Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini632
Kemarin954
Minggu Ini1586
Bulan Ini18138
Total Pengunjung779983

IP Kamu 54.225.57.230 Tuesday, 21 August 2018

Guests : 63 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

INJIL ABU-ABU

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

Nurani yang bersih seharusnya memandang kebenaran berangkat dari kerendahan hati, santun dan hormat akan Allah. Orang harus sadar bahwa kebenaran itu transenden[1] dan setiap orang yang akan memahaminya harus selalu berada dalam kendali pimpinan Roh Allah. Kebenaran sejati  yang berasal dari Pribadi yang  MAHA BIJAK  dari SANG KHALIK disebut INJIL KRISTUS tidak mungkin dipahami secara sempurna  oleh makluk ciptaan yang terbuat dari debu dan tanah liat[2]. Usaha memahami kebenaran dengan arogansi diri itu dapat dianalogikan seperti seorang anak kecil ingin mengisi semua isi lautan ke dalam sumur dari pasir yang dibuatnya sendiri  di pinggir pantai dan itu sangat mustahil terjadi. Orang yang mengira dapat merekayasa kebenaran melalui dialektika pikirannya dan mengatakan kebenaran adalah  fiksi maka itu pertanda tong kosong nyaring bunyinya.

Dalam memandang kebenaran harus berangkat dari iman yang melebihi akal pikiran yang serba terbatas. Imanlah yang akan memenuhi pikiran dengan kebenaran bukan sebaliknya pikiran yang  dapat mengisi kebenaran. Orang yang memahami kebenaran dari kaca mata iman akan menyadari bahwa Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya,….[3]. Sebaliknya jika seseorang mengutamakan akal dan pikirannya seolah-olah dewa yang  melebihi kebenaran maka tidak ada ubahnya seperti orang-orang farisi dan ahli-ahli Taurat. Mereka memvonis dirinya menjadi orang paling suci, paling hebat dan serba tahu soal hukum dan kebenaran. Sebagai akibatnya maka kebenaran hanya sekedar disuarakan tanpa dipraktekkan. Hasilnya kelompok model-model seperti ini di dunia moderan dapat dikatakan bagaikan  gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing[4]

Arogansi diri tidak ada ruang untuk kebenaran karena akan menghasilkan perseteruan dan percideraan antar makluk ciptaan. Kesombongan bukan buah roh melainkan hasil buah pola pikir yang melawan Tuhan. Hal ini terbukti dari unjuk perasaan kebencian kepada sesama dan penguasa yang diangkat dan ditetapkan  oleh Tuhan sendiri[5]. seharusnya kebenaran membawa damai sejahtera tidak membawa kegaduhan dan merusak sendi-sendi damai sejahtera sebagai bangsa dan negara. Orang yang menyelewengkan kebenaran dengan rekayasa jahat demi pangkat, jabatan dan kekuasaan maka siapapun mereka yang menabur angin, maka mereka akan menuai puting beliung..[6]

Injil kelabu adalah kebenaran hasil rekayasa manusia jahat demi kepentingan sesaat. Hasilnya kebenaran telah dikorupsi untuk komoditas politik dan rekayasa ngawur yang menjadi dokma bagi umat. Ucapan kebenaran yang ditafsirkan selalu ambigu[7] dan realitasnya menghancurkan kehidupan karena dikonsumsi oleh rakyat yang lapar sementara sajian yang diberikan adalah sianida. Hal ini terbukti kebencian, kemarahan, kekacauan dan huru hara yang merebak seperti api yang membakar masyarakat yang fanatisme berlebihan. Orang yang selalu mengucapkan kebenaran tanpa kedamaian akan sulit dideteksi dan sukar diajak komunikasi karena hasratnya hanya konfrontrasi belaka. Mereka yang berdiri dengan tutur kata santun, dan sikap wajah tanpa dosa namun berhati busuk dapat disebut sebagai serigala berbulu domba[8] dan harus diakui ada banyak diantara kita.

Kata Injil berasal dari bahasa Yunani uanggelion yang berarti pembawa kabar baik. Injil  Kristus yang memenuhi bumi  akan berdampak bagi setiap orang, bangsa dan negara dengan perubahan yang signifikan. Bila injil menyentuh bangsa dan negara maka akan membuat perubahan dari negara miskin, menjadi berkembang dan kemudian menjadi negara maju. Bukan itu saja melainkan menjadi negara makmur, damai dan negara yang paling nyaman dihuni. Lihatlah negara-negara yang mempraktekkan Injil Kristus sepenuhnya dan menjadi iman yang mayoritas penduduk, tidak mungkin menjadi negara miskin! Bila Injil menyentuh seseorang maka akan ditemukan menjadi pribadi yang penuh sukacita dan kelimpahan kasih karunia.

Kebenaran yang tidak membawa kabar baik buat sesama bukanlah Injil yang berasal dari Allah. Ciri utama kebenaran yang berasal Allah adalah bernuansa kasih Allah. Jika tidak demikian dapat disebutkan kebenaran tersebut adalah kebenaran abu-abu alias tidak jelas! Untuk apa kebenaran jika hanya menghasilkan perseteruan dan kekacauan hidup? Orang harus mawas diri bahwa kebenaran adalah bekal masa depan dalam kekekalan bukan untuk kepentingan sesaat. Injil abu-abu bercirikan pertama Injil tersebut berbeda dengan Injil yang Paulus sampaikan. Paulus sampaikan : “ Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia [9].  Injil diluar pemberitaan Paulus adalah Injil yang terkutuk! Karena kebenaran tersebut bukanlah kebenaran yang mendatangkan kabar sukacita melainkan kabar dukacita. Paulus mengidentikkan Injil diluar pemberitaannya adalah kebenaran terkutuk karena mendatangkan kebinasaan. Orang yang terkutuk adalah orang yang identik calon penghuni neraka kekal

Harus dipahami semua orang bahwa kebenaran yang mendatangkan celaka di bumi pasti akan menyeret para pengikutnya dalam kebinasaan yang kekal. Karena yang terikat di bumi akan terikat di sorga[10] karena dalam dunia saja tidak bisa mendatangkan damai sejahtera apalagi dalam kekekalan nanti. Berita kabar sukacita akan menyentuh hati bukan sekedar akal pikiran! Orang harus mendapatkan kebahagiaan secara personal dan hakiki dalam hidup di bumi yakni damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus melalui Injil Kristus. Kebenaran yang tidak mendatangkan damai sejahtera adalah rekayasa abu-abu yang hanya membuat orang terlena dengan fata morgana sementara selama di bumi ini. Yesus Kristus sendiri menawarkan sebuah kebenaran yang keduanya dapat dikonsumsi oleh semua makluk di bumi[11] Injil abu-abu yang identik dengan kutukan itu berasal dari Iblis yang hanya mencuri, membunuh dan membinasakan, sementara Yesus sendiri berkata Aku datang memberi hidup dalam segala kelimpahan[12] Area kutuk adalah area pencurian, kematian dan kebinasaan sementara area Injil sejati adalah hidup “Zoe” yang berstandar dari Allah bukan hidup bios yakni hidup manusia yang sama dengan binatang. Kehidupan ini hanya berasal dari Allah yang berkelimpahan.

Hal kedua yang menjadi renungan setiap orang bahwa Injil abu-abu bukan berasal dari Allah sejati sebab semua pengajaran yang tidak bersumber dari ajaran Kristus bukan berasal dari Allah sejati[13] Yohanes dengan jelas mengatakan : Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak. Jika seseorang tinggal dalam ajaran Kristus maka ia sedang menempatkan diri menjadi orang dalam dan bukan orang luar. Tinggal dalam kerajaan Allah dan memperoleh seluruh fasilitas kerajaan Allah yakni kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus[14] Disamping hal tersebut maka inti dari ajaran Kristus adalah Kasih kepada Allah dengan sepenuh hati dan kasih akan sesama manusia[15] Ajaran yang tidak berangkat dari kasih maka bukan berasal dari Allah yang penuh kasih. Hal ini bisa dibuktikan seperti apa yang Yesus ucapkan “Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?[16]

Hal yang ketiga perlu dipahami bahwa Injil abu abu tidak akan pernah memberi jaminan keselamatan. Banyak orang mempelajari kebenaran yang dianggapnya lurus tapi sebenarnya ujungnya maut[17] namun Injil memberi kepastian keselamatan di dalam Kristus Yesus[18] Injil menginformasikan bahwa keselamatan dikerjakan dan bersumber di dalam diri satu orang yakni Kristus Yesus[19] bukan agama. Seseorang tidak mungkin ditolong dan diselamatkan oleh satu lembaga agama termasuk agama Kristen. Orang diselamatkan oleh manusia yang lain dan pribadi yang layak menyelamatkan adalah Kristus Yesus sendiri yang identik dengan namanya Yesus yang berarti Juru selamat. Adakah Ia layak menyelamatkan manusia? Lihat saja benihnya dari Roh Allah maka hidupnya tidak kedapatan noda dosa setitikpun. Jika Yesus Kristus selama hidupnya berzinah atau membunuh satu kali saja maka Ia tidak layak diikuti. Ia mati sebagai manusia tetapi Ia bangkit mengalahkan maut dan hidup selamanya. Adakah nabi, rasul dan orang kudus yang bisa menyamai diri-Nya? Tidak akan pernah ada bahkan Ia akan datang sebagai Imam Mahdi yakni Hakim yang adil! Adakah manusia bisa menjadi hakim yang adil? Tentu tidak ! dan tidak akan pernah !

Jadi kesimpulan Injil abu-abu adalah kebenaran yang direkayasa oleh manusia dengan perkataan-perkataan yang dianggap suci yang dikonsumsi kalayak ramai. Padahal realitasnya adalah sajian kutukan yang menghasilkan kekacauan multi dimensi. Sebagai akibatnya para pengikutnya bagaikan sapi yang dicocok hidungnya hanya mengikuti tokoh-tokoh spiritualnya. Apapun yang diucapkan pemimpinnya diikuti dan dipraktekkan tanpa keraguan sedikitpun karena dianggapnya seratus persen dari Allah. Jika kebenaran yang disampaikan berasal dari pimpinan oleh Roh Allah maka akan mendatangkan keselamatan kekal namun jika tidak sebaliknya akan menyeret semua pengikutnya dalam neraka kekal.

 

 

 

 



[1] transenden (Inggris: transcendent; Latin: transcendere) merupakan cara berpikir tentang hal-hal yang melampaui apa yang terlihat, yang dapat ditemukan di alam semesta. Contohnya, pemikiran yang mempelajari sifat Tuhan yang dianggap begitu jauh, berjarak dan mustahil dipahami manusia.

[2] Kejadian 2:7

[3] Roma 1:16

[4] 1 Korintus 13:1

[5] Roma 13:1

[6] Hosea 8:7

[7] Bermakna lebih dari satu (sehingga kadang-kadang menimbulkan keraguan, kekaburan, ketidak jelasan dan sebagainya); bermakna ganda,taksa

[8] Matius 7:15

[9] Galatia 1:8-9

[10] Matius 16:19

[11] Yohanes 10:10

[12] Berasal dari bahasa Yunani Perisso yang berarti superabundant in quantity or superior in quality…

[13]  2 Yohanes 1:9

[14] Rom 14:17

[15] Matius 22:37-38

[16] Matius 7:16

[17] Amsal 16:25

[18] Yohanes 3:16

[19] Kisah rasul 4:12 

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.