Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini695
Kemarin1143
Minggu Ini6312
Bulan Ini20387
Total Pengunjung809398

IP Kamu 54.162.159.33 Saturday, 22 September 2018

Guests : 29 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

FIKSIKAH ALKTAB?

Pdt. Timotius Bakti sarono,M.Th

 

Kontroversi ucapan dosen Filsafat Universitas Indonesia  Rocky Gerung menuai protes banyak pihak hingga berujung pelaporan ke polisi. "Kalau saya pakai definisi bahwa fiksi itu mengaktifkan imajinasi, maka kitab suci itu adalah fiksi," demikian penggalan ucapan dia dalam program televisi Indonesia Lawyers Club yang disiarkan langsung TV One. Rocky Gerung sedang menggunakan ilmu filsafatnya dalam menganalisa kitab suci. Menurut penuturannya bahwa ia tidak menggunakan definisi  fiksi tersebut menurut kamus bahasa Indonesia melainkan dari hasil dialektika pemikirannya. Baginya kata fiktif bersifat positif bukan negatif dan ia tidak berkata bahwa ia tidak sedang menistakan agama. Tuturnya lebih lanjut dari berbagai mas media bahwa Fiksi yang dimaksud Rocky bersifat imajinasi, dan bersifat positif menurutnya. Sementara yang memiliki makna negatif bagi Rocky adalah fiktif yang memiliki arti kebohongan dan kacau.  "Saya bilang fiksi, saya tidak bilang khayalan bahkan saya gunakan kata imajinasi, jadi fiksi itu menyimpulkan imajinasi.Jadi sifatnya imajinasi," ujarnya dalam perbincangan telepon dengan CNNIndonesia.com,[i]

Inilah pola pikir filsafat yang sering kali tidak bisa dipahami oleh orang awam. Memang orang filsafat akan berpikir terlalu jauh bahkan kadang tidak mengerti arahnya. Ia tahu titik berangkatnya namun tidak pernah bertemu titik akhirnya. Rocky sedang bermain arogansi ilmunya dan menganggap rendah ilmu yang lain dalam hal ini theologia. Filsafat tidak pernah bisa bertemu dengan theologi demikian sebaliknya. Namun theologi tidak bisa dipisahkan dengan filsafat, mereka berjalan seiring sejalan yang tidak pernah mengalami titik temu.  

Kitab suci akan menjadi fiksi bila tercipta oleh hasil karya fantasi satu orang yang mengabtrasikan Allah yang memang abstrak. Dalam keabstrakanNya Ia tetap abstrak sampai kapanpun juga. Mengkonkritkan keabstrakan Allah adalah sesuatu yang sangat mustahil bahkan dianggapnya sebuah kebodohan dan dosa yang terampunkan. Dalam hal ini informasi kitab suci yang fiksi tidak pernah bisa mempertemukan aku dengan Aku yang lain untuk bisa bertemu dalam sebuah pertemuan. Titik berangkat fiksi adalah keabstrakan Allah sampai  titik akhir yang tidak pernah berakhir. Inlah kitab-kitab yang dinominasi oleh bidat-bidat dimasa lalu yang membuat para pengikutnya tergila-gila akan theologi sang fiksioner. 

Berbeda dengan Alkitab yang ditulis oleh 40 orang dari berbagai latar belakang selama 1500 tahun ditulis dalam 66 buku. Semua penulis Alkitab adalah kolektor karya Allah yang tidak kelihatan menjadi terlihat secara kasat mata. Keterbuktian keabtrakan Allah menjadi nyata sepenuhnya dalam realitas keberadaan Sang Mesias hadir menjadi ada dan nyata dalam sejarah kehidupan yang terformat dalam Alkitab.

Alkitab adalah karya Allah yang sempurna[ii]dan tidak pernah dihasilkan oleh pola pikir manusia melainkan hasil dari pewahyuan dari Allah sendiri[iii]. Karya Allah ini sudah final yang harus dilakukan dengan setia dan tidak boleh ditambah atau dikurangi[iv]sedikitpun.  Kapanpun dan siapapun yang berani meremedial dan merevisinya akan menanggung konsekwensi dari Tuhan berupa bertambahnya berbagai malapetaka[v]. Allah sendiri memanifestasikan dirinya dalam diri makluk ciptaan yang paling mulia yakni manusia dalam pengalaman demi pengalaman adikodrati.

Salah satu sifat Alkitab adalah infallible adalah bahwa Alkitab memiliki otoritas yang absolut dan tidak bercacat, tidak akan gagal dalam setiap penghakiman dan pernyataannya,  dan setiap pengajarannya tidak dapat digugat bersalah, tidak menyesatkan dan tidak dapat dikontradiksikan serta disangkal kebenarannya. Dan karakter selanjutnya adalah inerrant berasal dari kata kerja dasar bahasa Latin errare yang mengimplikasikan sesuatu yang menjauhi kebenaran, sehingga kata inerrant menyatakan kualitas yang bebas dari kesalahan (exempted from error/error-free)[vi]. Jadi doktrin ineransi Alkitab berarti Alkitab adalah firman yang diwahyukan oleh Allah sendiri dan diilhamkan Roh Kudus kepada para penulisnya sehingga naskah aslinya memiliki kualitas yang bebas dari kesalahan, bukan hanya dalam hal yang berkaitan dengan moral dan kerohanian tetapi juga termasuk hal yang berkaitan dengan sejarah, geografi, dan ilmu pengetahuan[vii].

Jadi dapat disimpulkan ketika seseorang berhadapan dengan ayat-ayat kebenaran maka seseorang harus tunduk tanpas syarat dan rekayasa pola pikir. Hati dan pikirannya harus diisi dengan kebenaran bukan sebaliknya berusaha mengisi kebenaran dengan dialektika pikirannya. Harus dipahami bahwa sangatlah berbeda antara mengisi dan diisi dengan kebenaran. Rocky gerung sengaja memasukkan pikirannya kedalam kebenaran bukan kebenaran yang menguasai pikirannya sehingga terjadi kekacauan antara fiksi dan fakta. Kitab suci secara umum harus diakui sebagai fakta pewahyuan bukan fiksi atau imaginasi. Karena  etimology kata fiksi adalah cerita atau latar yang berasal dari imajinasi—dengan kata lain, tidak secara ketat berdasarkan sejarah atau fakta[viii].

Tidak pernah ada kisah dalam Alkitab merupakan daya kayal manusia. Pergaulan Allah di dunia manusia bukanlah kumpulan mitos-mitos entah berantah melainkan kisah nyata bagi yang mempercayainya. Kumpulan mitos-mitos direalisakan menjadi logos di tangan Allah yang benar. Logos berasal dari bahasa Yunani yang berarti sabda atau buah pikiran yang diungkapkan dalam perkataan, pertimbangan nalar atau arti[ix]. Sebenarnya logos merupakan ungkapan ibrani Davar yang sangat erat hubungan dengan penciptaan, kristologi, soteriologi dan teologi[x].

Di dunia ini ada banyak versi penciptaan alam semesta yang berupa mitos-mitos yang dipecayai oleh dunia purba. Setiap negara, kerajaan atau bangsa dan daerah memiliki mitosnya sendiri namun demikian mitos itu menjadi logos ketika Allah mewahyukan kebenaran penciptaan secara rinci dalam Alkitab. Logos itu terus berkembang dalam pimpinan Roh Kudus menghasilkan sebuah realita kehidupan. Hal itu terjadi karena setiap ucapan Allah identik dengan pribadi yang memiliki jiwa, kuasa dan bisa bergerak sendiri serta tidak akan kembali dengan sia-sia11

Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak mungkin Alkitab merupakan fiksi sebab titik berangkatnya selalu berasal dari pola pikir Allah sementara fiksi berangkat dari pola pikir manusia. Sampai kapanpun fiksi tidak akan pernah bertemu dengan kebenaran sebab rancangan Tuhan sangat berbeda jauh dengan rancangan manusia[xi]Jika dalam Alkitab terdapat fiksi manusia maka standarnya sangat rendah sebab hasil karya manusia. Allah tidak pernah memerintahkan sesuatu yang tidak bisa dilaksanakan oleh manusia. Jika perintahnya hasil fiksi Allah maka manusia tidak mungkin bisa melaksanakannya. Fiksi menghasilkan produk-produk manusia sementara fakta karya Allah dalam Alkitab menghasilkan kekekalan yang berangkat dari  iman13 menuju kesempurnaan sampai dalam kekekalan abadi. Orang harus sadar bahwa apa yang berasal dari hati akan menyentuh hati dan apa yang dari akal akan menyentuh akal. demikian firman Allah merupakan isi hati Tuhan yang hanya mampu diterima dengan kerendahan hati bukan dari arogansi pola pikir dengan segala keterbatasannya. 



[i] https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180413094833-12-290510/rocky-gerung-klarifikasi-soal-kitab-suci-fiksi

[ii]Mazmur 19:8

[iii]2 Petr 2:1

[iv]  Ulangan 12:32

[v]Wahyu 22:18-19

[vi]http://www.buletinpillar.org/artikel/apakah-alkitab-tidak-bisa-salah

[vii] ibid

[viii] "fiction." Merriam-Webster.com. Merriam-Webster, Incorporated. 2015.

[ix] J.D.Douglas."Ensiklopedi Alkitab".Jakarta.Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF.1992.hal 315.

[x] ibid

11 Yesaya 55:11

[xi] Yesaya 55:8

13 Rom 10:17

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.