Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Pelayanan Kami  

Pelayanan kami bergerak di Area Apostolik, Propetic, Shekinah gloria Manifestasi pelayanan Kristus kami tampilkan bukan sekedar wacana melainkan realita dengan kasih yang menguasai hati kami.

Pdm. Hiruniko Ruben, M.Th (Pengajaran dan Theologia)
Pdm. Matius M. Simorangkir, M.Th (Penggembalaan)
Ev, victor Hutagalung,S.Th   (Penginjilan)
082213725878

 

 

 

Senior Pastor :                         

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th, M.Pdk
0817 677 1900 / 081315309418
 
Pelayanan yang penuh kasih kami persembahkan untuk kemuliaan Tuhan saja!
 
   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini759
Kemarin622
Minggu Ini760
Bulan Ini12995
Total Pengunjung587543

IP Kamu 54.196.47.128 Monday, 20 November 2017

Guests : 84 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 09.00 WIB
 
Hotel BnB Lt. M
JL. Boulevard Bukit Gading Raya, Kota Jakarta Utara
DKI Jakarta 14240
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
khusus hamba Tuhan dan Guru Agama Kristen
PIN BB : 7CA63E7F
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
INVESTASI KERAJAAN ALLAH
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

Hasil gambar untuk bri

023001045727503

TIMOTIUS BAKTI SARONO

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

Ada dua sakramen dalam gereja Protestan yakni baptisan dan Perjamuan Kudus. Setiap sakramen menganugerahkan atau meningkatkan kasih karunia yang menguduskan. Sementara gereja Calvinis hanya menerima dua upacara gereja yaitu baptisan dan Perjamuan kudus. Keduanya juga dipakai sebagai sarana untuk memperoleh kasih karunia. Berkhof menulis Sebagai tanda dan meterai kedua sakramen ini merupakan sarana untuk memperoleh kasih karunia maksudnya sarana untuk menguatkan kasih karunia batiniah yang dikerjakan di dalam hati oleh Roh Kudus. 

Read more: Baptisan Dan Perjamuan

 Tujuan utama hidup manusia ialah memuliakan Allah baik bagi orang percaya secara pribadi atau bagi gereja secara keseluruhan

MISI GEREJA

Setiap gereja lokal harus memiliki pertanyaan utama yakni apakah misi gereja? Apakah yang seharusnya gereja lakukan?Bagaimanakah bunyi mandat Alkitabiah bagi gereja? Beberapa jawabannya dapat dikemukakan sebagai berikut :


Read more: Misi Dan Sasaran Gereja

Harus disadari oleh orang percaya bahwa tidak semua penderitaan berangkat dari kesalahan dan dosa seseorang. Sekalipun mayoritas pada umumnya, setiap orang ditimpa malapetaka selalu dikaitkan dengan  tegoran atau hajaran Tuhan yang berbentuk kemarahan untuk memperingatkan tingkah polah dosa dan kesalahannya namun tidak untuk Ayub.

Allah menggunakan segala malapetaka, bencana dan kematian menjadi intrument yang efektif untuk menghajar dan meremukkan seseorang karena tabiat buruknya atau sebaliknya semua derai air mata malah justru menjadi alat yang efektif untuk pemulihan dan pelipat kaligandaan berkat Allah!
Harus disadari oleh orang percaya bahwa tidak semua penderitaan berangkat dari kesalahan dan dosa seseorang. Sekalipun mayoritas pada umumnya, setiap orang ditimpa malapetaka selalu dikaitkan dengan  tegoran atau hajaran Tuhan yang berbentuk kemarahan untuk memperingatkan tingkah polah dosa dan kesalahannya namun tidak untuk Ayub. Allah menggunakan segala malapetaka, bencana dan kematian menjadi intrument yang efektif untuk menghajar dan meremukkan seseorang karena tabiat buruknya atau sebaliknya semua derai air mata malah justru menjadi alat yang efektif untuk pemulihan dan pelipat kaligandaan berkat Allah!
   Ayub salah satu pribadi yang jelas diungkapkan oleh Alkitab secara gamblang bahwa semua kesusahan yang menimpanya bukan akibat ulahnya melainkan berada dalam skenario Allah bahkan semua peristiwa yang terjadi merupakan ketetapan Allah baginya. Ayub sendiri tetap kokoh dalam setiap ungkapan yang dilontarkannya bahkan cenderung overconfidence  merasa diri benar bahkan berani menantang Allah ditengah-tengah prahara yang dialaminya. Keyakinan Ayub akan kerohaniannya tidak diragukan lagi sekalipun semua sahabatnya kecuali Elihu mencelanya. Ayub sendiri bukan saja memberi bukti theologis tetapi realitas sikapnya ia tidak meninggalkan Tuhan.
    Ayub seorang pribadi yang kokoh dalam iman bukan saja sebagai orang yang yang idealis dalam memandang kebenaran Firman Tuhan tetapi ia juga realistis dengan mempraktekkan kebenaran dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian tidak ada alasan untuk iblis menyerang titik-titik kelemahannya. Hampir tidak ditemukan kesalahan didalam diri Ayub dan kekuatan kerohanian Ayub dapat  menjadi kebanggaan Allah. Allah sendiri berani mempertontonkannya akan kesetiaannya bukan seperti yang dituduhkan oleh iblis kepadaNya!
    Allah memberi bukti akan sifat Ayub sebelum masa-masa pencobaan datang bahwa ia adalah seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh  dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan (Ayub 1:1) adapun kesaksian Ayub itu memiliki bukti yang akurat bahwa perkataan Allah tidak pernah salah ia seorang yang memenuhi kreteria yang Allah miliki.

1. Ia seorang yang saleh
   Kesalehan merupakan karakter Allah yang tidak dapat diragukan! Kata saleh sendiri berasal dari bahasa Ibrani  tam  dibaca tawm yang memiliki arti komplet biasanya digunakan untuk moralitas yang baik atau sesuatu yang istimewa, gentle dan yang kekakasih. King James version menterjemahkan dengan sempurna. Alkitab tidak banyak memuji seseorang diawal penampilannya. Ayat pertama perkenalannya Allah memujinya dengan kata seorang yang saleh. Kesalehan Ayub dapat dibuktikan dengan moralitas yang baik, ia memiliki keyakinan-keyakinan yang mendalam tentang kemurnian seksualitas. Ia sendiri mengatakan bahwa : Jikalau aku bergaul dengan dusta, atau kakiku cepat melangkah  ke tipu daya, biarlah aku ditimbang di atas neraca yang teliti, maka Allah  akan mengetahui, bahwa aku tidak bersalah. Jikalau langkahku menyimpang dari jalan, dan hatiku menurut pandangan mataku, dan noda melekat pada tanganku, maka biarlah apa yang kutabur, dimakan orang lain, dan biarlah  tercabut apa yang tumbuh bagiku.  Jikalau hatiku tertarik kepada perempuan, dan aku menghadang di  pintu sesamaku, maka biarlah isteriku menggiling bagi orang lain, dan biarlah orang-orang lain meniduri dia. Karena hal itu adalah perbuatan mesum, bahkan kejahatan, yang patut dihukum oleh hakim. (ayub 31: 5-11)
Dalam sikap inilah Ayub memiliki komitmen yang jelas bahwa ia sebagai seorang yang saleh dengan terus mengarahkan dirinya dalam jalur kebenaran saja. Bila didapai dirinya menyimpang ia siap dengan berbagai macam konsekwensi yang harus dibayarnya!
2. Ia seorang yang jujur.
   Tidaklah mudah mendapati seseorang yang jujur di jamannya apalagi di jaman sekarang. Ayub seorang yang memiliki kategori jujur. Kata jujur sendiri dalam bahasa Ibraninya adalah yashar dibaca yaw-shawr'  yang memiliki arti lurus atau sebenar-benarnya! Dalam arti kata Ayub telah belajar hidup lurus dihadapan Tuhan dan tidak menempatkan dirinya ditempat yang membahayakan dirinya atau menyulitkan dirinya sendiri. Ketika segala malapetaka menimpa dan istrinya memintanya untuk menghujat Allah maka dengan lantang Ayub berkata jujur dari dalam hatinya bahwa :"engkau berbicara seperti  perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah,  tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu  Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya (Ayub 2:10)
3. Ayub seorang yang takut Allah
   Ayub seorang yang takut akan Tuhan itu berarti seorang yang berhikmat (Ams 1:7). Tindakan dan tutur katanya tidak ceroboh atau sembrono dalam menghadapi segala sesuatu termasuk ketika ia menanggapi semua malapetaka yang menimpanya. Ayub mengakui sendiri ia mencintai kebenaran, dan bergaul akrab dengan Tuhan (Ayub 29:4)
   Jiwa Ayub yang takut akan Tuhan menjadikan dirinya mampu menjawab seluruh pertanyaan sahabat-sahabat yang menuduh dan mendakwanya. Ia benar-benar merasa tidak berdosa sebab hubungannya dengan Tuhan dan rasa takutnya memiliki kekuatan riil bahwa ia tidak sedang melakukan kesalahan. Kata takut sendiri berasal dari bahasa yare'  yang artinya takut yang penuh dan disertai rasa hormat. Ayub membuktikan dirinya sebagai pribadi yang benar-benar takut akan Tuhan!
4. Ayub tidak melakukan kejahatan
   Tindakan istimewa dari kesaksian Alkitab bahwa seorang yang bernama Ayub adalah seorang yang tidak berdosa. Menjauhi kejahatan tersebut dalam bahasa Ibraninya adalah Natah yang memiliki akar kata yang berarti memisahkan diri dari tindakan iblis! Ayub pribadi yang jelas-jelas tidak mau berkompromi dalam bertindak. Dalam kesaksiannya ia tidak menuduh iblis atau menghujat iblis dalam mengacaukan seluruh tatanan yang ada sebab ia sama sekali tidak ada sangkut pautnya dalam kehidupanya dengan kuasa-kuasa iblis tersebut.
   Ayub sedang mempercayai kuasa yang besar yakni kuasa Allah yang tidak pernah berubah yang selalu menuntunnya. Kebenaran Allah menjadi barometer dalam kehidupannya. Dalam kesaksiannya Ayub mengatakan bahwa Jikalau aku menaruh kepercayaan kepada emas, dan berkata kepada  kencana: Engkaulah kepercayaanku;  jikalau aku bersukacita, karena kekayaanku besar dan karena  tanganku memperoleh harta benda yang berlimpah-limpah; ......maka hal itu juga menjadi kejahatan yang patut dihukum oleh hakim, karena Allah yang di atas telah kuingkari. (Ayub 31:24-28)
   Dari ungkapan kebenaran diatas Ayub memiliki komitmen yang sangat jelas bahwa dirinya tidak hidup dalam suatu tindakan kesalahan yang fatal dalam menjalani kehidupan. Sebelum berbagai macam persoalan kehidupannya tidak didapi suatu kesalahan dan dosa sehingga sebenarnya iblis tidak berhak menuduhnya sebagai seorang yang disogok Tuhan dengan melimpahnya harta sehingga ayub menjadi seorang yang takut akan Tuhan. Untuk alasan tersebut diatas maka semua bencana bukan karena kesalahan dan dosa Ayub tetapi merupakan skenario Allah untuk membuktikan kepada iblis bahwa Ayub seorang yang benar!

AYUB DIUJI
DALAM  TUJUH CARA YANG BERBEDA

   Berbagai macam ujian yang menimpa Ayub bukan terjadi hanya satu sisi kehidupannya namun hampir seluruh lini kehidupannya ditimpa berbagai ujian. Semua ini untuk membuktikan bahwa ia seorang yang berkualitas emas murni. Kemampuan Ayub memasuki api yang membakarnya menunjukkan bahwa ujian-ujian itu mengasah dirinya untuk lebih murni dan terbebas dari berbagai macam karat dosa dan kejahatan.
   Allah berhak memberikan konpensasinya ketika menimpakan ujian itu kepada Ayub dan Ia berhak memberkati berlipat kali ganda sebab apa yang telah Ia ambil dikembalikannya setelah berbagai macam ujian usai dan ini dibuktikan sendiri oleh Allah saat-saat terakhir dalam fasal-fasal Ayub. Ia bersedia turun memberi jawab sendiri dan mau berdialog dengan Ayub. Kalau level Allah mau berbicara dengan seorang manusia itu sudah merupakan berkat besar dan Ayub mengakui berbagai macam kesalahan dalam menghadapi ujian yang telah dilaluinya. Adapun berbagai ujian itu.
1. Secara ekonomi
   Seluruh kekayaan yang telah dikumpulkan Ayub bertahun-tahun musnah dalam waktu sekejap mata. Rentetan bencana yang terjadi setelah ayat 14 dari fasal 1 kitab Ayub memberikan bukti akurat bahwa semua yang dimiliki Ayub dirampas dalam waktu sekejap mata. Cara Allah membiarkan iblis merampok harta Ayub dikerjakan oleh iblis secara membabi buta sama sekali jauh dari perikemanusiaan.
   Iblis dengan semangat yang menyala-nyala ingin membalaskan dendamnya kepada Ayub. Dengan bekal ijin daripada Allah maka iblis mulai merudak tatanan kehidpan Ayub. Ia memakai perampok untuk merampok dengan memakai  orang-orang syeba bukan saja merampas tetapi juga membunuh para penjaganya (ayub 1:15). Selanjutnya orang-orang Kasdim merampok untanya dan membunuh para pelayannya (ayub 1:17). Bukan saja dengan cara manusia, iblis juga mampu menurunkan api dari langit membakar seluruh kambing dombanya  dan membunuh pelayannya juga (ayat 16). Dari berbagai macam bukti otentik cara-cara penyebah hancurnya seluruh aset kekayaan Ayub maka dipastikan seluruh hartanya habis!

2. Dalam rumah tangga
   Keharmonisan rumah tangga ayub yang tidak perlu diragukan hancur juga dalam waku singkat. Alkitab mencatat dengan jelas bahwa anak-anak Ayub dalam waktu singkat dibantai dengan cara iblis mendatangkan angin ribut yang merobohkan rumah yang menimpa anak-anaknya (Ayub 1: 18-19)
   Seorang istri yang selama ini tidak pernah kedapatan cela yang diungkap oleh Alkitab adalah istri Ayub. Namun sesudah malapetaka yang menimpa maka perangai istri yang menyuruh suaminya mengutuki Allah dibeberkan yakni istri Ayub (Ayub 2: 9-10) Dari berbagai malapetaka yang menimpa keluarga Ayub ini maka praktis bahwa Ayub tidak lagi memiliki keharmonisan dalam berumah tangga, semuanya hancur sehingga sisi keluarga ini tampak sangat hancur total!
3. Secara Jasmani
Kekuatan Ayub masih tersisa didalam kesehatan yang dimilikinya. Kesehatan sebenarnya melebihi kekayaan apapun yang dimilikinya. Dengan kesehatan ayub bisa lagi bekerja dan melakukan seluruh aktifitas untuk meraih kembali keberhasilan yang pernah ia miliki. Namun kekuatan yang satu inipun dirampas oleh iblis. Ayub tidak ada kemampuan untuk bekerja dan berkarya meraih finansial sebab ia sangat lemah dan menderita sekali dengan penyakitnya
   Alkitab mencatat penderitaan fisik Ayub : Kemudian Iblis pergi dari hadapan TUHAN, lalu ditimpanya Ayub  dengan barah yang busuk dari telapak kakinya sampai ke batu kepalanya (Ayub 2:7). Jenis penyakit kulit ini tidak memberi kesempatan untuk Ayub mengadakan perjalanan kemanapun juga sebab sangat menderita dan ini dibuktikan dengan solusi menggaruknya dengan beling. Ayub 2:8 Lalu Ayub mengambil sekeping beling untuk menggaruk-garuk badannya, sambil duduk di tengah-tengah abu. Penderitaan fisik yang sangat menakutkan bila dapat dibayangkan oleh setiap orang.
4. Secara sosial
   Harus diakui bahwa masa-masa kejayaan Ayub  membuatnya menjadi orang terhormat dikalangan warganya namun setelah masa malapetaka tersebut maka orang memandannya sebelah mata. Mereka menuduh ada kecurangan dan dosa sehingga Allah menimpakan berbagai macam malapetaka. Para masyarakat tidak lagi mendekati Ayub seperti masa-masa kejayaanya. Hal ini dilakukan sebab mereka tidak mau kena tulah yang dialami oleh Ayub dengan bukti penyakit yang masih menempel di badannya.
   Koneksi Ayub selama ini sahabat-sahabatnya namun para sahabat dalam bersenda gurau kini balik menuduhnya dengan berbagai macam tekanan dan perasaan bersalah! Selain Elihu yang mengerti dan merasakan penderitaan Ayub seluruh sahabat-sahabat dan masyarat tidak memberi kontribusi yang baik dalam penderitaannya
5. Secara mental
   Secara Mental Ayub mengalami kekacauan. Sendiri tidak mengerti alasan mengapa ia menderita sebab dalam alam pikirannya ia tidak menemukan kesalahan strategi kehidupannya. Ia tidak pernah menerima sedikitpun sinyal-sinyal yang membuat semua yang dibangun akan berantakan dalam waktu yang sangat singkat sekali.
   Manusia manapun secara mental tidak akan mampu mencerna berbagai peristiwa yang mendadak yang terjadi secara personal. Bila itu terjadi akibat alam yang menimpa banyak orang mungkin masih dapat dipahami tetapi jika sendiri maka ada banyak alasan untuk membuat mentalnya drop dan tidak berdaya!
   Ayub tidak dapat mencari solusi apapun ia yang sudah terbiasa bermental seorang konglomerat hancur menjadi orang paling melarat dan penyakitan. Kebanggaannya telah dilucui oleh Allah sehingga ia tidak layak lagi menyandang gelar orang kaya dan orang yang dituakan dalam masyarakatnya pada waktu itu!
6. Secara Emosional
   Ayub sangat stress dalam menghadapi peristiwa ini, sebab dalam waktu singkat atmosfer kehidupannya berubah secara drastis. Kenikmatan fisiknya berubah menjadi kegetiran. Perasaannya tercabik-cabik ketika melihat anaknya mati dan harnya hancur dan istrinya juga meninggalkannya! Semua ini menjadikan Ayub bukan saja stress tetapi depresinya sangat berat sehingga ia mengutuki hari kelahiranya!
7. Secara rohani
Kekuatan terakhir Ayub yakni kerohaniannya dimana Tuhan bersemayam didalam jiwanya yang selama ini diajak dialog dan intim bersama! Lagi-lagi kekuatan terakhirnya tidak mampu memberikan solusi yang berarti! Allah berdiam diri dan tidak memberikan reaksi sedikitpun.
   Allah sendiri baru turun saat-saat terakhir ujiannya. Ini yang membuat Ayub mendapat kekuatan baru dan  kembali memiliki nyali menjadi orang sukses dan sangat diberkati. Kehadiran Tuhan kembali membuat kekuatan Ayub bertambah sehingga pemulihan Allah nyata setelah Ia berbicara dan dengan rendah hati Ayub menerimanya dengan penuh sukacita apa yang Allah katakan!



DUA PULUH DUA
MANFAAT PENDERITAAN


Penderitaan mengerjakan hal-hal yang berikut :
1. Menghancurkan kesombongan, membuka pintu bagi masuknya kasih karunia yang baru. 
 Penderitaan menghancurkan berbagai macam karat kecongkakan sebab melalui penderitaan maka kebanggaan seseorang dihancurkan dan ia tidak ada alasan untuk membanggakan dirinya
2. Menunjukkan kepada kita apa yang ada didalam hati kita
Kualitas seseorang teruji dan akan tampak jelas apa yang ada didalamnya jika penderitaan menimpanya. Jika yang ada didalam adalah hartanya maka ketika hartanya ludes ia akan merasa sakit dan mati luar dalam (Mat 6:21)!
3. Membuat kita lembut dan berbelas kasihan
Semakin kaya seseorang membuat dia mengeraskan hati dan meminta hormat lebih dari yang lain sehingga hatinya keras sebab ia layak diberi nilai lebih.
4. Menolong kita berhenti dari berdosa
Orang yang berkubang terus dalam dosa merasa bahwa ia tidak memerlukan Tuhan! Sebab Tanpa Tuhanpun kehidupan masih bisa berlanjut tetapi ketika penderitaan itu datang maka ia sangat membutuhkan Tuhan dan berusaha tidak menyakitinya!
5. Membuat kita kokoh dan tidak berkompromi
Ketegaran hati sering kali disebabkan oleh berbagai macam terpaan dan gelombang yang ada! Batu karang adalah hasil bertahun-tahun terpaan air yang ada baik musim panas maupun dingin akibatnya kokoh demikian juga dengan penderitaan
6. Mendatangkan damai sejahtera
Harta dan kemewahan sering kali menciptakan iri hati, dendam dan kemarahan. Demi harta maka kebencian menguasai manusia tetapi dengan penderitaan orang hanya hidup apa adanya sehingga ia memiliki damai sejahtera
7. Menjaga kita tetap berada didalam jalur Allah
Harta bagaikan kendaraan yang membawa  menuju kebinasaan tetapi sering kali Allah membuat penderitaan bagaikan kendaraan yang terus melaju dalam jalurnya Tuhan!
8. Menghasilkan ketekunan
Penderitaan merupakan solusi untuk seseorang tekun terus dalam hidupnya. Penantian solusi dari berbagai macam penderitaan membuat seseorang terus berdiam diri dihadapanNya untuk menantikan pertolonganNya!
9. Memurnikan iman kita
Kenikmatan hidup bagaikan kolestrol yang menyumbat sel-sel kehidupan ini menjadi normal dihadapan Allah sehingga kolestrol yang mendatangkan dosa tersebut harus dibersihkan dengan penderitaan
10. Membentuk ketaatan di dalam kita
Orang susah manapun akan mendengar kata orang untuk solusi dari penderitaannya. Seorang yang sakit akan menurut apa saja yang dituliskan dalam resep oleh dokternya. Demikian juga penderitaan bagaikan resep yang ditulis Allah dan ditaati oleh semua orang percaya
11. Mendatangkan sukacita sejati ke dalam kita
Penderitaan bila dilihat dari kaca mata lahiriah akan mendatangkan dukacita dan rapatan tetapi penderitaan dilihat dari kaca mata iman akan mendatangkan sukacita!
12. Mempersamakan kita dengan penghinaan Kristus
Biasanya seorang murid tidak lebih dari gurunya! Demikian juga orang percaya akan sama dengan Tuhannya. Bila Tuhannya menderita maka umatNya juga menderita dengan demikian dapat disamakan dengan Kristus
13. Memberi kita kemampuan untuk menghibur orang-orang lain
Pengalaman penderitaan akan memampukan seseorang menceritakan pengalaman penderitaan yang dialaminya sehinga akan mampu memberikan solusi bagi orang lain!
14. Menciptakan sifat Illahi (emas yang telah teruji dalam dapur kesengsaraan)
Hal-hal batiniah akan muncul bila menghadapi berbagai macam penderitaan. Sebab solusi secara jasmani malah justru menambah penderitaan tetapi solosi berbagai macam penderitaan hanya secara rohani sehingga muncul berbagai macam sifat-sifat illahi
15. Mempersiapkan kita untuk memerintah bersama Kristus
Jika seseorang berhasil dalam menghadapi penderitaan selama di bumi ini maka ia akan berhasil juga dalam kekekalan sebab penderitaan Kristus menjadikan ia Raja diatas segala raja demikian juga orang percaya
16. Memimpin kita untuk mencapai kedewasaan penuh
Sering kali kenikmatan hidup membuat seseorang menjadi kanak-kanak sebab seluruh fasilitas mampu meninabobokkannya tetapi penderitaan membuat seseorang menjadi dewasa
17. Membuat kita masuk kedalam kerajaan Allah
Alkitab dengan jelas mencatat tidak mudah masuk kerajaan Allah! Paulsu mengatakan bahwa  .... juga menyempurnakan Yesus, yang  memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan (Ibr 2:10)
18. Membuat kita sempurna
Ari kata sempurna sendiri adalah teleos yang berarti komplit, seseorang tidak akan menjadi sempurna jika tidak mengalami pelengkapnya yakni penderitaan!
19. Membawa kita masuk ke dalam pengenalan yang besar dan hubungan yang lebih mendalam dengan Kristus.
Melalui penderitaan memacu seseorang untuk berdoa dan hidup lebih mendalam lagi dalam pengiringannya kepada Tuhan
20. Membawa kita ke dalam kemuliaan
Penderitaan seseorang memformat kedalam kemuliaan sebab penderitaan menghancurkan kedagingan dan hawa nafsu sehingga seseorang akan mencapai kepada kemuliaan jika telah menghancurkan kedagingannya.
21. Menghidupkan kebenaran
Berbagai macam energi kebenaran didalam diri manusia seringkali pudar oleh pesta pora dan kemewahan tetapi penderitaan menjadikan seseorang memperkuta kembali kebanaran yang telah diterima, bukan saja mengingatnya tetapi juga menghidupkannya
22. Membiarkan diri menanggung penderitaan bagi orang lain
Bila seseorang telah lulus dalam penderitaan maka ia tahu solusi bagaimana mempertahankan diri dalam penderitaan dan lepas dari penderitaan tersebut sehingga ia layak menanggaung penderitaan orang lain juga sebab ia telah lulus dalam penderitaannya!


Unit 3

SALAH
BILA MENGELUH TIDAK ADIL

   Seseorang yang mengeluh tidak adil itu berarti telah memiliki ukuran didalam dirinya. Ia memiliki konsep bahwa ia merasa berhak mendapatkan yang lebih baik daripada yang ia terima dalam kehidupannya. Orang model ini ceroboh dengan tindakannya sehingga ia selalu mengeluh akan banyak pekerjaan yang dipercayakan kepadanya. Ia tidak dapat memandang secara proposional apa yang telah ditaruh oleh Allah didalam dirinya sehingga nilai minus selalu ada dimatanya, ia kurang puas terhadap apa yang dimilikinya dan ia menetapkan standar tinggi untuk apa yang dia inginkan.
   Peter Salim dalam kamus bahasa kontemporer mendefinisian mengeluh dengan arti ungkapan perasaan susah yang disebabkan penderitaan yang sangat berat, kesakitan atau sebagainya! Mengeluh adalah sifat kecaman terhadap Allah sendiri, eksisitentsinya diragukan dan seolah-lah Allah berhutang kepada manusia! Keraguan demi keraguan bila tersusun dengan rapi akan menjadikan suatu pemberontakan seperti sungut-sungut bangsa Israel di padang gurun sehingga mendatangkan murka dari Allah. 
   Ayub mengatakan Allah memperlakukan tidak adil karena Ayub sendiri tidak menyadari detil-detil cara kerja Allah. Ayub hanya berpikir bila perbuatan baik itu selalu menghasilkan reward dalam kehidupannya padahal Allah masih punya cara yang lain bila seseorang berbuat baik namun ia menderita maka yang bersangkutan akan mendapat konpensasi yang besar dari Allah sendiri!
  Alkitab sendiri mengatakan bahwa berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran karena ia akan merekalah yang empunya kerajaan sorga (Mat 5:10). ini berarti orang harus menerima cara kerja Tuhan apapun sekalipun tampaknya penderitaan dan menyakitkan. Bila seseorang tidak bisa menerima hal ini maka yang ada hanyalah ketidak puasan dan rasa keluhan yang berkepanjangan.
  Ayub tidak sedang menyadari bahwa apa yang menimpa dirinya, merupakan tindakan Allah yang special terhadap manusia. Tidak semua orang akan mengalami perlakuan yang Ayub alami. Karena ketidak pengertian inilah maka Ayub mengeluh merasa diperlakukan tidak adil oleh Tuhan. Tindakan perkataan tidak adil yang ditujukan kepada Allah menunjukkan bahwa dirinya seolah-olah bisa bertindak adil melebihi Allah sendiri! Tindakan ini memicu syaraf-syaraf didalam jiwa menjadi stress dan mengalami gejolak ketidak pastian sehingga orang yang selalu mengatakan Allah tidak adil bukan saja merendahkan kharakter Allah tentang keadilan orang tersebut jatuh dalam kesalahan yang fatalistik. Untuk itulah Ayub menyadari perkataannya dan mencabutnya (Ayub 42:6)

Unit 4
PENGHAKIMAN-PENGHAKIMAN
MENDATANGKAN  KEHIDUPAN

   Salah satu konsep yang jelas dalam kehidupan orang Kristen adalah adanya penghakiman dari Allah selagi manusia hidup di bumi ini (Mzm 9:9). Konsep penghakiman Allah ini biasanya dimengerti dalam sidang pengadilan dengan vonis yang berat dan mematikan. Namun sebenarnya penghakiman Allah menurut konsep Alkitab bukan seperti konsep dunia ini.
   Penghakiman berasal dari bahasa Ibrani memiliki 2 arti yang pertama Duwn(doon) yang memiliki arti memutuskan seperti seorang wasit atau memperjuangkan sesuatu yang dianggap benar. Arti kata lain Shaphat yang memiliki arti mengucapkan kalimat untuk membela atau menentang sertta yang ketiga dalam bahasa Yunani Krisno yang berarti menggambarkan bidang dan tindakan penghakiman,itu berarti membedakan atau memutuskan secara mental atau menurut pengadilan.
   Allah sebenarnya ikut terlibat langsung dalam kehidupan anak-anakNya. Ia tidak saja bersemayam dalam kemuliaan sorga kekal namun ia juga terlibat dalam kehidupan sehari-hari, menanggung beban dan persoalan apapun yang dihadapi oleh anak-anakNya. Bila Allah bergerak ingin memurnikan apa yang ada didalam diri manusia tebusannya maka ia memakai instrumen penghakiman ini! Berbagai macam ujian-ujian yang terjadi membiarkan seseorang untuk diproses sehingga menjadi murni (Mat 11:4)
   Allah yang benar menghendaki bahwa setiap umatNya menjadi benar seperti diriNya sendiri. Ia akan memproses bila didapati ada kesalahan dan kelemahan yang ada didalam jiwanya. Untuk melepaskan dari berbagai macam karat yang mengkristal maka perlu adanya alat untuk membersihkan maka harus disadari bahwa Tuhan merupakan specialis dalam menghancurkan karat-karat dosa sehingga seseorang mengalami kekudusan yang sebenarnya!
   Proses penghakiman Allah untuk orang percaya berlaku selama seseorang itu masih mau menerima gerak kerja Allah melalui ujian-ujian yang ada! Semakin seseorang mengasihi Allah semakin ia sadar bahwa dirinya tetap berada dalam jalurnya Tuhan sekalipun mengalami berbagai macam hal-hal yang tidak seperti biasanya. Bila orang percaya menyadarinya maka ia dapat lulus dengan sertifikat kemenangan di tangan. Sebagai konpensasi dari kelulusan tersebut maka ia akan mendapatkan berkat anak sulung dengan porsi ganda.
   Penghakiman yang Allah kerjaan melalui berbagai penderitaan, lembah-lembah kekelaman akan mendatangkan kemuliaan Allah turun bagi setiap orang yang bertahan dalam kesesakan.Allah memiliki banyak alasan untuk mencurahkan berkatnya bagi mereka yang telah memiliki kehidupan. Orang yang selalu gagal dalam penghakiman maka ia tidak layak menyandang kehidupan!

   Unit 5
HAK ANAK SULUNG DAN
PORSI GANDA

   Kedudukan anak sulung merupakan penghormatan yang tinggi, dihargai dan penuh tanggung jawab. Status ini menduduki tempat teratas dalam tatanan kehidupan dan memperoleh porsi ganda atas harta warisan (Ulangan 21:15-17). Dalam kedudukannya maka hak kesulungan memperoleh sesuatu yang istimewa yang tidak didapat dari anak-anak yang lain. Bila sebuah keluarga terdiri dari tujuh anak maka harta warisan akan dibagi delapan dan anak sulunglah yang memperoleh dua porsi yang berlipat kali ganda dibanding dengan yang lainya.
   Otoritas anak sulung melebihi adik-adiknya,sanggup memerintah mereka dan memiliki wibawa dan kemuliaan serta hormat. Tidak jarang bila keputusan yang diambil tidak ditaatinya maka ia bisa mendatangkan sangsi kepada saudara-saudaranya! Posisi ini sangat penting karena bisa menggantikan kedudukan sang ayah bila sedang tidak ada di rumah.
   Setiap orang percaya harus menyadarinya bahwa Yesus Kristus sebagai Yang Sulung diantara banyak saudara (Rom 8:28-29). Ini berarti bahwa Yesus adalah kakak kita yakni semua orang kristen yaitu orang yang telah ditebus dengan darahNya diatas kayu salib (Ibrani 12:22-23). Untuk itulah setiap orang percaya dibutuhkan submission yakni ketaatan mutlak kepada otoritas yang Yesus miliki. Ika orang percaya tidak mau taat kepada Tuhan sendiri maka ia juga tidak akan memperoleh berkat porsi ganda!
   Berkat porsi ganda adalah berkat yang diberikan dua kali lipat! Berkat ganda ini diperuntukkan untuk jemaat yang sudah dapat mencapai Sion sebab disanalah berkat ganda itu dicurahkan. Seseorang akan dapat mencapai Sion apabila bila ia telah lulus dari berbagai macam pencobaan-pencobaan yang ada. Ayub memberikan contoh hal tersebut dan Alkitab berkata : “Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa  untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua  kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu (Ayub 42:10).
   Orang yang memiliki berkat porsi ganda ia akan selalu menempatkan skala prioritas utama akan hal-hal yang rohani sehingga ia mampu menyelesaikan persoalan-persoalan jasmaninya! Disamping hal tersebut maka berkat porsi ganda ini dimiliki oleh orang-orang yang tahu menghormati orang tua (Ams 23:22). Dengan memberikan hormat kepada orang tua maka bukan saja berkat jasmani diberi dua kali lipat tetapi juga pemberian umur panjang.
   Orang-orang dengan berkat porsi ganda akan mendapi dirinya tetap seorang hamba sekalipun melimpah mujizat dan kuasa serta anugerah yang Tuhan nyatakan maka yang ada adalah kerendahan hati. Elisa tidak menjadi angkuh setelah menerima pengurapan yang luar biasa sehingga dalam pelayanan selanjutnya Elisa menjadi pemain dalam arena pekerjaan Allah dan tidak berdiri sebagai penonton tetapi ia terlibat dalam arus kuasa Allah yang luar biasa!   
 

PENDAHULUAN



       Allah Tritunggal yang sering juga disebut Trinitas, Bapa, Anak, Roh Kudus, merupakan suatu misteri yang sangat misteri dalam arti misterinya misteri. Ajaran tentang Allah Tritunggal adalah pengajaran yang tidak terdapat dalam agama manapun, pengajaran yang paling unik dalam kekristenan. Bahkan ajaran yang sering kali menimbulkan kesulitan bagi orang-orang diluar Kristen atau orang-orang percaya sendiri. 

Read more: Tri Tunggal

MENGGENPAI MEMBATALKAN HUKUM TAURAT

Pdm Herunikho Ruben,M.Th

 

Ada pendapat dengan menggunakan ayat dalam Matius 5:18 mengatakan bahwa Taurat itu berlaku selamanya, satu iota (satu titik) pun tidak ditiadakan. Namun biasanya pendapat yang mengatakan ini mengabaikan frasa yang juga terdapat pada ayat itu, yaitu frasa "sebelum semuanya terjadi". Padahal frasa inilah kunci dalam memahami ayat tsb.


Untuk mengerti makna dalam Matius 5:18, sebaiknya juga dibaca ayat-ayat sesudahnya, tentang "iota" yang dipermasalahkan, adalah berhubungan dengan hal-hal yang akan segera digenapi Yesus Kristus dalam pelayananNya di dunia ini, untuk itulah Ia berkata "satu iota-pun tidak akan dibatalkan sebelum semuanya terjadi", Maksud dari "semuanya terjadi" ini adalah berkaitan dengan hal-hal yang akan segera digenapi oleh Tuhan Yesus Kristus, yaitu kematianNya dan kebangkitanNya yang dengan sendirinya akan menggenapi Hukum Taurat.

Read more: Menggenapi - Membatalkan Hukum Taurat Bag. 1

TUHAN YESUS KRISTUS MENGGENAPI HUKUM TAURAT

Pdm. Herunikho Ruben,M.Th

ada 4 pengertian "menggenapi" yang berkaitan dengan hal ini.



I. Menggenapi semua nubuatan mengenai diriNya dalam kitap Taurat, Nabi-nabi dan Mazmur.
* Lukas 24:44
Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."
* Matius 1: 22-23
Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita. --> Yesaya 7 : 14
* Matius 2:14-15
Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku." --> Hosea 11:1
* Matius 2:17:18
Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: "Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi." --> Yeremia 31: 15
* Matius 8:17
Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita." Yesaya 53:4
* Matius 12: 16-21
Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
"Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap." Yesaya 42 : 1-4
* Yohanes 19:37
Dan ada pula nas yang mengatakan: "Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam." Zakharia 12: 10

II. Menggenapi hukum Taurat yang melambangkan pekerjaan penebusan yang dilakukan oleh Kristus (hukum upacara)
(al. penyembelihan binatang korban yang dibawa si pendosa untuk menjadi penggantinya; pekerjaan Imam di bilik kudus dan pekerjaan pendamaian di bilik maha kudus oleh Imam Besar; hari-hari raya lambang).

III. Menggenapi hukum Taurat yaitu melakukannya dengan sempurna.
Menggenapi = to fulfill = memenuhi (melaksanakan dengan penuh, dengan sempurna, tanpa cacat ).


Kita tidak bisa melaksanakan hukum Taurat dengan sempurna, namun Kristus telah melakukannya untuk kita. Kristus mendapatkan kebenaranNya bukan karena anugrah tetapi karena Dia memang telah melaksanakan seluruh perintah Allah dengan sempurna. Maka jika kita menerima Kritus menjadi pengganti kita, maka kebenaran Kristus menjadi milik kita.

* Roma 8 : 1-4
Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.
Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.

Gagal melaksanakan hukum Taurat mendatangkan hukuman (maut), daging kita tak berdaya melaksanakannya. Tapi hukuman maut itu sudah ditanggung Kristus. Kita kini hidup menurut Roh, yang menyanggupkan kita memenuhi kehendak Tuhan dalam hukumNya, yang mana tadinya tidak berdaya oleh daging.
* Roma 8 : 12-13
Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. Sebab jika kamu hidup menurut danging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
Catatan :
Pada beberapa keterangan Alkitab "Menggenapi" berarti "Memenuhi, sesuai dengan, melaksanakan dengan baik".
* Matius 3: 15
Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.
* Roma 13:10
Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

IV. Menggenapi/ mengakhiri hukum Taurat sebagai alat mendapatkan Kebenaran
* Roma 10:4
Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.
RSV, For Christ is the end of the law, that every one who has faith may be justified.
Interpretasi ayat ini harus lah selaras dengan bagian lebih awal dari tulisan Paulus dalam surat yang sama kepada jemaat Roma (Roma 3 : 31), yaitu :
"Adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya."

Paulus selaras dengan Kristus, yang menyatakan bahwa Dia datang bukan untuk meniadakan Taurat. (Matius 5:17. "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya). Yesus Kristus sendirilah yang melaksanakan Hukum Taurat dengan sempurna, sekaligus menggenapiNya. Untuk itu umat yang percaya kepada Yesus Kristus tidak dituntut untuk melaksanakan Taurat, tetapi melaksanakan ajaran yang telah disempurnakanNya yang terangkum dalam HUKUM KASIH.

-----

Sekarang bagaimana dengan ayat dalam Efesus 2:15 yang menulis "sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan Hukum Taurat?
Apakah hal ini berkontradiksi?
Pengertiannya demikian :
- Yesus Kristus menggenapi Hukum Taurat, ajaran-ajaranNya telah merefomulasi Hukum Taurat.
- Tetapi, kematianNya, membatalkan Hukum Taurat.

Maksudnya begini :

Yesus Kristus telah benar-benar menggenapi Hukum Taurat dengan kematianNya, dengan demikian arti dari "satu iota-pun tidak akan dibatalkan sebelum semuanya terjadi" (Matius 5:18 ), bermakna bahwa "satu iota-pun tidak akan dibatalkan sebelum Yesus melaksanakan semua misiNya", selengkapnya kita baca bersama penjelasan dibawah ini:

 

KEMATIAN KRISTUS DI KAYU SALIB MEMBATALKAN HUKUM TAURAT

* Efesus 2:15
"sebab dengan mati-Nya sebagai manusia IA TELAH MEMBATALKAN HUKUM TAURAT dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,"
Transliterasi,
tên echthran en tê sarki autou ton nomon tôn entolôn en dogmasin katargêsas ina tous duo ktisê en eautô eis ena kainon anthrôpon poiôn eirênên

IA TELAH MEMBATALKAN HUKUM TAURAT, katargêsas, aorist aktif partisip nominatif tunggal maskulin dari kata kerja katargeô.
Kata Yunani katargeô berasal dari gabungan partikel kata yang berarti menurut, sesuai dengan, dan kata kerja argeô, non-aktif, tidak berfungsi.
Kata Yunani katargeô bermakna membinasakan, membatalkan, menghilangkan, menyebabkan tidak bekerja lagi, tidak beroperasi lagi, tidak aktif. Berakhir, dan makna-makna lain yang sejenis.


Yesus Kristus dengan kematianNya di kayu Salib telah menggenapi secara penuh Hukum Taurat, inilah yang dimaksud dengan "sebelum semuanya terjadi" dan "Ia dengan kematianNya" memenuhi Taurat dan mengakhiri Taurat itu sendiri.
Telah kita mengerti bahwa Kematian Yesus Kristus diatas kayu salib, mengakhiri Hukum Taurat. Didalam kematianNya membawa karya yang mulia sebagai tanda kasihNya, yaitu kematian yang membawa keselamatan bagi umat manusia. Keselamatan akan diberikan kepada siapa saja yang percaya kepadaNya :
* Yohanes 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
King James Version, For God so loved the world, that he gave his only begotten Son, that whosoever believeth in him should not perish, but have everlasting life.
Interlinear, outôs {demikian} gar {karena} êgapêsen {mengasihi} o theos {Allah} ton kosmon {manusia di dunia} ôste {sehingga} ton uion{anak} autou ton monogenê {yang tunggal/ yang unik} edôken {Ia telah memberikan} ina {supaya} pas {setiap (orang yang)} o pisteuôn {percaya} eis {kepada} auton {Dia} mê {tidak} apolêtai {menjadi binasa} all {melainkan} echê {beroleh} zôên {hidup} aiônion {kekal}

Keselamatan adalah karena Kristus saja, bukan Kristus plus syariat Taurat “
* Roma 3:28
Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.

Telah kita ketahui bahwa Hukum Taurat adalah spesifik bagi bangsa Israel, namun murid-murid Yesus memiliki Hukum yang baru yang dicanangkan Yesus Kristus, yaitu HUKUM KASIH.

Keselamatan orang-orang yang percaya/beriman kepada Yesus Kristus, bukan berdasar kepada amal-ibadah, melainkan atas kasih-karunia. Contohnya, saat Yesus Kristus memanggil murid-murid-Nya yang pertama yaitu Petrus, dan lain-lain. Apakah Yesus Kristus memilih para murid berdasarkan perbuatan mereka? Anda tentu dapat menjawabnya.

Dalam Kristianitas terdapat sistem keselamatan yang tidak didasarkan dari amal-ibadah, melainkan sepenuhnya keselamatan itu anugerah dari Allah, yaitu Allah sendiri mengaruniakan keselamatan di dalam Yesus Kristus :
* 2 Timotius 1:9
Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman

Dibawah ini daftar ayat-ayat paralel dengan 2 Timotius 1:9, silakan dikaji perlahan-lahan:
* Roma 3:20
"Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa."
* Roma 9:11
"Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat, -supaya rencana Allah tentang pemilihan-Nya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilan-Nya"
* Roma 11:5-6
"Demikian juga pada waktu ini ada tinggal suatu sisa, menurut pilihan kasih karunia. Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia."
* Efesus 2:9
"itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri."

Perbuatan-baik tidak bisa 'membeli keselamatan' :
Keselamatan hanya oleh 'darah-Yesus'. Dan setiap orang yang percaya memperoleh 'anugerah-keselamatan' itu.
Apakah itu berarti perbuatan baik tdk ada gunanya? O tetap ada donk. Tetapi posisinya harus benar, yaitu perbuatan baik yg keluar ( buah) dari keselamatan tsb. Itulah yg ditegaskan oleh rasul Paulus. Ketika dia menegaskan kebinasaan semua manusia karena dosa (Efesus 2:1-3), selanjutnya dia mengumandangkan 'lagu kasih' di ayat 4-7.
Setelah itu, Paulus melanjutkannya dengan lagu "Bukan karena kebaikanku... semua hanya anugerahNya" (ayat 8-9).
Akhirnya Paulus menegaskan supaya orang yg telah mengalami kasih dan anugerah itu giat berbuat baik (ayat 10).
*Efesus 2:1-10

Perbuatan baik tetap ditutut kepada semua umat Allah, terlebih ketika kita telah menerima 'benih ilahi' dan dimateraikan sebagai anak-anak-Allah.
Maka, 'nature' Allah yang baik itu ada dalam diri kita.
Maka, kalau kita melakukan perbuatan-perbuatan baik, itu bukan untuk "membeli" keselamatan, melainkan justru sebagai buah keselamatan! Yaitu ujud bersyukur dan terima kasih kita kepada Sang Juruselamat, yang telah mengkaruniai kita dengan keselamatan.

Selaras dengan apa yang dituliskan oleh Rasul Paulus, Rasul Petrus dan Rasul Yohanes juga memberikan kesaksian yang sama, bahwa


TIDAK ADA KESELAMATAN DILUAR YESUS KRISTUS
* Kisah Para Rasul 4:12
LAI TB, Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.
NIV, Salvation is found in no-one else , for there is no other name under heaven given to men by which we must be saved.
Translit Interlinear, kai {tetapi} ouk {tidak} estin {ada} en {didalam} allô {yang lain} oudeni {siapapun} hê sôtêria {keselamatan} oute {juga tidak} gar {sebab} onoma {nama} estin {ada} heteron {lain} hupo {dibawah} ton ouranon {langit} to {yang} dedomenon {telah diberikan} en {diantara} anthrôpois {manusia-manusia} en hô {yang olehnya} dei {harus} sôthênai {diselamatkan} hêmas {kita}
Tidak ada keselamatan di dalam orang lain (αλλως-allos), kemudian dilanjutkan dengan dipersempit menjadi tidak ada nama yang lain (ετερον–heteros) kita harus (δει-dei) diselamatkan.
Pemakaian kata-kata dalam ayat ini sudah cukup untuk menjawab tuntas bahwa memang tidak ada keselamatan selain daripada Yesus, bahkan selain dari nama Yesus Kristus.
Tampak jelas bahwa kata 'sangkal' di sana benar-benar absolut, tanpa syarat, bahwa tidak ada orang lain, bahkan tidak ada nama lain itu mutlak. Yesus Kristus satu-satunya Sang Pengantara :
* 1 Timotius 2:5
Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,

Sumber: www.akupercaya.com

   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.