Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Pelayanan Kami  

Pelayanan kami bergerak di Area Apostolik, Propetic, Shekinah gloria Manifestasi pelayanan Kristus kami tampilkan bukan sekedar wacana melainkan realita dengan kasih yang menguasai hati kami.

Pdm. Hiruniko Ruben, M.Th (Pengajaran dan Theologia)
Pdm. Matius M. Simorangkir, M.Th (Penggembalaan)
Ev, victor Hutagalung,S.Th   (Penginjilan)
082213725878

 

 

 

Senior Pastor :                         

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th, M.Pdk
0817 677 1900 / 081315309418
 
Pelayanan yang penuh kasih kami persembahkan untuk kemuliaan Tuhan saja!
 
   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini758
Kemarin622
Minggu Ini759
Bulan Ini12994
Total Pengunjung587542

IP Kamu 54.196.47.128 Monday, 20 November 2017

Guests : 42 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 09.00 WIB
 
Hotel BnB Lt. M
JL. Boulevard Bukit Gading Raya, Kota Jakarta Utara
DKI Jakarta 14240
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
khusus hamba Tuhan dan Guru Agama Kristen
PIN BB : 7CA63E7F
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
INVESTASI KERAJAAN ALLAH
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

Hasil gambar untuk bri

023001045727503

TIMOTIUS BAKTI SARONO

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

DNA ROH KUDUS

 

 

tim3.jpg         

Setiap makluk hidup di dunia baik hewan ataupun  manusia memiliki DNA (Deoxyribonucleic Acid)  yakni inti sel atau gen disebut juga cetak biru seseorang . Dibanding sidik jari gen seseorang jauh lebih akurat bila sudah di urai oleh ahlinya. Bagaimanakah sidik jari orang yang tidak bisa tertukar dan sama demikian juga DNA seseorang Istilah ini dapat diterjemahkan sebagai gen atau cetak biru seseorang yakni bahan genetik yang dimiliki oleh makluk hidup. Inti sel dan kromosom seseorang (baca gen) tidak mungkin Istilah ini dapat diterjemahkan sebagai gen atau cetak biru seseorang yakni bahan genetik yang dimiliki oleh makluk hidup. Inti sel dan kromosom seseorang (baca gen) tidak mungkin sama dengan orang lain atau makluk lainnya.

DNA ditemukan di tahun 1953 oleh seorang Amerika James D. Watson dan Francis Crick seorang ahli biophysicish kemudian mereka mendapat hadiah nobel di tahun 1962 oleh karena penemuan dibidang Pyschology atau kedokteran. DNA merupakan suatu proses replikasi dimana garis keturunan mengikuti pola sel atau virus. DNA suatu organisme cromosom yang berlokasi di inti sell.

         Bagaimana kita dapat mengecek DNA kita sendiri? dalam buku Gen Tuhan karya Dean Hamer disebutkan bahwa Mulailah dengan sebuah sel. beberap tetes darah atau bisa juga ludah sesendok teh. Urailah darah atau ludah itu dengan menambahkan deterjen. dilaboratorium yang biasa kami gunakan adalah sodium dodecil sulfat murni, tetapi sebagaina besar shampo yang di jual di toko obat berfungsi hampir sama baiknya. Berikutnya hilangkan proteinnya dengan menambah kan garam meja sampai muncul endapat esar eruh, tuangkan endapan itu ke kertas penyaring kopi. Pada hasil saringan bening itu tambahkan empat bagian vodka dan taruhlah di freezer.

Dalam waktu sekitar satu jam DNA akan tampak dalam bentuk jalinan benang-benang putih seperti sutra. Ini dapat dililitkan ke sebatang pengaduk kaca, misalnya pengaduk martini lalu keringkan dengan pengering rambut, lalu larutkan ke segelas air. Itulah DNA anda! (Gen Tuhan, Dean Hammer, terbitan Gramedia, hal 62)

Selanjutnya disebutkan bahwa rahasia DNA bukan terletak dalam sifat-sifat fisikanya yang amat sederhana tetapi dalam informasi yang dibawanya. Molekul-molekul DNA mirip cip-cip dalam komputer. Walaupun nampak sama semua molekut itu memiliki fungsi masing-masing yang sangat berbeda tergantung pada bagaimana molekul-molekul itu diprogram.

Dari urutan manusia kita secara kasar memiliki 35.000 gen yang berbeda satu dengan yang lain. Dari 35.000 gen tersebut bila diurai akan terdapat 3.000.000.000 basa atau orang menyebutnya fungsi. Jadi keunikan manusia memiliki cirikhas tersendiri yang tidak dimiliki orang lain. Masing-masing ada perbedaan DNA sehingga orang harus berdiri dihadapan Tuhan secara individu.

Dari DNA ini akan mempengaruhi karakter satu dengan yang lainnya. Secara natural kebudayaan daerah akan mempengaruhi orang yang tinggal di dalamnya. Orang Batak asli yang dibesarkan di Sumatra maka logat bicaranya sangat berbeda dengan orang Jawa. Bila orang Batak bicara selalu menggunakan apa pula kau, macam-macam pula. Nada bicaranya to the point tanpa sembunyi-sembunyi.

Berbeda dengan orang jawa asli. Bila orang lahir di solo dan dibesarkan di solo apalagi lingkungan keraton. Nada bicaranya halus, jauh dari teriak. Kalau bicara banyak menyembunyikan rahasia, artinya tidak terus terang. Berbeda dengan orang batak belum makan dua jam saja ada makanan di meja langsung disikat dengan ucapan berkat Tuhan telah tersedia. Mengapa ada perbedaan? sebab gen atau DNA orang jawa dan orang batak sangat berbeda.

Mengapa mayoritas orang Menado suka pedas? rica-rica dan menyukai pesta? karena DNAnya sudah seperti itu atau mengapa dimana ada orang China disana ada orang jual mie ayam? karena memang gen nya adalah keturunan orang dagang. Sampai mati orang China dagang, ada duit-duitan orang mati, rumah dll. Gen seseorang tidak bisa dibohongi akan muncul dalam kehidupannya. Naluri atau hasrat hati dan tingkah laku seseorang selalu berhubungan dengan gen yang dibawanya dari sejak lahir.

Terkadang kuasa kegelapan mampu menembus DNA secara otomatis sang anak mendapat warisan kuasa kegelapan dari orang tuanya sebab sejak semula orang tuanya sudah bernuansa kuasa kegelapan. Namun bila orang dilahirkan baru maka yang bersangkutan akan menerima DNA baru dari Roh Kudus dan orang percaya harus mengembangkannya. DNA tidak mungkin bisa berubah kecuali intervensi pembuat DNA itu sendiri yakni Allah yang hadir didalam Yesus Kristus melalui kuasa Roh Kudus yang mampu memberikan DNA-Nya untuk mengubah DNA kita yang sudah rusak oleh karena dosa manusia.

 

Iblis tidak hanya merusak mentalitas manusia tetapi DNA manusia itu sendiri sudah rusak sehingga sangat sulit untuk diperbaiki oleh siapapun juga kecuali intervensi dari Tuhan sendiri Sang Pembuat DNA. Seluruh inti manusia dalam penyembah Allah menjadi pudar samar-samar sehingga manusia tidak memiliki naluri untuk menyembah Tuhan.

Hembusan Nafas Allah ( Kej 2:7) adalah DNAnya Allah yang ada didalam diri manusia. Inti hidup manusia mulai ada sejak nafas Allah itu dihembuskan didalam diri Allah. DAlam Bahasa Ibrani kata itu berarti naphach diucapkan naw-fakh' artinya primitive root; to puff, in various applications (literally, to inflate, blow hard, scatter, kindle, expire; figuratively, to disesteem):

Jika diterjemahkan secara bebas arti kata nafas tersebut adalah sebuah tiupan, memompa, mengembungkan, meniup dengan keras atau nafas, menghamburkan atau menabur dan masih banyak lainnya. Sehingga arti kata nafas itu tidak hanya sekedar menghembuskan dengan logika kita masih ada dimensi yang kita tidak tahu apa yang Allah kerjakan melalui nafas tersebut.

Ketika Allah menyalurkan energiNya di dalam diri manusia maka disana baru ada kehidupan. Adanya kehidupan itu berarti darah mulai mengalir dan jantung mulai berdetak. Manusia disebut sebagai manusia ketika menerima DNAnya Tuhan yakni kehidupan sendiri sebab Allah yang hidup menciptakan manusia yang hidup.

Berangkat dari ide saja Allah telah membuat skenario bahwa manusia akan diciptakan Allah seperti diriNya sendiri dengan istilah Allah menurut Gambar dan Rupa Allah (Kej 1:26-27) arti kata gambar dan rupa kita bukanlah sederhana seperti yang orang pikir. Ada kekuatan luar biasa dari ungkapan Allah tersebut. Allah ingin menduplicating diriNya sendiri untuk berkeliaran diatas muka bumi ini.

Allah ingin apa mauNya terlaksana di bumi dan apapun rencanaNya bisa tercipta melalui ciptaanNya yang sangat istimewa yakni foto copy dirinya sendiri.

Untuk itulah Pemazmur mengatakan kepada kita bahwa Jika aku melihat langitMu, buatan jariMu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tanganMu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya:.. (Maz 8:4-7)

Ayub sendiri mengakui bahwa manusia menjadi perhatian Allah bukan menjadi bulan-bulanannya Allah sampai ia merasa bahwa dirinya tidak sempat menelan ludahnya (Ayub 7:19), Naluri Allah begitu antusias untuk ciptaanNya yang satu ini yakni manusia. Dibanding milyaran bintang dan gugusan galaksi Ia lebih tertarik kepada hembusan nafasnya didalam diri manusia.

DNA Allah yang ada didalam diri manusia di dunia manapun akan sama bahwa manusia merasa membutuhkan Tuhan. Kerinduan yang sama didalam diri manusia bahwa mereka memiliki hasrat hati untuk mencari yang lebih besar yakni Allah sendiri.

Allah tidak pernah salah dalam menghembuskan nafasNya. Ia tidak pernah menghembuskan nafasNya didalam binatang atau tumbuh-tumbuhan. Memang binatang adalah makluk hidup tetapi mereka dipandang oleh Tuhan sebagai makluk ciptaan yang biasa-biasa saja dan tidak perlu mempertanggung jawabkan dirinya dihadapan Allah.

Berbeda dengan manusia bahwa ia harus mempertanggung jawabkan apa yang telah dilakukannya sebab didalam diri manusia ada kekuatan Allah. Seberapa banyak kekuatan itu disalurkan untuk kemuliaanNya itulah yang akan menjadi ukuran dalam pengadilan kerajaan Allah. Wahyu 20:12 menyatakan ... dan aku melihat orang orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab kitab itu.

Mengapa Allah tertarik kepada perbuatan manusia? sebab seharusnya manusia melakukan apa yang Allah lakukan, berpikir seperti Allah berpikir. Manusia inti hidupNya tidak bisa jauh daripada kepribadian Allah. Manusia adalah tuhan-tuhan kecil sebab manusia adalah foto copynya Tuhan. Anak monyet seperti monyet, anak setan seperti setan dan wajarlah jika Anak Tuhan seperti Tuhan. Paulus menyebutnya sebagai manusia Allah ( 1 Tom 6:11). Orang perlu menyadari bahwa Allah pernah menduplicating dirinya didalam diri para malaikat di sorga salah satunya Lucifer.

Kemampuan Lucifer mirip seperti Allah namun keserupaan atau kemiripan ini disalah gunakan untuk memberontak sehingga Tuhan harus menendang dan membuangnya ke bumi untuk itulah dosa yang menjijikkan Tuhan adalah dosa kesombongan sebab kemampuan itu bisa terdapat didalam diri manusia, sebab manusia diciptakan dengan kemampuan yang pernah Lucifer miliki yakni kemiripan dan keserupaan dengan Allah. Kerinduan Tuhan bahwa manusia tidak jatuh seperti lucifer maka Ia memberikan apa saja termasuk anakNya yang tunggal Yesus dan sesudah itu Bapa kirimkan Roh Kudus untuk mengembalikan DNA manusia yang telah rusak oleh pekerjaan Lucifer. Iblis tahu bahwa yang terbaik didalam diri manusia adalah genNya Allah maka ia merusak hal yang paling vital.

        Manusia tetap bisa menjadi pintar dan bekerja dengan hasil-hasil yang luar biasa sebab iblis masih memiliki kekuatan itu namun iblis tidak memiliki DNA kerinduan untuk bertobat dan menyembah Allah dengan benar. Pada dasarnya Lucifer sangat muak kepada Allah ketika Ia menciptakan saingan diriNya. Ia akan selalu menuduh dan mendakwa bahwa Allah salah ketika menciptakan tiruan dirinya. Sebaliknya dari pihak Allah Ia ingin membuktikan kuasa serta fasilitas yang sama akan diberikan kepada manusia dengan kata keserupaan dan kemiripan manusia akan berdiri kokoh dan tidak goyah.

        Untuk itulah Lucifer bergerak mati-matian untuk merusak gambar Allah yang ada didalam diri manusia. Lucifer ingin membuat manusia sama seperti dirinya sementara Yesus memberikan kuasa Roh Kudus untuk menjadikan manusia serupa dengan diriNya sendiri. Iblis memang berhasil untuk sementara waktu dengan membujuk Hawa dan kemudian merusak Adam (Kej 3).

       Lihatlah sejak kejatuhan manusia maka fasal-fasal berikutnya menggambarkan DNA iblis bagaikan benih yang telah ditanam didalam diri manusia sehingga keturanannya mulai membunuh, dan pelecehan sexual sampai kepada Homoseksual (Kej 4 & 6 dll). DNA Allah tidak akan betah tinggal berdampingan dengan DNAnya iblis sehingga Alkitab dengan jelas mengatakan : Berfirmanlah TUHAN: "RohKu tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja." (Kej 6:3).

          Ini menunjukkan bahwa ketika Jaman Adam Roh Allah begitu dominan dalam kehidupan manusia. Sekalipun manusia Adam juga daging tetapi kemuliaan Allah penuh didalam diri manusia, sebaliknya ketika iblis menaburkan seluruh kekuatannya di dalam diri manusia untuk memberontak Allah maka manusia disebut daging sebab pemberontakan di kategorikan sebagai kedagingan.

          Manusia yang penuh kemuliaan di Jaman Adam sebelum jatuh dalam dosa yang berperan aktif didalamnya adalah Roh Tuhan sehingga hasil karyaNya didalam diri manusia begitu sempurna. Lihat saja Adam memiliki kemampuan mengumpulkan binatang dan memberi nama (Kej 2), Nuh bisa membuat bahtera besar (Kej 7), manusia bisa berperan aktif dalam perbincangan dengan Tuhan ketika Ia memperhatikan Roh Allah yang ada didalam.

         Kemampuan spiritual harus dikembangkan untuk mencari Allah. Untuk itulah setiap orang perlu meminta kepada Allah untuk memberikan Roh Kudus agar mampu menyenangkan Bapa dan mempermuliakan Yesus senantiasa. Berbeda dengan hidup kedagingan yang iblis tawarkan. Ketika seseorang hidup dalam kedagingan ia sedang menempatkan dalam posisi menjadi musuh Allah.

          Yakubus 4:4 Mengatakan : “ Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah. Iblis diidentikan dengan penguasa di udara (Efesus6). Orang yang hidup secara duniawi dan penuh kejahatan bukan saja ia beterna setan tetapi ia sedang mengerami benih setan yang terus menerus akan mengembang di dalam dirinya.

Berbeda dengan anak-anak Tuhan bila mereka mau sungguh-sungguh hidup berkenan kepada Allah maka harus mengembangkan kehidupan spiritualnya. Kemampuan ini dimiliki dan seharusnya lebih dominan sebab Anak Tuhan dipimpin oleh Roh Tuhan sendiri (Rom 8:14). Tidak semua orang Kristen hidup dalam pimpinan Roh melainkan hidup menurut kemauan daging dan perasaannya sehingga gampang tercabik-cabik, stress dan terus bergumul dalam kepentingannya sendiri saja. Anak Tuhan yang benar-benar mengembangkan DNA Roh Allah akan kedapatan menyenangkan hati Bapa

Bila seseorang dilahirkan sebagai orang yang berketurunan keraton maka ia membawa predikat sebagai orang yang berdarah biru padahal darahnya merah juga. Darah biru adalah sebuah istilah keturunan ningrat atau kerajaan yang berbeda dengan keturunan rakyat jelata! Ini sudah membudaya di kalangan masyarakat pada umumnya.

Mengingat mereka adalahketurunan keraton maka gaya hidupnya sangatlah berbeda dengan rakyat biasa. Sekalipun mereka memiliki kebutuhan dan jenis makanan yang sama namun gaya hidup, selera dan tutur kata serta sepak terjang mereka sangatlah berbeda.

Orang yang dibesarkan di sebuath keraton maka ia akan bertumbuh dalam adat keraton sehingga dapat menikmati yang terbaik dalam hidupnya. Mereka bisa dikategorikan sebagai pewaris tahta kerajaan.

Demikian juga Tuhan yang menerima kita apa adanya (rakyat biasa) namun Ia tidak ingin membiarkan kita menjadi tetap apa adanya melainkan menjadi yang sangat berbeda dan luar biasa. Pertama-tama status kita berubah dari orang yang dilahirkan dari orang biasa saja yakni oleh kemauan daging menjadi kemauan Roh (Yoh 3:4).

Hal yang paling krusial di dalam diri manusia diubahkan Tuhan terlebih dahulu, yakni benih manusia dikembalikan ke dalam standarnya Tuhan. Benih yang paling Esensial di dalam diri manusia adalah rohnya. Manusia dapat dikatakan hidup bila ada benih seorang pria yang membuahi ovum atau indung telur manusia. Pertemuan antara sperma dan ovum ini bila tepat secara alami maka akan terjalin dan membuahkan namanya janin.

Dengan kata lain janin ini terjadi oleh taste atau selera kedagingan manusia. Jenis benih yang terdapat di dalam janin tersebut adalah murni kemauan manusia seratus persen. Campur tangan Allah disini adalah secara general. Ia merestui janin tersebut karena memang hukum alam yang Ia ciptakan sendiri bergerak sesuai aturan main yang ada. Sentuhan Tuhan dalam tahapan ini berlaku untuk semua orang baik orang kafir, yang menolak Dia atau orang yang santun untuk mempercayai semua pekerjaanNya.

Alkitab sendiri mencatat keterlibatan Tuhan dalam sebuah janin, Pemazmur mengatakan : “Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepadaMu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagiMu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mataMu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitabMu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya. (Maz 139:13-16)

Tanpa keterlibatan Tuhan sebenarnya seorang bayi tidak akan dapat dilahirkan sebab Alkitab sendiri mengatakan Allah sendiri yang menenun. Sekalipun bahasa ini bagaikan bahasa puitis setidaknya semua kelahiran manusia di muka bumi ini dipastikan atas seijinNya, sekalipun tidak semua kehendakNya. Semua yang di ijinkan terjadi karena kelahiran mereka akibat pemerkosaan, atau perzinahan “accident” atau melakukannya sebelum suami istri, atau karena banyak faktor yang lainnya.

Yang menjadi pertanyaan mengapa Ia mengijinkan hal itu terjadi? Tuhan tidak bisa menarik kembali kebebasan manusia. Ia menghargai otoritas yang telah diberikan manusia untuk berkembang biak dan bertambah banyak di bumi.

Ketika Tuhan memberikan kemampuan manusia berkembang biak, pertama-tama Ia memberkati dulu baru memerintahkan manusia untuk berkembang biak tetapi manusia sekarang tanpa diberkati sudah berkembang biak. Akibatnya anak-anak tersebut tidak berada dalam berkat. Bila orang orang tidak hidup dalam arena berkat maka yang terjadi adalah kutuk!

Namun kelahiran yang menjadi kehendakNya adalah kelahiran yang berasal dari perkawinan yang kudus. Hidup dalam status perkawinan yang sah yang melahirkan anak-anak yang perkasa sesuai dengan kehendakNya. Benih yang banyak bermasalah adalah benih-benih yang berada diluar kehendakNya. Karena iblis ikut terlibat dalam men”sponsori” kemauan manusia.

Ini bukan berarti perkawinan yang sah tidak bisa di intervensi oleh iblis. Iblis bisa namun harus menghadap Tuhan terlebih dahulu untuk meminta ijinNya seperti Ayub tetapi bagi benih-benih yang disponsorinya dengan hawa nafsu dan perjinahan maka dapat dipastikan iblis punya hak sepenuhnya.

Orang yang dilahirkan oleh manusia harus dilahirkan oleh Allah. Istilah ini agak sulit diterima akal sehat. Namun orang yang dilahirkan dari Roh tidak membutuhkan intervensi kedagingan atau sponsor ibli. Orang yang dilahirkan oleh Allah harus lahir dari Roh Allah (Yoh 3:5). Orang yang lahir baru berarti lahir dari Roh Kudus!

Orang yang dilahirkan dariRoh maka vonis kerajaan sorga mereka adalah orang-orang yang dikategorikan hidup dala hadirat Tuhan (Rom 8:2). Antara kemauan daging dan kemauan roh sudah berbeda sangatlah jauh.

Hukum alam roh mengatakan bahwa orang yang mengambil keputusan untuk percaya Yesus ia dilahirkan baru oleh kehendak dari Roh Kudus disebut anak-anak Allah (Yoh 1:12) .

 

Contoh DNA

Dengan demikian orang yang menyebut dirinya menjadi pengikut Kristus menjadi anggota kerajaan sorga. Bukan saja menjadi kelompok sorga melainkan menjadi warga Kerajaan Sorga (Fil 3:20), Darah biru anak-anak Tuhan bukan berasal dari keturunan keraton di dunia ini tetapi berasal dari Kerajaan Allah.

Orang yang berasal dari Allah ini memiliki darah yang dikuduskan oleh darah Yesus. Istilah yang diberikan bukan saja darah biru tetapi darah yang telah ditebus oleh darah yang tercurah diatas Golgota!

Perubahan darah ini telah dikerjakan secara sempurna oleh Yesus di atas salib. Darah yang diberikan tersebut adalah darah yang sempurna yang tidak terkontaminasi dengan darah Adam. Semua manusia yang dilahirkan oleh manusia semua telah terkontaminasi dengan darah yang penuh pemberontakan. Seluruh darah yang mengalir di dalam tubuh manusia di bumi ini telah rusak.

Padahal DNA seseorang terdapat di dalam darahnya. Jika darah itu terus terkontaminasi maka darah itu tidak layak disebut sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh orang benar. Harus disadari sepenuhnya untuk mendapat vonis darah orang benar maka darah seseorang harus menerima darah Yesus melalui iman maupun sakramen.

Pentingnya darah Yesus masuk di dalam tubuh orang percaya sangat diharapkan oleh Penguasa Alam semesta ini yakni setiap orang percaya hendaklah menggunakan fasilitas sakramen untuk dinikmati kapan saja, dimana saja. Perjamuan Kudus merupakan lambang darah Yesus yang terus memperbaruhi umat manusia yang percaya kepadaNya. Orang percaya harus menikmati hal yang terbaik yang Allah sediakan dengan menikmati Perjamuan Kudus.

Darah biru manusia telah berubah menjadi darah rakyat jelata. Bila darah biru diangkat keturuanan kraton sebenarnya manusia adalah keturunannya Tuhan sebab sejak semula settingannya sudah demikian dan tidak ada yang mampu mengubahkannya. DNA manusia memiliki habitat manusia, bil dibedah sel manusia maka akan terdapat molekul-molekul manusiawi oleh garis keturunan masing-masing (baca DNA Roh Kudus 1) kharakter yang dibawa sejak lahir itu akan mendatangkan karakter tersendiri.

Demikian darah Yesus mengandung unsur sesuatu yang sangat Illahi yang di dalamnya setiap orang memiliki kepastian untuk masuk dalam wilayah sorga dan segala kemuliaanNya. Darah Yesus memastikan seseorang yang menerimaNya memiliki status baru sebagai anak-anak Allah (Yoh 1:12). Mengapa demikian? Sebagaimana semua tindakan mengandung resiko demikian juga orang yang percaya Yesus Kristus memiliki resiko untuk terlibat langsung dalam wilayah sorga. Mereka berisiko untuk meninggalkan dosa dan tidak tenggelam lagi di dalamnya.

Bagi sementara orang hal ini sangat istimewa namun tidak bisa dipungkiri banyak orang tidak bisa meninggalkan dosanya ketika mereka percaya akan darah Yesus dan mendapat status baru dalam kerajaan Allah. Ketika seseorang menerima Yesus maka secara otomatis sesuai hukum Alkitab orang tersebut mendapat intervensi dari Allah secara langsung yakni darahnya tidak lagi sebagai orang yang dikategorikan berdosa melainkan sebagai orang-orang yang telah ditebus dan diselamatkan. DarahNya telah bergabung dengan darah Yesus yang suci.

 

Selanjutnya >

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.