Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Pelayanan Kami  

Pelayanan kami bergerak di Area Apostolik, Propetic, Shekinah gloria Manifestasi pelayanan Kristus kami tampilkan bukan sekedar wacana melainkan realita dengan kasih yang menguasai hati kami.

Pdm. Hiruniko Ruben, M.Th (Pengajaran dan Theologia)
Pdm. Matius M. Simorangkir, M.Th (Penggembalaan)
Ev, victor Hutagalung,S.Th   (Penginjilan)
082213725878

 

 

 

Senior Pastor :                         

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th, M.Pdk
0817 677 1900 / 081315309418
 
Pelayanan yang penuh kasih kami persembahkan untuk kemuliaan Tuhan saja!
 
   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini757
Kemarin622
Minggu Ini758
Bulan Ini12993
Total Pengunjung587541

IP Kamu 54.196.47.128 Monday, 20 November 2017

Guests : 17 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 09.00 WIB
 
Hotel BnB Lt. M
JL. Boulevard Bukit Gading Raya, Kota Jakarta Utara
DKI Jakarta 14240
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
khusus hamba Tuhan dan Guru Agama Kristen
PIN BB : 7CA63E7F
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
INVESTASI KERAJAAN ALLAH
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

Hasil gambar untuk bri

023001045727503

TIMOTIUS BAKTI SARONO

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

HIDUP OLEH FIRMAN

Pdm. Hiruniko Rube,M.Th

 

Yes. 30:15-16:

"Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan, kamu berkata: "Bukan, kami mau naik kuda dan lari cepat," maka kamu akan lari dan lenyap. Katamu pula: "Kami mau mengendarai kuda tangkas," maka para pengejarmu akan lebih tangkas lagi"
 

Kita sering mendengar Firman Tuhan. Namun, secara pribadi saya sendiri memperhatikan, bahwa ternyata tidak terjadi perubahan dalam kehidupan kita. Kalaupun ada, perubahannya sangat sedikit sekali. Dalam cara-cara kita menjalani kehidupan kita, ternyata sikap, konsep dan bagaimana kita menjalaninya tidak sesuai firman Tuhan. Tidak berbeda dengan cara-cara orang-orang dunia.

Di dalam firman di atas dikatakan dengan bertobat dan tenang serta percaya, kita akan diselamatkan dan itulah kekuatan kita. Bertobat berasal dari kata syubah yang berarti berbalik arah. Tinggal diam berasal dari kata nakhath yang berarti tidak bergerak, diam. Tinggal tenang berasal dari kata shaqat yang berarti sama dengan nakhath.

Percaya berasal dari kata geburah yang berarti kekuatan (harafiah atau figuratif); dengan kaitan/dampak  keberanian, kemenangan, keahlian (mastery), keperkasaan. Tinggal diam dan percaya kepada apa/siapa? Jelas kepada Allah dan firmanNya.

 

Apakah firman itu?

Yohanes. 1:1-3 mengatakan bahwa: “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan”.

Firman (Logos) adalah Allah (Theos) sendiri. Dengan demikian, Firman itu tak terbatas oleh apapun juga, termasuk dunia ini. Namun kemudian, Yohanes menyatakan bahwa Firman (Logos) menjadi manusia (sarx). Yoh. 1:14:  “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran”. Ini dilakukan karena Allah punya rencana untuk menyelamatkan manusia, sehingga harus membatasi diriNya.

Kemudian, 2 Tim. 3:15-17 menyatakan bahwa Allah kemudian mengilhami hamba-hambaNya untuk menyusun tulisan-tulisan: “Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik”.

Dengan demikian Yesus adalah Firman yang menjadi daging dan Alkitab adalah Firman yang menjadi tulisan.

1.      Ketika kita mendengar firman Tuhan disampaikan melalui medium apapun, sesungguhnya kita sedang mendengar Allah berbicara. Hasil pemberitaan Firman tidak tergantung kepada yang memberitakan, tetapi tergantung kepada yang mendengarkan.Hidup Anda menjadi sangat tergantung kepada siapa dan apa yang Anda dengar. Contoh sederhana: Adam mendengar Hawa, dan bukan Tuhan (Kej. 3:17). Abraham mendengar Sarai (Kej. 16:2).

2.      Tuhan ingin kita mendengarkan firman Tuhan.Yes 55:3 menyatakan hal tersebut: “Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud”.

3.      Pengetahuan dan kepandaian bersumber dari Tuhan.Amsal 2:6::” Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian”.

Dampak dari mendengar atau tidak mendengar firman:

Amsal 13:13: “Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan”.

Amsal 16:20: “Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah orang yang percaya kepada TUHAN”.

Amsal 19:16: “Siapa berpegang pada perintah, memelihara nyawanya, tetapi siapa menghina firman, akan mati”.

Mazmur 119:9: “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu”.

Mazmur 119:105: “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku”.

 

Jadi, tinggallah dalam Yesus melalui berpegang pada Firman-Nya karena terlalu banyak jaminan hidup dan masa depan yang kita pasti terima. Ingat Firman Allah tidak mungkin gagal (Roma 9:6a)...

KAJI ULANG SEBUAH KITAB SUCI

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

 

     Hampir tidak akan ditemukan nada-nada sumbang yang keluar dari sebuah kitab suci yang asli berasal dari Allah yang benar. Iramanya jernih, senar-senarnya dapat dipetik oleh jari-jari kehidupan yang mampu melantunkan senandung keteduhan jiwa dan menyuarakan irama yang bernuansa sorga. Aura kebenaran semerbak memenuhi bumi dimana makluk ciptaan berpijak dan saling membagi kasih dan senyuman setiap harinya. Namun kenyataannya berbeda, nyanyian arogansi diri dan perilaku kasar menyobek-nyobek sendi-sendi kehidupan dan tatanan mapan yang telah di bina bertahun-tahun oleh tokoh-tokoh spiritual lintas agama. Seharusnya kemurnian pewahyuan Allah tidak bisa tercemar oleh ulah segelintir pengikut yang seenak perutnya sendiri dalam mempraktekkan agamanya.

Namun kalau boleh jujur dari mana para penganut agama menjadi liar dan tidak terkendali? Semua berpulang dari makanan dan minuman yang disajikan oleh guru agama masing-masing penganut. Hidangan ini menjadi cemilan, makanan ringan atau santapan resmi setiap hari bagi para pengikut agamanya. Pertumbuhan karakter yang dimilikinya tergantung sejauh mana vitamin yang diberikan atau makanan asal-asalan yang membuat sakit jiwa. Terkadang sajian makanan telah diracuni oleh ambisi pribadi sang pengajar spiritual sehingga mengakibatkan umatnya sekarat yang menaun dan ketika mereka bangun telah berubah menjadi zombi yang haus darah lain agama. Sebuah pepatah bahasa Inggris mengatakan Tell Me what you eat and I tell you what you are merupakan realitas bahwa apa yang dimakan seseorang itu menentukan siapa dirinya. Hidangan jiwa yang yang dikonsumsi para pengikut sebuah kepercayaan selalu berangkat dari kitab sucinya yang membias menciptakan moralitas sebuah kehidupan! Entah itu menjadi bobrok atau menjadi kudus dan tidak bercela!

Para fanatisme aliran kepercayan sering menstempel dirinya legal untuk membunuh sesamanya dengan wajah tanpa dosa dan deretan penyesalan. Model Saulus yang meminta surat resmi majelis agama untuk membantai orang-orang pilihan Allah telah termanifestasi di dunia modern ini. Perbuatannya halal yang berangkat dari kebenaran yang dimilikinya merestui menghabisi penganut agama lain tanpa alasan dan bagi mereka tindakan kotor itu merupakan pahala dan mahkota dalam kekekalan nanti! Kebenaran itu adalah relatif menurut versi siapa yang mengucapkannya. Kalau yang mengucapkan adalah agama a maka kebenaran itu cocok untuk agama a sementara kebenaran menurut agama b akan cocok dengan agama b. Jadi dengan demikian agama mana yang benar? Apapun alasannya semua tindakan amoral dan pembantaian dan penutupan tempat ibadah bukan berasal dari pewahyuan Illahi melainkan pelampiasan diri! Tentu kalau diteruskan kitab sucinya tidak lagi menjadi kitab yang berpredikat suci tetapi kitab yang berpredikat bobrok tetapi dianggap suci oleh pengikutnya!

Darimanakah sumber ayat-ayat yang mampu menggerakkan pengikutnya dalam membunuh dan membantai? Kepastiannya bukan berasal dari Allah yang Maha kasih tetapi dari makluk garang yang haus darah manusia yakni Iblis! Kembali perlu adanya kaji ulang tentang kitab suci masing-masing agama. Adakah kitab sucinya benar-benar berasal dari Allah asli atau berasal dari Allah palsu yakni Iblis yang menyamar sebagai malaikat terang? Kebenaran yang dimilikinya berubah dari kebenaran Allah telah disulap menjadi kebenaran diri sendiri. Harus diakui bahwa kitab sucinya sesungguhnya benar dan pewahyuannya dari Allah juga tidak salah tetapi semuanya menjadi sia-sia karena tidak mendarat dalam kehidupan para pengikutnya! Persoalannya juga terletak pada para penganut agama yang malas dalam membolak balik kitab sucinya sendiri sehingga tingkat kebodohannya mengkarat di otaknya. Akibatnya tumpul dan orang-orang tersebut berjalan dengan emosinya yang membabi buta!

Peran para rohaniawan yang mengajarkan kebenaran telah menyunatnya menjadi buah pikirannya sendiri. Ditambah lagi beberapa kepentingan pribadi untuk membakar semangat massa bahwa dirinya yang terbaik yang patut di suriteladani oleh para pemeluknya. Apapun yang diucapkannya berasal dari Allah, jika siapapun yang berani melawan akan berakibat sangsi yang berat. Belum lagi embel-embel kutuk tujuh turunan akan menulai mereka yang tidak taat kepada pemimpin rohaninya. Entah faktor XXX apa yang menggelayuti sang pemimpin spiritual sehingga mereka ngotot merusak tatanan keindahan yang terbentuk melalui massa yang beringas. Perlu ada yang bertanya dari dalam sini, model ajaran apa yang sudah dicekoki kepada mereka selama bertahun-tahun?

Sebuah rentetan pewahyuan Allah via para nabi dalam sebuah buku merupakan acuan seumur hidup. Bukan saja merupakan standar tingkah polah dan bertutur santun selama berpijak di bumi ini melainkan juga merupakan kompas perjalanan ke dalam kekekalan. Sekali didapati kesalahan maka seluruh kebenaran akan menjadi rancu dan menjadikan para pengikutnya gila-gilaan sesat dan dihinggapi roh kebencian merebak ke seluruh delapan penjuru angin merusak tatanan kehidupan. Melencengnya terlalu jauh tidak mendaki keatas tetapi menurun kebawah kearah jurang maut. Ini ditunjukkan dari moralitas para pengikutnya yang semakin payah dan amburadul!

Agama yang paling terkutuk adalah sebuah kepercayaan yang memiliki kitab suci yang berangkat dari pewahyuan iblis. Orang perlu sadar bahwa si biang kerok itu tidak mau ketinggalan dalam gelanggang pertandingan spiritual. Kalau Roh Allah memberi pewahyuan maka setan dan antek-anteknya ikut-ikutan memberi ilham kepada para napi bukan nabi, akhirnya salah dan  rusak total. Kitab sucinya mencetak orang-orang yang terikat roh kenajisan dengan nafsu liarnya yang mengoleksi wanita-wanita menjadikan istrinya di rumah bordir tanpa aturan yang jelas! Mereka menganggapnya benar tetapi nanar, minumannya darah orang-orang saleh, hartanya hasil rampokan dari si janda dan fakir miskin! Belum lagi atas perintahnya maka seluruh jemaat bunuh diri secara massal dan menjanjikan sorga akan kematian yang mengenaskan oleh serpihan-serpihan bom. Lihat saja Jim Jone, David Cores dan deretan nabi-nabi palsu yang melencengkan kebenaran untuk dirinya sendiri dan mencuci otak para pengikutnya sehingga mereka memiliki ketaatan mutlak terhadap para tokoh spiritualnya.

 

 

Alkitab dijilat, dikunyah dan ditelan

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

           Tidak banyak ditemukan anak-anak Tuhan yang sungguh kasmaran terhadap Alkitab. Mayoritas yang ada terlalu santai dan hidup dibagian kulit luarnya saja, padahal buah-buahan apapun kalau hanya kulitnya sangatlah tidak enak. Inilah yang mengakibatkan anak-anak Tuhan stubborn sangat keras kepala seperti orang Israel, bebal, konyol dan akhirnya murtad.  Pikirnya dirinya umat pilihan tiada duanya padahal Allah sendiri muak melihat tingkah polah sembrono dan tutur kata ceroboh yang tidak diselimuti kebenaran milikNya. Nama besarnya tidak cukup menjadikan hero seorang pahlawan tetapi realitasnya zero nol besar. Sekalipun namanya mendapat gelar marganya Tuhan sendiri IsraEL tetapi faktanya tertolak karena tidak dengar-dengaran. Umat ini sengaja didiaspora yakni diporak-porandakan dan diusir dari wilayah tanah perjanjian. Tidak heran juga banyak anak-anak Tuhan tidak menikmati susu dan madu sebab mereka dibuang oleh Tuhan entah kemana rimbanya. Semuanya itu berangkat karena tidak dengar-dengaran dan sikap cuek terhadap suara kebenaran Allah.

Banyak orang sadar dan bangga akan kitab sucinya, bahkan mengerti bahwa apa yang dimiliki merupakan aset profittable dan paling berharga yang pernah ada. Namun sangat disayangkan yang terbaik ini tidak pernah tersentuh oleh jiwa dan kedalaman yang ada tidak pernah terjamah oleh gairah kehidupan. Sebagai akibatnya kesemrawutan menggelayuti anak-anak Tuhan. Mereka pikir semakin ngawur semakin makmur tetapi realitasnya tambah ngelantur dan hancur. Teks Firman Tuhan yang tidak kontekstual dalam lini kehidupan mengakibatkan kerusakan yang fatalistik. Hidup ini menjadi berkeping-keping dalam setiap seginya. Lihat saja tanpa firman Allah orang akan tersesat dalam lorong-lorong maut baik disini atau dialam kekal nanti!

Kitab suci dianggapnya lebih rendah dari kisah The Lord Of The Ring yang digandrungi oleh dunia dan kurang ngepop dibanding sederetan novel yang beredar dipasaran yang juga digandrungi oleh para ABG seperti Harry Potter. Buktinya ketika mereka membaca novel atau tontonan yang kasad mata, ada gairah di hati dan membara di dada, desiran-desiran darah memainkan peranannya sealur cerita tegang di kelopak matanya. Sebaliknya ketika mulai membaca ayat-ayat Alkitab kontan saja berkedip-kedip bulu matanya disertai mulut menguap sebagai sinyal rasa kantuk datang. Perasaannya menjadi beku, gairah melorot, kaki semutan dan yang ada hanya keletihan yang memuncak dan ingin segera menemukan sorganya bantal dan guling dalam hasrat hatinya segera tidur. Kurang ajar!

Alkitab dianggapnya tidak lagi gaul dan kurang up to date dikalangan muda usia dan sudah kadaluarsa dalam dunia Intertaiment dengan gebyarnya multimedia. Ini berarti Alkitab bagaikan barang rongsongan didalam jiwa anak-anak tebusan! Nilainya terlalu rendah, permata-permata yang bersinar telah pudar oleh lapisan hasrat duniawi dan hiburan semu yang menutup selaput mata anak-anak Tuhan. Kebenarannya tidak membias dan memancar dari dalam jiwa sebaliknya suasana keruh menempel dan mengotori setiap lini kehidupan anak-anak Allah. Tidak ditemukannya lagi konkordansi berjalan, kisah Yesus dan berita kasih yang tiada duanya itu menthok dirak buku dengan debu tebal menyelimutinya. Ini realitas yang ada diantara kita! Anak-anak Tuhan sekarang sudah kehilangan selera membaca kebenaran, rangsangannya timbul oleh kebenaran diri sendiri, kisah sinetron dan berita-berita yang oh....seram .. disini ada setan!

Nyanyian kebisingan dunia telah menutup telinga anak-anak Tuhan untuk mendengar cerita kebajikan sorgawi yang memberikan kesejukan dan aroma kenikmatan hidup. Keduwian para pelayan Tuhan bukan saja menanduskan kerohaniannya tetapi juga membunuh tanpa menyisakan sisa-sisa kepekaan sedikitpun. Banyaknya tontonan layar kaca telah membutakan mata anak-anak Tuhan untuk melihat senyumanNya yang terlukis khas dalam butiran-butiran kebenaran yang sanggup mencairkan keruwetan persoalan yang sampai ke ubun-ubun. Perlu adanya bertobatan besar-besaran dalam lingkungan gereja Tuhan bukan dari perzinahan kedalam kesucian atau kesombongan kedalam kerendahan hati saja tetapi pertobatan dari kerinduan mendalam terhadap firman Allah sebab selama ini, nyanyian seperti rusa yang haus rindu aliran sungaiMu hanya hiasan bibir yang tidak timbul dari hati saja! Realitasnya seperti anjing yang menggonggong kembali kemutahnya lagi, dari pintu ke pintu hanya dosa menjadi selera jiwa.

Sidik jari Allah yang terdapat dalam ayat-ayat kitab suci telah dihapus oleh anak-anakNya dengan cara meniadakannya melalui sentuhan hiburan semu dan bacaan kotor yang menajiskan pikiran dan jiwa. Ayat-ayat firman hanya bergelantungan di tembok-tembok rumah sebagai pajangan yang dipandang oleh mata dan hiburan bagi para tamu undangan dan tidak menjadi asesoris kehidupan anak-anak terang. Sepanjang minggu absen Alkitab sementara kenikmatan duniawi menggelayutinya seakan-akan minta dininabobokkan untuk menggeser kedudukan Alkitab yang paling mulia menjadi paling terpojok itupun terhimpit oleh tekanan kehidupan. Akibatnya hidup buka dalam kepasrahan total tetapi dalam keparahan dalam setiap lini kehidupan

Periksalah dan teliti kembali berapa jumlah ayat yang masuk dan keluar, maka hitungannya akan defisit. Keluar yang dimaksud berarti hilang karena terhimpit oleh batu kerikil atau terik panasnya matahari yang menyengat sehingga kebenaran yang ada memuai entah kemana rimbanya. Kebenaran yang sudah ada didalam sini terkadang hilang karena tidak pernah diajak bercanda atau tertawa bersama. Dalam kesendiriannya kebenaran itu terus dilindas oleh kemauan perasaan yang membaja dan emosi yang meledak-ledak. Siapapun tidak akan betah kalau dicuekin terus menerus, sehingga ia akan pergi dengan sendirinya sebab sudah terlalu lama tidak diingatnya! Kebenaran adalah sesuatu yang hidup bukan barang mati yang bisa diperlakukan seenak udelnya sendiri.

Namun tidak demikian bagi mereka yang santun dalam kehidupan rohaninya. Mereka menempatkan kebenaran diatas kepala bukan dibawah ketiak! Mereka sungguh-sungguh membaca dalam tingkatan menelan habis total surrender bukan hanya menjilat dan mengunyah dan kemudian memuntahkannya kembali seperti dilakukan banyak orang percaya. Kebenaran Alkitab harus terdapat di heart, head, hand, hear sehingga seluruh lini kehidupan dikelilingi kebenaran Allah. Prinsip hidup orang macam ini akan selalu back to the bible tanpa kompromi. Ia akan selalu berkata no bible no breakfast sehingga awal kehidupannya selalu berangkat dari firman Allah. Luar biasa.

Bagi mereka yang ingin tenggelam dalam gelombang kehidupan biarlah terus melupakan nyanyian keindahan firman dan bisu terhadap suara kebenaran. Buang jauh-jauh Alkitab dan jangan colek-colek lagi. Boleh percaya atau tidak sebentar lagi peti mati akan segera meluncur menjemput kehidupan mereka yang terlalu cuek terhadap kalam Allah. Cepat atau lambat kematian rohani akan termanifes dalam bentuk sekarat yang berkepanjangan dalam nuansa jiwa yang buntu dalam kebinasaan. Mayoritas anak-anak Tuhan hanya menggali kolamnya yang bocor. Pantas saja ekonominya amburadul, keharmonisan rumah tangganya diwarnai perselingkungan. Belum lagi anak-anaknya memiliki karakter yang amburadul. Rasanya hidup ini terlalu jenuh dan tanpa jalan keluar. Semuanya itu dari galian kolam diri sendiri yang merusak tatanan kehidupan.

Setiap orang percaya harus ikut tenggelam dalam aliran sungai kehidupan Allah. Yesus sendiri berkata : Barangsiapa percaya kepadaKu, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup." ( Yoh 7:38). Kegagalan total ahli-ahli Taurat membangun kolamnya sendiri dan tidak mau tenggelam dalam sungai kehidupan yang Yesus sediakan. Setiap orang percaya harus membangun sungai dalam jiwanya untuk mengalirkan aliran-aliran kebenaran. Inilah antisipasi bau busuk yang keluar dari jiwa.

Tanpa sungai kehidupan yang Kristus sediakan jiwa seseorang akan mengeluarkan aroma busuk dan menyengat hidung Bapa di Sorga. Apapun kebenaran yang dimiliki seseorang bagi Allah sang Pencipta bukanlah kebenaran selain tutur kata yang keluar dari mulutNya sendiri. LogikaNya terlalu buntu, pandanganNya terlalu kabur untuk semua kebenaran diluar Kristus (Yoh 14:6) Wilayah sorga yang penuh kemuliaan hanya memiliki pintu masuk dengan kunci kebenaran Alkitab. Orang Kristen sekalipun yang tidak memiliki kebenaran Alkitab akan terlempar dari hadirat Allah, untuk itulah jangan ceroboh terhadap buku berharga yang ada ditangan.

Nikmati dan kunyah serta telan habis Firman Tuhan jangan hanya dijilat dan kemudian memuntahkannya lagi. Kurang ajar memang, kebenaran ini menusuk tetapi bagi yang tidak terasa tertusuk itu berarti ia terlalu lama tinggal dalam kuburan kehidupan. Secara kasad mata ia bisa berjalan tetapi rohaninya lumpuh. Mungkin ia masih bernafas dan menghirup udara yang segar tetapi sebenarnya ia telah mati lama dan tidak bangun-bangun. Suara Firman tidak terdengar atau sengaja dimatikan dalam jiwa sehingga suara diri sendiri terlalu keras. Emosi meledak-ledak minta dinina bobokkan dalam relung-relung hati yang mengakibatkan pembunuhan sesama. Betapa pentingnya setiap orang percaya menginvestasikan waktu yang ada untuk mendengar Firman dan menyediakan wilayah pikirannya untuk merenungkan kebenaran dan perasaannya memikirkan yang terbaik yang Alkitab ucapkan.

KESALAHAN ALKITAB

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

         Realitas pelecehan yang dibingkai dalam tuduhan dan caci maki terus dilontarkan mendarat dalam eksistensi Alkitab. Keraguan tentang penulisan, naskah asli serta kanonisasi terus digelar, perdebatan terus berlanjut sampai dalam pelecehan bahwa Alkitab tidak layak lagi dipakai oleh orang Kristen merebak dari obrolan di kedai kopi sampai beredar di email, website dalam internet seantero dunia. Namun demikian Alkitab terus melaju diterjemahkan semakin banyak bahasa dan tuntas menyapu noda-noda dosa setiap manusia yang mau bertobat dan percaya kepada Kristus Yesus. Kenyataan dunia ini mayoritas penduduknya percaya kepada Yesus dan kekristenan menjadi agama terbesar dunia  kecuali Indonesia sampai sekarang tidak tahu nanti.  
       Penerimaan pewahyuan yang diharapkan memuaskan otak yang terbatas sudah dipastikan tidak akan pernah conect dalam sang kehidupan. Mereka akan sampai tahapan menthok sebab Alkitab bukan panadol yang memberi obat pusing kepala tetapi malah sebaliknya membuat kepala pusing. Semakin parah dalam usaha menjejalkan pengetahuan tentang Allah dalam benaknya yang cupet bagaikan menjaring angin saja dan tidak akan berhasil. Alkitab bukan alat pemuas otak manusia melainkan konsumsi hati yang beriman dan nurani yang bersih. 
       Orang-orang yang menyalahkan Alkitab selalu berangkat dari rasa fanatisme yang berlebihan dan roh penghujatan terhadap sesuatu yang berasal dari Allah sejati. Model seperti ini tidak perlu ditanggapi atau didengar sebab akan membuat telinga panas dan darah mendidih. Bagi mereka yang sungguh-sungguh kasmaran terhadap kebenaran Allah tidak perlu menggubris ulah-ulah mulut ember yang mengobral perkataan sia-sia.

Read more: Kesalahan Alkitab

Alkitab dijilat, di kunyah dan di telan 4

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

       Firman Allah adalah makanan rohani (Mat 4:4) yang bukan hanya dijilat tetapi dikunyah dan juga ditelan bagaikan makanan jasmani. Dampak makanan ini melebihi makanan yang kasad mata manapun! Durasi kenikmatannya terletak sejauh mana manna sorgawi menyatu dan terjalin dalam jiwa manusia. Sebab sebagaimana tubuh membutuhkan makanan yang masuk kedalam perut dan diolah yang bermanfaat untuk pertumbuhan secara fisik maka rohpun juga memiliki pertumbuhan tersebut. Roh bertumbuh seiring makanan rohani yang masuk. Jika seorang mengalami kelaparan dan kehausan ia segera berteriak mencari makanan demikian juga secara rohani ada jeritan kelaparan dan kehausan akan manna sorgawi tersebut. Persoalannya apakah seseorang sadar atau dia sedang berada dalam kelaparan.

Read more: Alkitab Dijilat, Dikunyah dan Ditelan 4

Alkitab dijilat di kunyah dan di telan (3)

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M,Th

 

 

     Mengunyah adalah cara yang baik untuk memasukkan makanan dalam perut. Orang yang mengunyah dengan benar akan menghasilkan kesehatan pencernakaan yang baik tetapi tanpa mengunyah maka pencernaan lama kelamaan akan rusak dan komplikasi terhadap berbagai macam penyakit yang timbul. Para nabi-nai Tuhan sendiri disuruh mengunyak kebenaran Allah dalam mulut mereka. Yehezkiel 3:3 Lalu firmanNya kepadaku: "Hai anak manusia, makanlah gulungan kitab yang Kuberikan ini kepadamu dan isilah perutmu dengan itu."

     Lalu aku memakannya dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku. Inilah gambaran anak-anak terang menyikapi kebenaran dari Allah sebab tidak semua golongan usia dapat disama ratakan akan makanan rohani ini. Seorang bayi tidak boleh makan-makanan keras! 1 Petrus 2:2 menyatakan .... Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,.. (bdk Ibr 5:13). Dan bukan seperti orang-orang dewasa yang siap dengan makanan kerasnya (Ibr 5:12).

       Jika seseorang belum dewasa rohani dan diperlakukan oleh pendetanya dengan makanan keras maka akan timbul banyak masalah. Kalau ia sudah besar, matangnya dikarbit atau dalam masa pertumbuhan rohaninya akan sakit-sakitan karena makanan yang tidak cocok! Orang yang sakit-sakitan secara rohani akan menimbulkan banyak masalah dalam pelayanan sebab karakternya sangat belum matang. Model orang ini gampang sakit hati, haus roh pemujaan diri, cemburu jabatan orang lain dan masih sederetan hal-hal kotor yang digendongnya dalam pelayanan kepada Tuhan. Terkadang makanan keras yang disampaikan tidak menyembuhkan penyakit tetapi malah justru membuat kebal penyakitnya dan tidak tersembuhkan.Bagaikan anti biotik yang sudah lima ratus gram maka tidak akan mempan obat yang kadarnya lebih rendah!

     Jemaat harus menyadari kebenaran Firman Tuhan secara bertahap sampai dalam tahapan mengenal akan Alkitab dengan benar. Itulah sebabnya gereja harus memiliki PA yakni pendalaman Alkitab namun ibadah PA ini paling sering diabaikan bahkan ditiadakannya. Anak-anak Tuhan harus memiliki sahabat untuk bertutur kata tentang kebenaran sehingga menambahkan apa yang kurang didalam dirinya ( 1 Tes 3:10). Firman Allah yang tidak terbatas harus dipahami dengan otak yang terbatas ini tidaklah mudah. Keterbatasan-keterbatasan manusia akan menutup ketidakterbatasan Allah dalam pola pikirNya. Namun ketika seseorang merenungkan Firman Tuhan, dirinya bukan saja sedang mengunyah kebenaran tetapi menghidupkan apinya Tuhan didalam jiwanya!

      Mengunyah yang dimaksud juga harus memahami kebenaran yang akurat! Mau mencernak lebih dalam tidak asal memasukkannya dalam otak yang terbatas dan kemudian menjadikan doktrin dalam hidupnya. Ambil saja contoh dalam Yermia 11:14 Adapun engkau, janganlah engkau berdoa untuk bangsa ini dan janganlah naikkan permohonan dan doa untuk mereka, sebab Aku tidak akan mendengarkan pada waktu mereka berseru kepadaKu karena malapeta mereka. Ayat ini tidak bisa kita telan mentah-metah tetapi perlu dikunyah sampai lembut dan dilihat intisarinya terlebih dahulu! Pada saat itu hukuman sudah tiba jadi sekalipun berdoa sudah kadaluarsa, Tuhan tidak ingin umatnya melakukan hal yang sia-sia! Namun disaat keadaan normal semua anak Tuhan harus berdoa untuk bangsa dan negara!

Tuhan dalam perjanjian lama sangat merendahkan wanita menjadi second degree dalam bermasyarakat! Buktinya boleh di ceraikan dan boleh berpolygami dan masih banyak lagi contohnya :

  1. Boleh di polygami dan diceraikan (Kel 21:7-11; Ula 21:10-17; 24:1-4)

  2. Tidak berhak mendapat warisan (Bil 27:1-11)

  3. Tidak punya kebebasan mengubah dirinya sendiri, bahkan boleh diperkosa secara massal demi keselamatan suaminya (Hak 22:13-19)

  4. Boleh dihukum secara brutal, diusir dari rumah dan dan diceraikan dengan mudah (Ima 21:9; Ula 24:1-3)

  5. Keperawanan dapat diuji kesetiannya dapat disangsikan oleh calon suami atau suaminya (Ula 22:13-19)

  6. Pada masa tertentu ia najis dan bayi perempuan lebih najis daripada bayi laki-laki (Ima 12:13-19).

  7. Dalam ibadah wanita tidak memiliki kesempatanyang sama dengan laki-laki. Pada hari tertentu, ia dianggap najis dan tidak boleh beribadah. Wanita tidak boleh menjadi imam (Im 12-17; Ul 16:16; Im 21:9; 22:10-14).

 

Ayat-ayat inilah yang disinyalir mempengaruhi dan ikut andil, disalin dalam kitab suci agama tertentu sehingga memiliki konotasi bahwa ayat tersebut harus diterapkan disepanjang zaman. Namun jika diperiksa ayat-ayat tersebut malah justru melindungi hak-hak wanita yang harus dihormati dan diterapkan. Secara sederhana perlu diingat wanita tidak boleh ibadah atau melakukan sesuatu karena dianggap najis. Mengapa demikian perlu diingat pada waktu itu tidak ada kotex atau softex yang bisa memproteksi wanita jika sedang kedatangan tamu bulanannya. Allah tidak perlu menerangkan mengapa tidak boleh keluar rumah atau ibadah? Karena tidak ada softex! Ia adalah Tuhan yang bersih dan tidak mengizinkan hal yang kotor itu memasuki wilayah bait Allah.

Kebenaran ayat-ayat tersebut termasuk ayat-ayat yang tidak menunjukkan status yang ideal untuk masyarakat modern bukan sebaliknya dicontoh supaya ideal dengan melakukannya. Konsep dalam kehidupan yang kuno dan nomad tersebut tidak boleh dipaksakan menjadi prototipe wanita dalam kehidupan modern. Pemaksaannya menjadi hal yang paling bodoh dan hanya menjadi dagelan dalam kehidupan yang penuh keindahan.

Perlu dipahami bahwa cerita-cerita yang merendahkan wanita tersebut dalam Perjanjian Lama merupakan refleksi dari masyarakat yang patriarkat, tidak boleh sama sekali dijadikan pola anutan, tetapi juga tidak perlu direvisi atau dibuang dari dalam Alkitab. Adanya sejarah tersebut alkitab ingin menunjukkan cara terbaik untuk hidup di zaman nomad. Ayat-ayat tersebut masih berfungsi memberi petunjuk gaya hidup yang berada di ribuan tahun yang lalu yang bukan merupakan pola hidup seperti sekarang di abad komputer. Sekarang kita mengambil yang tersirat dan suratan yang telah ada dimasa lalu. Bukan mengambil yang tersurat dan mengabaikan yang tersirat! Bodoh amat ya?

Kebenaran yang merendahkan wanita tersebut tergolong ayat-ayat yang kasuistik bukan aturan legal atau undang-undang yang langgeng seperti apodiktif (Ulangan 5:2-20). Perlu dipahami bahwa dalam kekejaman perbudakan dan peperangan perkawinan monogami yang langgeng tidak selalu dapat dipertahankan sehingga terjadi kasus-kasus poligami dan perceraian. Untuk kasus yang telah terjadi ini dibutuhkan aturan yang melindungi hak perempuan dalam perkawinan tersebut bukan memberikan peluang untuk poligami dan perceraian. Mengambil kebenaran tanpa mengunyahnya akan berakibat fatal. Bukan saja sakit perut tetapi mendatangkan kematian sebab penyesatan dimanapun akan mendatangkan malapetaka. Kekristenan tidak mengenal poligamy award sebab sejak semula wanita tidak boleh direndahkan tetapi merupakan kawan penerima warisan kerajaan Allah dalam bentuk perkawinan yang monogami.

Banyak ayat-ayat Firman Tuhan perlu dicernak atau dikunyah sampai menemukan sarinya dengan benar. Tanpa mengunyah dan menelannya mentah-mentah maka itu berarti malapetaka besar bagi indahnya kehidupan jadi harus dipahami sepenuhnya bahwa Alkitab cocok untuk dunia kuno sampai dunia kapanpun. Namun ayat-ayat didalamnya tidak bisa digeneralisasikan namun harus dipahami secara benar!

AKITAB DI JILAT DI KUNYAH DAN DI TELAN (2)

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

Hampir semua orang akan meledak dalam kemarahan bila dirinya diidentikkan dengan seekor anjing. Harga dirinya yang mahal merasa terusik dan tercabik-cabik ketika dirinya tahu bahwa selera jiwanya tidak beda dengan seekor anjing yang hanya sampai tahapan menjilat saja! Selera anjing sangat berbeda dengan gambaran binatang rusa yang identik dengan anak-anak Tuhan.    
      Perbedaannya terletak pada kesukaanya, anjing lebih banyak menggonggong dan rusa lebih banyak diam. Ketika rusa lari keatas ia sangat sulit ditangkap tetapi kalau ia sedang menurun maka ia jauh lebih mudah ditangkap dan dibantai sebaliknya berbeda dengan anjing kalau mau keatas mau kebawah gampang di buru dan ditangkap. Ketika anak-anak Tuhan menyukai hal-hal yang di atas yakni kebenaran Firman Tuhan maka ia akan sulit ditangkap oleh dunia dan kesusahannya namun sebaliknya ketika ia memiliki rohani yang turun maka ia akan cepat tertangkap dan dibantai oleh dunia ini! Amsal 26:11 menyatakan seperti anjing kembali ke muntahnya, demikianlah orang bebal yang mengulangi kebodohannya.

Gideon pernah mengumpulkan pasukan yang akan mengalahkan musuhnya dengan seleksi yang sangat ketat sekali! Siapa diantara mereka yang menjilat seperti anjing pada waktu minum maka mer

 

eka tertolak dan tidak ikut barisan tentara Allah (Hak 7:5). Peperangan melawan musuh bukan diperuntukkan mereka yang hidup sembrono dan bermental anjing hanya menjilat tetapi mereka yang terlibat dalam peperangan yakni orang-orang yang santung menggunakan tangannya untuk minum (Hak 7:6). Hidup ini tidak boleh ceroboh seperti anjing yang pekerjaannya hanya menggonggong dan menjilat tetapi memiliki kerinduan seperti rusa yang merindukan air dan setelah menemukannya maka akan terpuaskan di kolam kehidupan!

Orang-orang yang hanya menjilat ini belum sampai tahapan penikmat kebenaran tetapi mereka hanya selintas bayang akan kebenaran alkitab. Sedikit mengecap kebaikan dan tidak mau datang lagi kepada Tuhan ( 1 Petrus 2:3). Seharusnya orang-orang percaya dapat menikmati yang terbaik dari pada Tuhan asalkan ia juga mau hidup yang terbaik juga ! Sebab keindahannya tidak terletak pada saat menjilat saja tetapi saat mengecap juga tetapi juga melihat kebaikan Tuhan ( maz 34:9)

Jemaat lebih suka berenang di tempat yang dangkal dan melupakan kedalaman rohani yang ada di dalam Yesus sehingga mereka tidak mendapatkan apapun juga (Luk 5:4). Hidupnya dihimpit oleh tekanan hidup sehingga kebenaran firman Tuhan yang ada dalam jiwanya menguap bagaikan balon entah kemana rimbanya. Tidak dibutuhkan kepuasan dan berlimpah-limpah sebab tahapannya hanya sekedar keisengan dalam beribadah. Daripada dianggap orang kafir dan tidak punya agama ia datang ke gereja sebagai kewajiban sesaat namun hatinya tidak melekat dalam kebenaran. Ia tidak berakar kedalam dan berbuah keluar.

Baginya cukup mendengar kebenaran dan kemudian melupakannya. Sikapnya yang manis duduk dikursi deretan anak-anak Tuhan yang lain dirasa cukup nyaman dengan identitasnya sebagai pendengar firman yang baik dan bukan pelaku yang terbaik. Mereka itu adalah orang-orang yang duduk manis untuk disuapi oleh sang Pendeta yang berkotbah dan kemudian pulang kembali dalam pergulatan kehidupan dan ada kalanya kembali berkubang dalam dosanya. Model orang ini tidak beda dari benih yang ditanam di semak belukar yang mudah layu oleh teriknya mentari. Jangankan bertumbuh, lewat semalam saja benih itu sudah kering dan ditiup oleh angin masalah, dan badai kehidupan yang memporak-porandakan tatanan kebenaran dalam jiwanya!

Model orang yang hanya menjilat kebenaran ini hidupnya hampir-hampir tidak ada sangkut pautnya terhadap kebenaran Allah. Logikanya mendominasi imannya sehingga seleranya menjadi rendah dan tidak teratur. Yakobus mengingatkan setiap orang yang berhadapan dengan firman Allah harus terus mengamatinya dan tidak untuk melupakannya, Yakub 1:25 mengatakan : “Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya”.

 

Maaf! Halaman ini sedang dalam perbaikan.
Silakan berkunjung kembali beberapa hari ini.
Terima kasih!
Maaf! Halaman ini sedang dalam perbaikan.
Silakan berkunjung kembali beberapa hari ini.
Terima kasih!
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.