar.

       Kitabhenokh,com menerangkan bahwa yang dimaskud  kota sin adalah China demikian keterangan Rabbi Yosef Pinto, seorang rabbi kabbalistik Israel yang saat ini tinggal di Marokko, membuat pernyataan tentang tulah-tulah yang sedang melanda China. Rabbi mengutip Nabi Yehezkiel sebagai sumbernya.  Dalam bahasa Ibrani modern, ‘Sin’ (סין) adalah sebutan untuk China. Sedangkan Mitzrayim (Mesir), adalah gambaran dari dunia ini, dengan China yang merupakan tulang punggung ekonomi dunia[9].

       Rabbi Yoseph Pinto menerangkan bahwa Tuhan akan menghajar perekonomian terbesar dunia dengan mengirimkan berbagai tulah Mesir menimpa China. 10 tulah akan ditimpakan seperti belalang, pes, dll sehingga China sebagai kekuatan besar di dunia akan segera dilumpuhkan[10]. Corona ada dalam namaNya yakni Mahkota keangkuhan manusia tidak akan berdaya menghadapi namaNya yang memiliki mahkota tuan segala tuan dan raja segala raja.

       Yesus sendiri mengatakan : ""Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Kematian paling banyak bukan disebabkan oleh virus dan penyakit tetapi oleh perang bencana dan ketakutan akan datangnya malapetaka. Yesus mengatakan bahwa : … juga akan terjadi gempa bumi yang dahsyat di berbagai tempat, dan kelaparan-kelaparan, dan wabah-wabah penyakit, juga akan terjadi hal-hal yang menakutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit (Luk. 21:11)

       Tuhan tidak sedang mempertontonkan wajahNya dengan senyuman yang manis melainkan murkaNya yang menyala-nyala. Sebagaimana Perjanjian lama yang menunjukkan kemurkaan Tuhan terhadap dosa demikian di akhir zaman ini Ia akan menyuruh malaikat-malaikatNya mencurahkan cawan murka Allah, tiupan sangkakala dan pembukaan meterai yang kesemuanya itu menandai akan kedatangan Tuhan yang ke dua kalinya. Semuanya dinyatakan kepada dunia ini bukan perkara-perkara yang indah melainkan segala malapetaka, penyakit, gempa, peperangan yang sangat mengerikan. 

       Generasi kitalah yang menyaksikan wabah corona ini. Namun sebenarnya corona secara tersirat sudah dinyatakan oleh Alkitab. Rita Wahyu dalam tulisannya di sarapan pagi.com mengkisahkan tentang Jonathan Ben Uziel, hidup sezaman dengan Yesus Kristus, dan ia dimakamkan di Galilea tidak jauh dari kota pegunungan romantis Zefat. 2000 tahun yang lalu Jonathan telah menerjemahkan kata Ibrani מַחֲלֶה - MAKHALEH, artinya: "penyakit" ke dalam bahasa sehari-hari orang-orang Yahudi pada Zaman Tuhan Yesus, ia menggunakan kata Aramaic: כֻּרְהֲנֵיהּ - KUR'HANEH. Apabila kata itu diucapkan dengan cepat, itu terdengar seperti "Coronah". Sehingga, dengan pademi dunia hari ini, yang juga melanda Israel dan ratusan negara-negara di dunia saat ini. Maka, sebagian orang Yahudi sekarang ini, berspekulasi "kita punya kata Corona!"[11]

       Dengan kata lain bahwa ayat dalam Amsal 18:14 orang yang kuat orang yang mampu mengendalikan penyakit, kesengsaraan, kesepian dan penderitaan. Menurut Rashi, Targum di sini memberikan pengertian bahwa Laki-laki perkasa/ kuat di dalam Tuhan, ia tidak perlu khawatir akan kesusahan dan sakit-penyakit, tetapi menerima dengan sukacita dan cinta apa pun yang menimpanya. Ia akan menghadapi segala kesulitan hidup  sakit-penyakitnya, dan dia tidak kehilangan semangatnya. Sebab selalu ada harapan di dalam Tuhan.

       Memandang "akrobatik kata ini" orang-orang Yahudi ortodoks di Israel berkomentar bahwa: "Rashi sudah 800 tahun yang lalu memberi tahu kami apa yang harus dilakukan" oleh umat Tuhan bagaimana ketika ia menghadapi wabah penyakit. Selanjutnya ada pengajaran dari Rabbi David Altschuler, yang hidup pada abad 18, melalui Amsal 18:14 ini ia mengajarkan "Pemikiran berhikmat dari seseorang, akan dapat mengendalikan penyakit di dalam tubuhnya, karena semangatnya dapat mengendalikan tubuhnya selama ia sehat, tetapi juga dapat mengendalikannya pula pada saat ia sakit." Dalam Yahudi Naskah Masorah, Amsal 18:14 mengajarkan: "Kita diberi kemampuan untuk mengendalikan penyakit. Sang Pencipta telah mengizinkan umatnya dan memberdayakan kita untuk melakukannya." 

       Namun demikain Kemurkaan Tuhan bukan hanya ungkapan kemarahanNya melainkankan kasihNya juga terpancar untuk setiap orang yang percaya kepadaNya. Paulus mengingatkan kepada kita : "Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah, supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita (rom 5:20-21). 

 

 

 

 

 

 

 

 



[1] https://biblehub.com/commentaries/barnes/revelation/6.htm

[2] http://parokisantolukas.org/detail.php?id=1738

[3] https://kitabhenokh.wordpress.com/2020/02/13/virus-corona-dalam-nubuat-yahudi-kuno-sanhedrin-memperingatkan-china/

[4] ibid

[5] Ibid

[6] ibid

[7] Nisan (atau Nissan) (bahasa Ibrani: נִיסָן, Modern Nisan Tiberias Nîsān) dalam kalender Asiria adalah bulan pertama penanggalan, dalam kalender Yahudi adalah bulan ke-1 penanggalan eklesiastik dan bulan ke-7 (atau ke-8 dalam tahun kabisat) penanggalan sipil. Nama bulan ini berasal dari budaya Babel, yaitu dalam bahasa Akkadia: nisānu, dari bahasa Sumerian nisag artinya "buah pertama" (bahasa Arab: نيسان‎). Dalam kitab Taurat disebut bulan Abib (Aviv), yaitu bulan di mana barley matang. Merupakan bulan di musim semi yang panjangnya 30 hari. Menurut sejarawan Yahudi-Romawi, Flavius Yosefus (37-100 M), bulan Yunani-Romawi "Xanthicus" sama dengan bulan "Nisan Nisan biasanya jatuh sekitar bulan Maret–April dalam Kalender Gregorian. Nama bulan ini dicatat dalam Kitab Ester bagian dari Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. "Nisan" adalah nama bulan April dalam dunia Arab (bahasa Arab: نيسان‎), dan dalam bahasa Turki. (sumber https://id.wikipedia.org/wiki/Nisan)

[8]  Yer 31:15 Beginilah firman TUHAN: Dengar! Di Rama terdengar ratapan, tangisan yang pahit pedih: Rahel menangisi anak-anaknya, ia tidak mau dihibur m  karena anak-anaknya, sebab mereka tidak ada lagi. 

[9] https://kitabhenokh.wordpress.com/2020/02/27/china-dan-dunia-dalam-guncangan-besar-nubuat-akhir-zaman-resesi-global/

[10] Ibid. 

[11] http://www.sarapanpagi.org/some-biblical-acrobatics-about-corona-amsal-18-14-vt11019.html#p69893

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.