Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini1170
Kemarin1126
Minggu Ini1170
Bulan Ini21089
Total Pengunjung868528

IP Kamu 54.90.185.120 Monday, 19 November 2018

Guests : 17 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

LEDAKAN KASIH KARUNIA

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th

 

 

Roma  5:20 ……  di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,

Dunia yang ada sekarang sudah usang, rapuh dan menakutkan. Zona nyaman yang diganti dengan teror, bom dan intimidasi oleh orang-orang bejat yang jahat menandai kasih karunia yang melimpah akan segera berakhir. Tidak pernah terlintas dibenak orang-orang normal seorang ayah mengajak istri dan anak-anaknya untuk melakukan bom bunuh diri. Mereka pikir mati sahid tapi realitasnya mati sangit,[1] demi dokma kelirumologi yang telah berhasil mencuci otaknya. Mereka bukan orang miskin, pengangguran dan kurang kerjaan melainkan orang yang kelihatannya mapan rumah, istri, anak dengan suami yang tampak baik-baik saja tetapi keluarga bar-bar yang menyengsarakan banyak orang. Mereka tidak sedang mewakili agama apapun, sekalipun ucapan mereka bertendensi satu agama melainkan sesungguhnya mereka jauh lebih buruk dari atheis atau kafir sekalipun. Seorang atheis menghargai kehidupan sementara mereka meremehkan dan menghancurkan kehidupan. Tidak akan pernah ada seorang ayah membunuh istri dan anak-anaknya sekaligus demi apapun, mungkin dikalangan iblispun tidak ada. Namun itu bisa terjadi dikalangan orang-orang yang hidup di Indonesia. Sudah genaplah tidak ada dosa yang tidak dilakukan oleh orang Indonesia dan layak mendapat MURI[2] dalam kompleksitas dosa yang multidimensi

               Menjelang berakhirnya bumi yang akan segera digulung oleh Tuhan maka kejahatan akan semakin memuncak. Iblis hampir-hampir kehilangan waktu untuk mengisi neraka bersamanya kelak. Untuk itulah iblis bekerja keras siang malam tanpa jeda sedikitpun untuk mempertontonkan kejahatan yang merusak sendi-sendi kehidupan. Dunia tempat dimana iblis menjadikan basisnya, para setan konfrontasinya on air dengan Allah Sang Penguasa jagad raya.   Sebagaimana iblis telah berhasil menaklukkan manusia pertama maka Ia akan berusaha menghancurkan peradaban di dunia modern. Jika manusia pertama berhasil ditaklukkan hingga terjerembab ke dalam dosa maka para pengikut Kristus giliran mendapat intimidasi, teror dengan harapan goyah dan iblis berharap bisa menariknya dalam kerajaan kegelapan!

                 Dari  kaca mata dunia seolah-olah kejahatan menang atas kebaikan, bahkan tidak pernah diperdengarkan kebaikan sedasyat bom dan teror. Banyak orang frustasi melihat kengerian yang luar biasa. Iblis diberi kesempatan unjuk gigi untuk sementara waktu namun sebenarnya dimana iblis bergerak menunjukkan taringnya maka Allah di dalam Kristus lebih besar lagi mencurahkan kasih karunianya kepada orang-orang yang mau percaya. Sebagai imbangan kedurjanaan maka anugerah Allah tercurah tanpa batas.  Bila dianalogikan iblis si biang kerok dosa itu adalah planet bumi sementara Yesus Kristus sebagai sumber anugerah  adalah seluruh jagad raya. Bagaimana imbangan bumi dan jagad raya? Sama sekali tidak seimbang, sebab bumi memiliki ukuran seperti debu diantara alam semesta ini. Memang dengan adanya bumi manusia bisa hidup dan bernafas untuk sementara waktu sementara Kristus Yesus membawa sebuah kehidupan kekal yang melampaui alam semesta ini. Sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.[3]

               Indoktrinasi hukum Taurat membuat orang-orang begitu fanatik seolah-olah kebenaran mutlak yang tidak bisa diganggu gugat. Orang rela melakukan apapun demi kebenaran yang ada padahal ia lupa bahwa hukum yang hanya tertulis mematikan. Paulus mengatakan … Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.[4] Kebenaran tertulis menjadikan seseorang fanatik terhadap agamanya sementara kebenaran yang berasal dari Roh Allah menjadikan seseorang fanatik akan TuhanNya. Seseorang bisa melakukan kebenaran terlepas dari Allahnya. Hal ini bisa dibuktikan melakukan ayat-ayat suci yang dipandangnya namun menyengsarakan makluk ciptaanNya itu berarti terlepas dari Tuhannya. Sementara orang yang melakukan kebenaran yang melekat dengan Tuhannya maka akan mendatangkan damai sejahtera dan tidak ada ruang kebencian, kemarahan dan dosa di dalamnya.

                Ayat-ayat suci yang dianggapnya dari Allah yang membuat seseorang fanatik dan membabi buta untuk menghalalkan segala cara dapat dipastikan bukan bersumber dari kasih karunia. Hukum yang menyatakan manusia harus melakukan ini dan itu, yang ini haram dan yang itu halal  bersumber dari Taurat dan itu bukan untuk orang benar melainkan hanya untuk orang berdosa.[5] Hukum Taurat memang baik sebagai parameter[6] adanya dosa namun kebenaran tersebut berhenti pada waktu Yohanes pembaptis datang dan memperkenalkan Yesus Kristus sebagai anugerah yang besar.[7] Hukum Taurat dibuat untuk Israel hanya menghantarkan kepada pribadi Kristus Yesus[8] dan akhirnya kehadiran Yesus untuk membatalkan hukum Taurat[9]

                Hukum Taurat hanya mampu menunjukkan kebenaran hanya dua segi antara halal dan haram sementara Yesus Kristus mengajarkan kebenaran yang yang baik, berkenan dan yang sempurna.[10] Orang tidak sadar bahwa Allah memberikan Taurat hanya untuk bangsa Israel di situasi tertentu yang memang hukumnya adalah hukum lokal di lingkungan bangsa Israel. Selain hal tersebut hukum Taurat hanya merupakan bayangan dari keselamatan itu sendiri. Bila Taurat mengajarkan mempersembahkan korban domba untuk penghapusan dosa, maka hal tersebut mengacu kepada Anak Domba yakni Kristus yang dikorbankan di atas salib untuk menghapus dosa[11]  Banyak Ahli Teologia membagi-bagi Hukum Taurat menjadi 3 bagian:  Hukum Moral, Seremonial dan Yudisial. Hukum mempersembahkan domba sebagai korban tidak perlu lagi sebab itu hanya merupakan bayangan akan keselamatan Yesus Kristus, untuk itu orang Kristen tidak perlu membawa kambing dan domba sebagai korban karena itu aturan seremonial dari hukum Taurat yang sudah usang dan tidak perlu lagi karena kebenaran korban yang sesungguhnya sudah dilakukan oleh Yesus Kristus.

                Namun berbagai peraturan lokal dipakai intinya untuk kesehatan bangsa Israel. Ambil contoh Babi adalah haram[12], mengapa haram? Allah tahu bahwa di dalam binatang babi itu banyak cacingnya dan tidak baik untuk kesehatan. Bila bangsa Israel mengkonsumsi babi maka mereka tidak bisa mengolah daging babi dengan memasak  dengan baik maka cacing-cacing itu masih hidup dan membahayakan kesehatan. Dampaknya akan membuat bangsa Israel menjadi buncit perutnya karena banyak cacing dan Israel akan gagal sampai  Tanah kanaan bukan karena perang tetapi karena cuma sepele yakni cacingan, sungguh memalukan! Disamping itu belum ada combantrin[13] atau obat cacing! Maka Allah dengan vonisnya haram supaya menyelamatkan bangsa Israel, itu etika lokal bukan dokma sepanjang masa. Semua makanan akan menjadi halal bila diterimanya dengan ucapan syukur kepada Allah karena dikuduskan oleh firman dan doa.[14] untuk itu orang harus belajar mengerti kebenaran yang hakiki. Betapa pentingnya setiap orang memahami kebenaran melalui tokoh-tokoh agama yang mengerti kebenaran secara luas bukan hanya seperti katak dalam tempurung untuk itu mari memahami kebenaran.

                Pertama muara kebenaran hanya berasal dari Allah yang nyata dalam  perkataan Kristus Yesus.[15]  Kristus bukan pribadi yang menerima wahyu dari Allah melainkan Firman itu sendiri yang hadir bagi manusia.[16] Mereka yang hanya menerima wahyu dari Allah tidak sebanding dengan Firman itu sendiri untuk itu Yesus Kristus tidak bisa dibandingkan dengan nabi siapapun di dunia ini dari segi apapun. Jika satu kali saja Yesus berzinah atau membunuh maka Ia tidak layak diikuti atau menjadi teladan kehidupan karena semua orang bisa jatuh dalam dosa tersebut. Yesus telah meninggalkan teladan bagi setiap orang percaya untuk mengikuti jejakNya.[17] Tidak ada karakter yang sempurna selain Yesus Kristus untuk itu setiap orang percaya harus hidup sama seperti Yesus hidup.[18] Tindakan di luar kebenaran berarti manifestasi kehidupan di luar Dia dan orang percaya harus menghindarinya sejauh mungkin. Rela mematikan kedagingan serta memikul salib karena itulah harga yang harus dibayar.

                Hal yang ke dua Belajar kebenaran tanpa henti  oleh pimpinan Roh Kudus. Ketidak berdayaan manusia dalam melakukan kehendak Allah telah dikerjakan sempurna oleh Yesus dan kesempurnaan itu diberikan kepada orang percaya sehingga disebut sebagai lebih dari pemenang[19] Bila dianalogikan Pertandingan tinju maka Yesuslah yang bertanding di atas ring sehingga meraih kemenangan dan mendapat sabuk kemenangan. Kemudian Ia berjalan dan mengalungkan sabuk itu di dalam diri orang percaya. Apakah orang percaya harus santai karena telah mendapat sabuk kemenangan? Tidak malah harus berlatih lebih keras karena harus mempertahankan sabuk itu dari pertandingan-pertandingan selanjutnya. Maka untuk itulah harus belajar dari Tuhan Yesus secara lansung[20] sebagai murid kristus maka harus memiliki lidah seorang murid.[21] Salah satu peran Roh Kudus adalah membawa seseorang ke dalam kebenaran[22] untuk itu setiap orang percaya harus tunduk akan pimpinan Roh Kudus

                Hal yang ketiga tidak ada lagi hukum Taurat bagi orang percaya. Taurat hanya menunjukkan dosa dan hukum halal haram sementara orang percaya tidak lagi melakukan hukum karena perbuatan melainkan berdasarkan iman. Iman di dalam Yesuslah yang membuat orang percaya melakukan yang terbaik seperti apa yang Yesus telah lakukan. Tidak mungkin orang yang benar-benar hidup dalam Yesus melakukan dosa selama ada di dalam. Namun jika seseorang tinggal di luar maka ia akan melakukan hal-hal yang mendukacitakan Tuhan. Selama orang disalibkan bersama Kristus maka tidak mungkin berkeliaran untuk melakukan kegiatan apapun termasuk dosa[23]. Cara hidup dalam kebenaran tidak ada hukum halal dan haram melainkan anugerah. Setiap orang yang memandang Kristus maka tidak lagi hidup dalam aturan-aturan Taurat sebab semua sudah selesai di dalam Kristus. Orang percaya hanya diperhadapkan dengan berkat, kasih setia, pengampunan dan anugerah yang melimpah. Semakin seseorang melekat kepada pribadi Kristus maka akan mengalami anugerah yang besar dan tidak akan sempat lagi hidup dalam dosa.Kedasyatan dosa meraja lela sebuah pertanda akan kedatangan Tuhan untuk itu setiap orang percaya harus sadar tidak memanfaatkan kemerdekaan dari dosa untuk berbuat dosa melainkan menjadi hamba kebenaran.[24] Orang harus hidup semakin suci dan semakin berkenan kepada Allah. [25] amin This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

               



[1] Bahasa jawa yang artinya bau kebakar

[2] Museum Rekor-Dunia Indonesia atau MURI (dahulu Museum Rekor Indonesia) adalah sebuah museum yang terletak di Semarang, Indonesia. Museum ini merupakan tempat dicatatnya data prestasi superlatif yang terjadi di Indonesia

[3] Yohanes 1:17

[4]  2 Korintus 3:6

[5]  1 Timotius  1:9  yakni dengan keinsafan bahwa hukum Taurat itu bukanlah bagi orang yang benar, melainkan bagi orang durhaka dan orang lalim, bagi orang fasik dan orang berdosa, bagi orang duniawi dan yang tak beragama, bagi pembunuh bapa dan pembunuh ibu, bagi pembunuh pada umumnya,

[6] Sebuah parameter (dari bahasa yunani Kuno παρά, para: "samping", "cabang"; dan μέτρον, metron: "mengukur"), secara umum, adalah setiap karakteristik yang dapat membantu dalam menentukan atau mengklasifikasi sistem tertentu (makna suatu peristiwa, proyek, objek, situasi, dll.).

[7]  Lukas 16:16a Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes

[8]  Galatia 3: 24 “Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman.”

[9]  Efesus 2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera.

[10]  Roma 12:2  Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna

[11]  Yohanes  1:29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

[12]  Imamat  11:7 Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu.

[13]  Pirantel Pamoat dapat digunakan untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh satu jenis cacing atau lebih pada orang dewasa dan anak-anak.

[14]  1 Timotius 4:4-5 Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatu pun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur, sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa

[15]  2 Yohanes 1:9 Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak

[16] Yohaens 1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran

[17] I Petrus  2:21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

[18] I Yohanes  2:6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

[19] Roma  8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

[20]  Matius 11:29  …. belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan

[21] Yesaya  50:4 Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.

[22] Yohanes  16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

[23]  Roma 6:6  Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.

[24] Roma  6:18,22  Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.

[25]  Wahyu  22:11 Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!"

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.