Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini17
Kemarin599
Minggu Ini4092
Bulan Ini17
Total Pengunjung1652421

IP Kamu 3.230.1.126 Sunday, 01 November 2020

Guests : 12 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
Mulai  15 Maret 2020 ibadah di 
Fave Hotel Kelapa Gading 

Blok C-32, Jl. Raya Gading Indah No.8, RT.13/RW.18, Blok C-32,Klp. Gading Timur 

Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 1424 

Pada masa Pandemi covid-19 ibadah streaming di Zoom Id : 309 283 9234  Pass : holyspirit  atau youtube, facebook, instagram

 
 
Gembala Sidang :
 
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

PENGUASA SUPRANATURAL

Pdt. Dr. Timotius Bakti Sarono

 

 

 

 

Penguasa supranatural adalah tunggal atau Esa. Identitasnya begitu transparan sebagai Sang Khalik langit dan bumi yang memperkenalkan diri sebagai Allah Abraham Ishak dan Yakub. Ia bersemayam di tahta kemuliaan yang supranatural disertai berlaksa-laksa malaikat. Selain sebagai Penguasa tunggal di alam supranatural, disana ada malaikat, jin, setan, iblis yang tidak dibahasa dalam buku ini. Allah  sering kali hadir dalam bentuk theofani[1] dalam Perjanjian Lama agar setiap orang tahu bahwa kerinduanNya menyatu dengan umat ciptaanNya. Representasi dari eksistensiNya transparan bagi dunia melalui bangsa pilihanNya yakni Israel.  

         Perlu pemahaman yang serius bahwa Kekristenan mempercayai Allah yang transcenden[2] namun juga yang imanen[3]ini bukan berarti semua benda ada berisi Allah di dalamnya seperti konsep Animis dan dinamis. Allah yang tidak kelihatan itu sudah hadir dalam pribadi Kristus Yesus. Kekristenan agama supranatural mengajak kembali untuk jemaat menemukan essensi kerohaniannya yakni “keintiman” dengan Sang Khalik yang termanisfestasi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain bahwa orang-orang Kristen merupakan representasi kehadiran Allah sendiri.

         Pengenalan akan Tuhan Sang Pencipta yang hadir dalam Kristus Yesus bukanlah “pencarian buta” di jagad supranatural melainkan pencarian yang jelas dengan identitas yang jelas. Ia telah memberikan “kompas” atau GPS[4] yang memiliki ketepatan yang akurat karena Roh Kudus yakni Allah sendiri “berdiam” di dalam diri orang percaya untuk menemukan jati diri Sang Illahi. Pengenalan akan Tuhan bukanlah aktifitas otak semata melainkan pergaulan, keintiman dan kemelekatan dengan Tuhan.

         Kata mengenal dalam bahasa Ibrani berasal dari kata Yada  memiliki akar kata yang sama,  memiliki kesamaan ide atau pola pikir. Yada mengenal secara intim  atau untuk menjadi terhubung[5]. Kejadian 4:1 bahwa Kemudian manusia itu bersetubuh (Yada) dengan Hawa,  isterinya ,  dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain;  maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN.  Kekristenan adalah “yada” yakni sebuah keintiman dengan Tuhan jika tidak demikian maka semua kegiatan dan liturgi dan apapun yang gereja lakukan adalah kesia-siaan. Untuk memahami kebersamaan bersama Allah maka Alkitab begitu jelas menyatakan kebenaran tentang pribadiNya sejak semula.

         Perkenalan pertama kepada umat manusia terdapat di lembaran pertama ayat pertama dalam Alkitab sebagai Elohim.  Kata asli אלהים Elohim, Tuhan, tentu saja merupakan bentuk jamak dari אל El, atau אלה Eloah, dan telah lama diduga, oleh orang-orang yang paling terpelajar dan saleh, untuk menyiratkan pluralitas orang-orang dalam sifat Ilahi. Karena pluralitas ini muncul dalam begitu banyak bagian dari tulisan-tulisan suci yang terbatas pada tiga Pribadi, maka doktrin Trinitas, yang telah membentuk bagian dari kredo semua orang yang telah dianggap sehat dalam iman, sejak zaman paling awal[6]

Kata ‘elôah, kata ‘elôhîm adalah bentuk jamak ’ēl, yaitu sebutan umum dan utama untuk oknum Yang Mahakuasa di Timur Tengah. ’Ēl dikenal sebagai dewa orang Semit; dia adalah pemimpin para dewa Semit di luar Israel yang politeis[7]. Secara etimologi, kata ‘elôhîm memiliki akar kata yang sama dengan kata ‘elah(ah) dalam bahasa Aram,  dan juga ‘illah atau al ilah dalam bahasa Arab. Pada sisi lain, ‘elôhîm adalah bentuk jamak dari kata ‘ēl yang berasal dari kata ‘wl yang artinya “terutama” atau “awal.” Kejamakan kata ‘elôhîm tidak menunjukkan kepelbagaian tetapi menunjukkan kemahaagungan (Yang Maha Agung), kebesaran (Yang Mahabesar) atau kemuliaan (Yang Mahamulia)[8].

Krisma Diwibawa dalam karyanya di media digital mengatakan dalam judul  Allah sang Gender-Bender: Elohim, El Shaddai, dan Yahweh (https://medium.com/ ) menjelaskan Etimologi dari nama Allah cukup membuka pikiran. Tentang Elohim Jann Aldredge Clanton menulis, “Elohim, yang dilihat secara bentuk adalah jamak, kemungkinan berasal dari dewa, El, dan dewi Semit kuno, Eloha. Perpaduan dari bentuk feminin dan maskulin Allah mengindikasikan baik inklusivitas dan transendensi seluruh seksualitas[9]. Bab pertama Kejadian mengonfirmasi bentuk jamak dari Elohim: “Berfirmanlah Allah (Elohim): ‘Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita, … Maka Allah (Elohim) menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka’ (Kej 1:26-27)[10]

         Selanjutnya Ia mengatakan bahwa Kedua gender hadir dalam manusia juga dalam Elohim, dan sebutan tunggal dan jamak juga digunakan baik kepada manusia juga pada Elohim. Allah itu satu dan manusia juga satu dalam arti mereka menyatu. Mengenai nama lain Allah, El Shaddai, Aldredge Clanton menyatakan: El Shaddai, yang biasanya diterjemahkan “Allah Yang Mahakuasa,” dapat juga berarti “Allah atas payudara,” atau “Allah yang berpayudara ”[11]. Hal ini menunjukkan gambaran Allah yang mengasihi umatNya sebagai ibu yang menyusui bayinya dan yang juga telah melahirkannya. Ada beberapa nama Allah yang dinyatakan Alkitab yang tidak kita kupas satu persatu disini. Realitas keberadaanNya yang supranatural sangat nyata dalam dunia yang natural. Namun eksistensinya dinyatakan secara umum bahwa Dia adalah Allah Sang Penguasa dari seluruh penguasa jagad raya. 

         Allah Sang Pencipta bukanlah zat yang merupakan ciptaan. Tampak berbeda jauh antara Sang pencipta dan ciptaan.  Smith setuju bahwa, istilah Allah pada mulanya, yaitu pra-Islam, adalah istilah eksklusif untuk menyebut dewa tertinggi bagi orang-orang Mekkah (Arab tradisionil). Kemudian setelah Islam hadir di Arab, nama Allah dijadikan nama pribadi bagi Pencipta alam semesta yang mereka percayai[12]. Namun demikian nama Allah sudah digunakan oleh masyarakat umum sebagai Allah Sang Pencipta langit dan bumi.

         Allah yang hadir dalam Elohim pada waktu penciptaan dikenal sebagai Penguasa dari segala penguasa atau dewa segala dewa. Kata Elohim ini identik dengan kata Allah baik dari bangsa Israel maupun bangsa-bangsa lain khususnya bangsa Timut Tengah. Hanya orang muslim saja yang mengubah nama umum ini menjadi nama pribadi. Glasse mengatakan bahwa walaupun istilah Allah telah menjadi nama pribadi untuk suatu dewa tertinggi, bahkan telah menjadi nama pribadi Allah orang Mekkah, namun istilah itu telah mengalami perluasan makna, yaitu kata Allah telah dipakai secara luas baik dalam makna maupun konteks yang berbeda. Akibatnya, istilah Allah telah menjadi milik umum untuk menyebutkan Sang Pencipta alam semesta ini[13].

         Alkitab jelas mencatat teofani yang sering kali hadir di tengah-tengah umat manusia hanya bersifat pribadi sewaktu-waktu saja, salah satunya yang begitu jelas dalam kejadian 18:1-33 kehadiran Allah dengan 3 orang kepada Abraham di Mamre. Allah Sang Pencipta sering kali hadir dalam perkataan yang menggunakan bahasa Antrophormopisme atau hadir dalam rupa diri manusia (Kejadian 18:1-31).  Perjumpaan Tuhan dengan Musa menyatakan identitas Allah di semak belukar (Kel 3:1-4:31). Penyertaan secara supranatural juga mengiri Musa dalam memimpin bangsa Israel.  Musa yang sedang menggembalakan ternak ayah mertuanya menyaksikan sebuah fenomena unik : semak yang menyala namun tidak terbakar. Allah hadir dalam bentuk “theofani”[14] dengan semak belukar. Dalam Alkitab Tuhan sering kali menyatakan kehadiran dan penyertaanNya dengan api seperti dalam beberapa kisah : 

1.     Lalu Malaikat TUHAN  menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api  yang keluar dari semak duri.  Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api (Kel 3:2 diteguhkan juga dibeberapa ayat Ul 33:16; Mrk 12:26; Luk 20:37; Kis 7:30,31)

2.     TUHAN berjalan di depan  mereka, pada siang hari dalam tiang awan  untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam.

3.     Gunung Sinai ditutupi seluruhnya dengan asap,  karena TUHAN turun ke atasnya dalam api; asapnya membubung seperti asap dari dapur,  dan seluruh gunung itu gemetar  sangat.  Bunyi sangkakala kian lama kian keras. Berbicaralah Musa, lalu Allah menjawabnya  dalam guruh. Keluaran 19:18-19) . Hubungan pribadi dengan Tuhan yang supranatural dengan Tuhan tidak perlu diragukan lagi. 

Orang harus menyadari tempat dimana Allah hadir menjadi kudus, itu berarti perubahan dari tempat yang natural menjadi supranatural sehingga harus diperlakukan yang berbeda. Tuhan berkata : “Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus (Kel 3:5). Pertama-tama harus dipahami Musa tertarik akan pemandangan yang tidak pada umumnya yakni pemandangan semak belukar yang terbakar tetapi tidak memakan semak belukar tersebut. Hal ke dua Musa tidak melihat semak belukar itu menjadid hitam karena api. Musa menganggap itu api dari Sorga karena yang ketiga Tuhan dalam kemuliaanNya hadir berbicara kepadanya[15]

Dari sinilah Allah memperkenalkan dirinya sebagai YHWH yang kemudian dibaca sebagai Adonai. Sebenarnya kata YHWH yang disebut Tetragrammaton[16] nama ini YHWH ini ditulis dalam bentuk kata kerja Hiphil[17] istilah ini yang sering kali inilah yang menurut kaum masoret disebut Qere- ketib yaitu memang ditulis dalam teks adalah YHWH (ketib) namun harus dibaca Adonai (qere). Menurut Freedman bentuk kata kerja yang sebenarnya adalah bukan Qal melainkan hiphil sehingga artinya sebenarnya haruslah “Aku yang menyebabkan sesuatu ada” Freedman lebih memilih menterjemahkan ‘ehyeh  sebagai kata kerja hiphil yang berarti “aku yang menyebabkan ada, apa yang ada” atau dengan kata lain Aku menciptakan apa yang Aku ciptakan sehingga dapat disingkat Akulah Sang Pencipta’[18].

Hal lain yang dikontribusikan oleh Freeman dengan merujuk pada S.R. Driver adalah bahwa ‘eyeh ‘asher ‘eyeh merupakan jenis kata-akta yang masuk di dalam kategori kontruksi idem per idem  yang sangat umum terdapat dalam bahasa Ibrani dan Arab. Idem peri idem merpakan jenis pengulangan idem yang dipakai ketika hal-hal atau keinginan yang seharusnya muncul eksplisit tidak ada[19].

Lalu Musa berkata kepada Allah: "Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya?  --apakah yang harus kujawab kepada mereka?"   Firman Allah kepada Musa: "Aku adalah Aku (Kel 3:13-14). Dalam bahasa Ibraninya וַיֹּאמֶר אֱלֹהִים אֶל־מֹשֶׁה אֶהְיֶה אֲשֶׁר אֶהְיֶה וַיֹּאמֶר כֹּה תֹאמַר לִבְנֵי יִשְׂרָאֵל אֶהְיֶה שְׁלָחַנִי אֲלֵיכֶם׃ . Translit interlinear, vayo'mer {dan Dia berfirman} 'Elohim {Allah} 'EL-mosheh {kepada Musa} 'Eheyeh {Aku akan ada} 'asher {yang} 'Eheyeh {Aku akan ada} vayo'mer {dan Dia berfirman} koh {demikian} to'mar {engkau harus berkata} liv'ney {kepada anak-anak} YIsera'el {Israel} 'Eheyeh {Aku akan ada} shelakhani {mengutus aku} 'aleykhem {ke atas kalian}[20]  

Finis Jennings Dake menerangkan : Aku adalah Aku diterjemahkan Eheyeh Asher Eheyeh,  Aku adalah  (Siapa dan Apa) Aku atau Aku yang menyatakan sendiri, Yang kekal, Esa yang  selalu selalu begitu dan akan selalu begitu  (Maz 90:2  sebelum gunung-gunung dilahirkan,  dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah). Aku disini yang pernah hadir setara dengan Jehova yang kekal[21]

Permintaan Musa akan identitas nama Tuhan dilatarbelakangi bangsa-bangsa lain yang memiliki pemimpin seorang raja yang memiliki nama (1 Sam 8:5). Namun apakah Tuhan memberi namaNya? Tuhan menjawab dengan sebuah kiasan AKU bukanlah nama.  Karena namaNya tetap dan turun temurun adalah  selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun (Kel 3:15). Ayat 14 mengkisahkan karakter Tuhan yang kekal dan selalu ada sampai kapanpun bahwa Dia tidak pernah berubah dan kemudian Ia menyatakan namaNya, sebagai Allah Abraham, Ishak dan Yakub yang mengutus engkau. 

Keberadaan Allah yang Esa bukanlah berbicara soal nominal Esa yang satu itu adalah sebuah komponen yang menyatu dalam satu hakekat. Dia bukan Allah yagn satu dengan banyak jabatan, seperti satu pribadi ambil contoh Gideon adalah kaprodi di perguran tinggi, ditempat lain ia menjadi direktur perusahaan dan di rumah ia kepala keluarga. Ini satu orang dengan 3 jabatan. Allah yang Esa adalah kesatuan seperti Bali, jawa dan sumatra adalah Indonesia. Bali berbeda dengan jawa dan jawa berbeda denan Sumatra tetapi mereka tetap Indonesia. Satu tandan buah anggur terdapat anggurnya tetapi mereka tetap berada dalam satu tandan. 

Namun fenomena Tritunggal tidak bisa diklaim ini paling benar karena tidak seorangpun dapat memahami Allah yang melampaui akal pikiran. Ia menghendaki kita bergaul dalam keintiman daripada mendifinisikan diriNya. Allah Bapa yang berkarya dimanifestasikan dalam Kristus Yesus dan dilanjutkan oleh Roh Kudus di dalam diri orang percaya. Tulisan ini tidak membahas secara detil soal Tritunggal namun sepintas disinggung karena bersangkutan dengan Penguasa Supranatural. 

Kehadiran Allah yang adalah roh yang tidak terjangkau oleh siapapun (Yoh 4:23) hadir secara manusiawi, berupa darah dan daging sepenuhnya di dalam diri Yesus Kristus. Yohanes mengatakan : Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya (Yoh 1:18) Benih Roh Kudus yang menghadirkan Yesus, Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus  akan turun atasmu  dan kuasa Allah Yang Mahatinggi  akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus,  Anak Allah (luk 1:35). Matius ingin mengatakan bahwa yang Kudus anak Allah itu menyatu dalam diri orang percaya.   “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki , dan mereka akan menamakan Dia Imanuel [22] " --yang berarti: Allah menyertai kita (Mat 1:23 Bdk Yes 7:14). 

Bambang Noorsena dalam bukunya menyongsong ratu adil menjulikan tentang Tritunggal yang diartikan dalam bahasa jawa manunggaling kawulo gusti yang menyajikan 3 varian salah satunya  pendapat Zoermulder mengistilahkan penghayatan “manunggaling kawulo Gusti” lebur tanpa dualitas adalah “radicate monism” atau ungkapan aslinya dalam hinduisme ; advaita(bukan dua, nondualisme). Kawulo gusti lebur hingga tak terbedakan lagi; Tat Twan Asi (Aku adalah kamu, kamu adalah Aku)[23]

Pribadi yang paling mistis di dunia adalah Yesus Kristus sendiri. KehadiranNya yang berasal dari Keilahian menjadi manusia untuk menyatukan manusia dengan Sang Ilahi itu sendiri. Ini merupakan hal yang tersembunyi (occult) berabad-abad dan dipresentasikan dalam Kristus dimana banyak bangsa akan  mendengar dan melihat tapi tidak mampu (Mat 13:10-17). Ia bukan saja membawa Kerajaan Allah namun Ia juga memperkenalkan Allah yang roh (Yoh 3:23-24) sebagai Bapa yang baik tempat dimana setiap orang percaya dapat memancatkan doa Bapa kami (Mat 6:9-13). Allah di luar Yesus bukanlah Sang Pencipta alam semesta melainkan penguasa yang tidak jelas, mungkin dapat dikategorikan sebagai  Iblis yang menyamar sebagai malaikat terang (2 Kori 11:14). 

Kekristenan sejati harus dapat memancarkan energi Kristus dalam eksistensinya selama hidup di bumi. Hal tersebut tidak mungkin terjadi bila bila seseorang tidak terlebih dahulu menyerap “prana”[24] yakni kedigdayaan yang Yesus miliki. Ketika Yesus Kristus di Gunung Tabor, Ia memancarkan cahaya, Matius menuliskan kisahnya : “Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.  Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia (Matius 17:2-3).

Cahaya yang memancar di dalam diri Yesus adalah energi yang sanggup mendatangkan Musa dan Elia yang menggambarkan nabi-nabi terkemuka dalam Perjanjian Lama. Dalam sejarah dunia hanya pribadi Kristuslah yang mampu menghadirkan Musa dan Elia hadir di lingkungan orang-orang hidup. Pertemuan antara kemanusiaan Yesus yang natural berjumpa dengan makluk supranatural yakni Musa dan Elia mendatangkan  perkenanan Bapa dengan perkataan : “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia” (ay 5).

Saat di Getsemani, ketika para prajurit, ahli Taurat yang akan menangkap Yesus yang dipimpin oleh Yudas yang ingin menangkap. Yesus tahu dirinya yang akan ditangkap, Ia tidak melarikan diri bahkan bertanya siapakah yang kamu cari? Ketika mereka berkata mencari Yesus, Maka Yesus berkata : “ Akulah Dia”, perkataan yang diucapkan disertai dengan kekuatan yang sanggup membuat orang rebah (Yoh 18:6). 

Kekuatan energy yang dimilikinya mampu membuat goncangan yang dasyat disaat kematianNya. Beberapa peristiwa besar saat kematianNya, 

1.     Gelap gulita menyelimuti seluruh daerah menjelang kematianNya (Mar 15:33)

2.     Tabir Bait Suci terbelah dua[25] (Mat 27:50-52 )

3.     Peristiwa Alam 

a.     Gempa  bumi yang dahsyat, 

b.     batu-batu terbelah. 

c.     Kuburan-kuburan terbuka

d.     Mayat-mayat bangkit dan menampakkan diri (Mat 27:52-53)

Matthew Henry mengatakan tentang gempa bumi sebagai berikut, gempa bumi menandakan dua hal :       

1.     Kejahatan para penyalib Kristus yang tiada taranya. Bumi gemetar menyaksikan bagaiman Dia yang tidak berdosa dianiaya tanpa belas kasihan. Seperti Habil yang terbunuh dan menjadikan bumi ini terkutuk (Kej 4:11-12). Melihat kejahatan dan kebebalan manusia Amos mengatakan : “Tidakkah akan gemetar  bumi karena hal itu?

2.     Kemenangan kegemilangan salib Kristus. Gempa bumi menandakan bahwa sebuah kegemparan yang hebat, serangan mematikan sedang menghantam pekerjaan iblis[26]

Petrus menulis : “…. Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,  dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara,  yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah. ( 1 Pet 3:19). Kebenaran ini termasuk bagian yang paling sulit diterjemahkan dan menjadi begitu banyak perdebatan para ahli theologia. Orang  harus tahu bahwa pada saat Petrus menuliskan ayat ini ada banyak kisah-kisah legenda yang menjadi konsumsi masyarakat pada waktu itu yang mengkisahkan para dewa-dewa yang turun ke dunia orang mati[27]

Mungkin Petrus ingin mengambil kisah yang ada dan menggantikan muatan atau subtansi yang berbeda. Petrus ingin menunjukkan kepada pembacanya bahwa yang turun ke neraka bukan Henok atau dewa-dewa yang lain melainkan Yesus Kristus sendiri.  Kesulitan penafsiran ini disebabkan karena mitos  yang memiliki kisah yang  panjang namun hanya disingkat oleh Petrus menjadi beberapa kalimat saja. Pertama harus diperhatikan bahwa kata penjara tersebut di ambil dari bahasa Yunani phulake dibaca foo-lak-ay' artinya penjara; tempat tahanan; sarang roh jahat (tampat penghukuman/pengurungan di bawah bumi); jam jaga (satu diantara ketiga atau keempat selang waktu dalam satu malam antara jam 18:00 - jam 06:00, bandingkanlah (Mark 13:35); penjaga atau pos jaga (Kis 12.10); fulassw f. menjaga secara berfikir (Luk 2.8)[28]. Finis Jennings menyebutkan 10 fakta  roh-roh yang dalam penjara :

1)    Mereka adalah orang berdosa pada zaman Nuh (Kej 6:4)

2)    Jika mereka disebut jiwa manusia tentu tidak hanya yang berdosa di zaman Nuh

3)    Manusia tidak disebut sebagai roh. Perlu kualifikasi dan clarifikasi

bahwa yang dimaksud perkataan tersebut roh manusia(Ibr 12:23), roh seluruh daging (Bil. 16:22; 27:16)), roh para nabi ( 2 Kor 14:32), manusia memiliki roh tapi mereka bukanlah roh. Dimana kata roh digunakan tanpa kualifikasi seperti itu yang mengacu pada makhluk  roh  ( Maz 104:4; Ibr 1:7,14)

4)    Dikhususkan untuk malaikan yang berdosa sebelum air bah (2 Petr 2:4; Yudas 1:6-7)

5)    Kata memberitakan diambil dari kata Yunani kerusso yang memiliki arti proklamasi kepada public atau pengumuman untuk hal yang baik dan buruk (1 Kor 1:19). Ini bukan kata evangelizo yang berarti kabar sukacita yang dikotbahkan kepada banyak orang

6)    Injil tidak pernah disampaikan kepada orang sesudah mati dan ini juga tidak berlaku khusus untuk generasi zaman Nuh. Tuhan tidak memberi hormat kepada mereka yang ditentukan untuk mati dan yang dihakimi (Ibr 9:27). Tidak ada pemberitaan Injil yang dimaksud.

7)    Ini bukan khusus untuk penjara manusia yang berdosa pada zaman nuh atau penjara penjara lain untuk untuk orang berdosa. Semua pergi ke sheol dan hades untuk dihakimi (Wah 20:11-5)

8)    Kristus tidak memberitakan jiwa manusia masuk neraka kita tahu hal tersebut. Ia memerdekakan orang jiwa orang benar ketika kenaikanNya ke tempat tinggi (Efe 4:10). Ia meninggalkan malaikat di neraka sampai masa penghakiman (2 Petr 2;4; Yudas 1:6-7)

9)    Kristus sendiri bukan Henok, noah atau orang lain , pergi memberitakan roh-roh. Ini bisa ketika pergi ke neraka (Maz 16:10; Kis 2:270

10)  Siapapun roh-roh  yang ada dalam penjara ketika Kristus memberitakan kepada mereka (ay 19) semua merupakan fakta mereka adalah malaikat bukan manusia[29].

Meyer commentary menuliskan bahwa sesudah kematian Yesus menyampaikan kotbah jika dianggap peradilan akan sama sekali tidak berguna. Jika dipandang sebagai proklamasi keselamatan maka akan bertentangan dengan pengajaran Alkitab tentang keadaan manusia setelah kematian. Harus dipandang sebagai rekonsiliasi gagasan keselamatan yang ditawarkan kepada roh-roh dengan doktrin-doktrin kitab suci sulit dipecahkan. Faktor eskatologis dapat memahami banyak masalah[30]. Ulrich Beyer dalam tafsiran surat Petrus mengatakan ; “Beberapa pokok penting yang perlu diperhatikan adalah perkataan pada waktu itu yakni waktu yang dimaksud adalah kapan? 

Clarke's Commentary menuliskan penundaan hukuman Allah untuk para penghuni dunia kuno di tahan dalam keadilan Ilahi, yang menunggu baik untuk pertobatan mereka atau berakhirnya waktu istirahat, bahwa hukuman yang diucapkan mungkin ditimbulkan. 

Bahwa Roh Allah benar-benar berjuang dengan, menghukum, dan menegur orang-orang kuno, terbukti dari Kejadian 6: 3 Roh inilah yang mendatangi mereka, Ibrani 11:7 yang tidak akan percaya sampai murka - hukuman Ilahi, mendatangi mereka sampai ke ujung[31]. Beberapa ayat sebagai referensi keterangan tentang roh orang adalah : 

1.     Ibrani 12:23-24  dan kepada jemaat anak-anak sulung,  yang namanya terdaftar di sorga,  dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang,  dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna,  dan kepada Yesus, Pengantara  perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel. 

2.     Ibrani 12: 9, dan kepada jemaat anak-anak sulung,  yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang,  dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna, 

3.     Bilangan 16:22; tetapi sujudlah  mereka berdua dan berkata: "Ya Allah, Allah dari roh segala makhluk!  Satu orang saja berdosa,  masakan Engkau murka terhadap segenap perkumpulan ini? "

4.     Bilangan 27:16, "Biarlah TUHAN, Allah dari roh segala makhluk,  mengangkat atas umat ini seorang….

Kesimpulan pendapat yang menyatakan bahwa Yesus Kristus turun ke neraka, untuk mengumumkan kedatangannya ke para leluhur kuno, dan untuk membebaskan mereka dari spesies penjara itu, di mana mereka telah begitu lama menunggunya, tidak dapat dibantah, dan kita itu sebagai artikel iman kita: tetapi kita mungkin meragukan apakah ini menjadi makna Petrus di tempat ini. " 

Beberapa orang berpikir bahwa seluruh bagian ini berlaku untuk pemberitaan Injil kepada bangsa-bangsa lain; tetapi interpretasi yang diberikan di atas nampak  kepada saya, setelah pertimbangan sepenuhnya, menjadi yang paling konsisten dan rasional, seperti yang telah saya katakan[32]

Beberapa tafsiran dari kebenaran tersebut memunculkan beberapa pengajaran yang bertentangan dengan kebenaran Firman Tuhan. Bila tidak dipahami dengan benar seperti :

 

1.     Penginjilan orang mati 

2.     Kesempatan keselamatan sesudah kematian

3.     Yesus mati masuk neraka

4.     Kunci kerajaan maut yang ada di tangan iblis 

5.     Yesus berjumpa dengan iblis dan merebut kunci tersebut

Namun menurut penulis ajaran-ajaran tersebut sangat tidak bisa dipertanggungjawabkan. Walau harus diakui Petrus menuliskan kebenaran seolah-olah ada penginjilan orang mati seperti terjemahan dari Lembaga Alkitab Indonesia, Itulah sebabnya maka Injil telah diberitakan juga kepada orang-orang mati, supaya mereka, sama seperti semua manusia, dihakimi secara badani; tetapi oleh roh dapat hidup menurut kehendak Allah (1 Petrus 4:6). Petrus tidak menulis tentang adanya penginjilan melainkan proklamasi tentang pendamaian akan dosa-dosa yang telah diselesaikanNya di atas kayu salib. 

Namun harus dipahami bahwa Kristus tidak mungkin masuk neraka dan mengambil kunci kerajaan maut itu dari kuasa iblis. Ketika ia berkata hari ini juga kamu masuk firdaus (Luk 23:43), orang harus sadar di hari yang sama Ia menyerahkan nyawanya kepada Bapa (Luk 23:46). Bapa tidak tinggal di Neraka melainkan di sorga (Mak 16:19). 

Iblis tidak memiliki kuasa apapun di alam kekekalan karena neraka merupakan tempat hukuman bagi iblis bukan rumahnya (Wah 20:3; Luk 8:31). Yesuslah pemegang kunci kerajaan maut, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut (Wah 1:18). Sejak pertama kehadiran Yesus kunci kerajaan maut sudah diserahkan kepada Petrus sebagai lambang gereja dikemudian hari. 

Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia  yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.  Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus  dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku  dan alam maut tidak akan menguasainya (Mat 16:17-18). Gereja yang dihuni oleh orang-orang percaya yang sungguh-sungguh hidup di dalam Kristus tidak akan mendapat penghukuman (Rom 8:1) Memahami hakekat Kekristenan adalah sifat Kristus yang harus tertranformasi dalam kehidupan orang percaya. Penganut agama Kristen belum tentu memiliki kekristenan sejati. Hal ini dapat diidentifikasi umat yang mengganggap cukup bila terdaftar  sebagai anggota gereja dan pengikut agama tanpa memiliki hubungan pribadi dengan Kristus. Mereka hanya sebagai orang yang beridentitas sebagai orang Kristen tapi tidak melakukan hukum kristus. Hanya mereka yang menempatkan diri dalam karakter Kristus setiap hari akan memiliki hati seperti Kristus. Mayoritas jemaat sekarang lebih agresif  akan pelayanan gereja tetapi tidak tertarik hubungan pribadi dengan kepala gereja. 

Ketika Allah berinkarnasi menjadi manusia di dalam diri Kristus Yesus maka seluruh manusia bisa melihat karakter Allah sejati. Yohanes mengatakan : “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran (Yohanes 1:14).Matthew Henry memberikan komentar ayat ini menuliskan setelah mengambil rupa dan sifat manusia, Ia menempatkan dirinya pada tempat dan keadaan-keadaan manusia. Firman itu bisa saja jadi manusia dan diam diantara malaikat namun tidak halnya demikian dengan Dia[33]. Perlu dicermati bahwa Yesus bisa memberikan pewahyuan melalui malaikat seperti yang terjadi pada banyak agama di dunia namun tidak demikian Ia telah datang ke dunia dengan memberikan teladan kehidupan yang supranatural.

Dalam kekristenan Firman telah menjadi manusia bukan Firman itu menjadi buku. Hal ini penting mengapa orang percaya Kritus ketika ayat-ayat sucinya dilecehkan mereka berdiam diri? karena mereka sadar Sang Firman sendiri adalah Yesus Kristus yang telah hadir menjadi manusia. Dia sanggup membela dirinya sendiri, Ia tidak butuh bantuan siapapun, dimanapun dan kapanpun karena Dia adalah Tuhan semesta dengan kekuatan tanpa batas. Siapapun yang berurusan dengan Firman maka ia sendiri akan bertanggung jawab.

Essensi dari kekristenan sendiri adalah mereinkarnasi karakter Kristus sepenuhnya dalam bentuk kehidupan nyata oleh Pimpinan Roh Kudus. Indentifikasi ini nyata dalam bentuk kehidupan yang memiliki hati seperti Kristus . Jika tidak demikian maka kekristenan tidak ada ubahnya dengan agama-agama dunia yang identik dengan ahli-ahli Taurat dan orang Farisi.  Yesus sendiri mengecam kehidupan agamawi orang-orang Yahudi dengan perkataan : “Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga (Matius 5:20). Memang harus diakui kehidupan agama orang Yahudi tampak sempurna secara kasad mata namun tidak dipemandangan Tuhan.

Mattew Henry dalam komentarnya ayat di atas mengatakan Ini merupakan ajaran aneh bagi orang-orang yang menganggap ahli-ahli Taurat dan kaum Fairisi sebagai orang –orang yang telah mencapai tingkatan tertinggi dalam agama[34]. Yesus ingin mengajarkan kepada murid-muridnya bahwa agama yang hendak dikukuhkanNya adalah bukan saja untuk menyingkirkan kejahatan, tetapi juga untuk melebihi kebaikan para ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Kita harus berbuat lebih baik dari mereka atau tidak akan masuk sorga. Mereka menjalankan hukum dengan setengah-setengah  dan sangat menekankan bagian upacaranya.[35]

Orang farisi hanya melakukan legalisme saja dalam ritual ibadahnya tanpa melibatkan inti dari kebenaran tersebut yakni kasih kepada Allah dan sesamanya. Yang menjadi perbedaan agama dan kekristenan secara tersirat dinyatakan Yesus dalam kehidupan orang farisi, katanya : “Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-KuPercuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia (Matius 15:8-9).

Matthew Henry mengatakan : disamping mereka adalah orang-orang yang munafik dengan tidak bermaksud menghormatiNya. Sebab mereka membantu menjaga rupa dan bentuk kesalehan dunia yang darinya menerima penrghormat untuk dirinya sendiri. Semua itu hanya dilakukan dengan mulut dan bibirnya. Kesalehannya dhanya sebatas gigi dan bagian luas. Ia menunjukkan banyak cinta, tetapi itu saja, di dalam hatinya tidak ada cinta sejati[36]

Essensi agama adalah usaha manusia untuk mencari Allah dan menemukannya supaya hidupnya tidak kacau. Namun kekristenan yang terjadi sebaliknya Allahlah yang mencari manusia, dan pertemuan inilah yang disebut sebagai pengalaman kekristenan. Yesus berkata : “   Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu,  supaya kamu pergi dan menghasilkan buah  dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku,  diberikan-Nya kepadamu (Yohanes 15:16). 

Menetapkan dalam perkataan Yesus menggunakan bahasa Yunani hetheka hymas, Aku telah mempercayakan pelayanan ini kepadamu ( 1 Tim 1:12) melibatkanmu dalam amanat ini. Melalui pernyataan tadi terlihat bahwa Kristus memandang mereka sebagai sahabat-sahabatNya saat Dia memahkotai kepala mereka dengan kehormatan besar tersebut dan memenuhi tangan mereka dengan kepercayaan besar itu[37].

Dari kebenaran ini Yesus Kristus  hadir dalam dunia yang natural dan memilih manusia yang insani agar menerima ketetapan perintah untuk berbuah dan menerima intervensi Illahi dari Bapa sorgawi. Yesus Kristus yang hadir sebagai representasi Allah sendiri yang telah menunjukkan pola hidup yang harus diteladani orang percaya. Petrus berkata : “ Sebab untuk itulah  kamu dipanggil,  karena Kristuspun telah menderita untuk kamu  dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya (1 Petrus 2:21). Tokoh sentral dalam kekristenan adalah Kristus Yesus bukan saja menjadi kepala gereja melainkan menjadi Tuhan dan Juru selamat. Ia adalah pribadi yang layak menerima sanjungan dan penghormatan oleh karena karyaNya yang sempurna di atas salib. 

Kekristenan berpusatkan Kristus dalam setiap perkataan dan tingkah laku.Kekristenana memiliki standar hidup seperti kehidupan Kristus. Yohanes mengatakan : “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup (1 Yohanes 2:6). 

Kata wajib menggunakan kata Yunani  opheilo  yang memiliki arti wajib, harus, terikat, hutang. Sementara kata hidup menggunakan kata Yunani peripateo  yang memiliki arti berjalan, pergi mondar-mandir; hidup, berperilaku[38]. Untuk dapat memanifestasikan karakter Kristus maka seseorang harus tinggal di dalam Kristus . Finis Jenning Dake menjelaskan arti tinggal di dalam Kristus  memiliki 10 kategori :

1.      Berjalan dalam Kristus (ay 6)

2.     Mencintai saudara seiman (ay 10, 3:14-15)

3.     Tinggal dalam firmanNya (ay 14)

4.     Melakukan kehendak Allah (ay 17)

5.     Menginjinkan diri sendiri  (ay 24-25)

6.     Terus berada dalam pengurapan ((ay 27)

7.     Bebas dari dosa (ay 3:6)

8.     Memegang perintah (ay 3:24, Yoh 15:10)

9.     Tinggal dalam Roh (ay3:24)

10.   Berbuah lebat (Yoh 15:4,7)[39]

Agama Kristen sering kali terjebak dalam liturgi dan berbagai program gereja namun tidak mendidik umatNya untuk identik dengan pola hidup Kristus Yesus. Rasul Paulus mengatakan kepada jemaatnya di filipi : “Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan  Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri  dalam satu roh , dan sehati sejiwa berjuang  untuk iman yang timbul dari Berita Injil, dengan tiada digentarkan sedikitpun oleh lawanmu. . (filipi 1:27-28). Paulus menggunakan kata berpadanan untuk hidup kekristenan menggunakan kata Yunani axios  yang dapat diterjemahkan dengan kata dengan cara yang layak, sesuai, berpadanan[40]

Kata berpadanan ini juga dipakai Paulus untuk jemaat Tuhan di Efesus : “ Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan  dengan panggilan  itu. Jimmy Oentoro menjelaskan kata “berpadanan/worthy”dalam efesus 4:1 (hidup berpadanan dengan panggailan “atau a life worthy of the calling) berasal dari kata berasal dari kata axios, yang artinya berat yang sama/sepadan. Maksudnya panggilan dan tingkah laku seseorang harus seimbang[41]. Kekristenan agama supranatural adalah Kehidupan yang berpusatkan  kepada kristus bukan saja dalam tingkah laku melainkan menunjukkan identitas sebagai orang-orang yang memiliki Allah.

Formasi spiritulitas kekristenan bersumber pada figure Yesus Kristus dengan karakternya yang sempurna. Ajaran-ajaran Kristus merupakan sebuah tatanan kehidupan yang memiliki standar sorga yang harus ditaati sepenuhnya oleh orang percaya. Namun demikian kedalaman mempraktekkan kebenaran tidak hanya berada dalam ranah hukum yang tertulis melainkan bertitik tolak pada Roh Kudus. Paulus mengatakan : “ ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru,  yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis,  tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan (2 Korintus 3:6).

 


[1] Teofani, adalah suatu istilah dalam ilmu teologi, yang berasal dari bahasa Yunani: τεοφάνια - THEOPHANIA, berasal dari dua kata, kata benda θεός - THEOS (Allah) dan kata kerja φανερόω - PHANEROÔ yang artinya menampakkan, mewujudkan (diri). Maka, THEOPHANIA adalah penampakan Allah/ appearance of God/ a manifestation of God to the world. sumber http://www.sarapanpagi.org/teofani-vt25.html

[2]  Trancend + ent, aau meminjam dari tranccendens latin. transenden (komparatif leibh transenden, superlative yang paling transenden)  1. Melampui batas 2. Keunggulan tinggi 3. Bebas dari batasan dunia material https://en.wiktionary.org/wiki/transcendent)

[3] Istilah imanensi berasal dari Bahasa Latin immanere yang berarti "tinggal di dalam". Imanen adalah lawan kata dari transenden. ... Dalam istilah Filsafat Ketuhanan, Tuhan yang imanen berarti Tuhan berada di dalam struktur alam semesta serta turut serta mengambil bagian dalam proses-proses kehidupan manusia.     ( https://id.wikipedia.org/wiki/Imanen)

[4] GPS merupakan singkatan dari Global Positioning System, atau yang dalam bahasa Indonesia disebut Sistem Pemosisi Global. Sistem ini untuk menentukan letak di permukaan bumi dengan bantuan penyelarasan sinyal satelit. Sistem ini menggunakan 24 satelit yang mengirimkan sinyal gelombang mikro ke Bumi. (http://suryamalang.tribunnews.com/2017/04/24/10-singkatan-ini-sering-diucapkan-tapi-tak-banyak-orang-yang-tahu-kepanjangannya?page=all)

[5] Loris De Marco., Sweeter Than honey, (Jakarta, Imanuel Publising House, cet 1, 200), 5. Diterangkan kejadian 3:5 tetapi Allah mengetahui (yada) bahwa waktu kamu memakannya matamu akan terbuka dan kamu akan menjadi seperti Allah tahu (yada) tentang yang baik dan yang jahat. Mata jasmani tidak berhubungan dengan hal ini. Mata berhubungan dengan pemahaman

[6] https://biblehub.com/niv/genesis/1-1.htm

[7] Jurnal Teologi, Nama Ilahi dalam Alkitab: diskusi mengenai ALLAH, ‘ELÔHÎM, THÉOS, TUHAN, YHWH, Tuhan, ‘ADÔNAÎ, KÚRIOS* oleh Andreas How (veritas 6/1 (April 2005) 45-55 

[8] ibid  Andreas How, 46-47

 [9] ann Aldredge Clanton, In Whose Image? God and Gender (London: SCM Press, 1990), 22.

[10] Sepanjang artikel saya menggunakan Ken Hamel, Online Bible Software (New Jersey: Oakhurst, 1996); Zondervan Interactive, The NIV Study Bible Complete Library CD ROM (Grand Rapids, MI: Zondervan, 1989–98) dan Crosswalk.com untuk melihat terma Ibrani dan Yahudi yang orisinil yang saya letakkan dalam tanda kurung.

[11] Clanton, In Whose Image?, 27.

[12] bdk. Toshihiko Izutzu, God and Man in the Qur’an (t. k.: A. Noordeen, 1964). Selanjutnya Izutzu berkata: “i have shown that many of the key concepts of the Qur’an relating to the basic relations between God and man were just subtly transformed continuation of the pre islamic, genuinely arab conception. even the connotation of the name allah is shown to be new invention of the Qur’anic revelation.”

[13] Jurnal teologi, veritas 6/1 (April 2005) 45-55 http://repository.seabs.ac.id/bitstream/handle/

[14] Theofani, adalah suatu istilah dalam ilmu teologi, yang berasal dari bahasa Yunani: τεοφάνια - THEOPHANIA, berasal dari dua kata, kata benda θεός - THEOS (Allah) dan kata kerja φανερόω - PHANEROÔ yang artinya menampakkan, mewujudkan (diri). Maka, THEOPHANIAadalah penampakan Allah/ appearance of God/ a manifestation of God to the world.  (sumber :  http://www.sarapanpagi.org/teofani-vt25.html

[15] Loise Ginzberg., Legend of the Bible, (Amerika,Robson book, 2001), 310-311

[16] Tetragrammaton (Bahasa Yunani: τετραγράμματον kata dengan empat huruf) nama dalam bahasa Ibrani untuk Tuhan Allah, yang dieja (dalam huruf Ibrani); י (yod) ה (heh) ו (vav) ה (heh) atau יהוה (YHWH), tetragramaton adalah nama pribadi dari Tuhan Allah orang Israel. Dari semua nama Tuhan Allah di Perjanjian Lama, Tetragrammaton muncul paling sering, sebanyak 6.500 kali menurut Jewish Encyclopedia, namun menurut Biblica Hebraica dan Biblica Hebraica Stuttgartensia, teks asli dari Tulisan Ibrani yang ditulis dalam bahasa Ibrani dan bahasa Aram, berisi tulisan Tetragrammaton sebanyak 6.828 kali. Banyaknya penulisan Tetragramaton di dalam tulisan tulisan tersebut mengindikasikan rujukan yang lebih pribadi terhadap jatidiri Sang Penguasa. (Berlawanan dengan gelar yang tidak pribadi seperti "Tuhan" saja atau "Bapa"). Banyak pengkaji Alkitab melihat ini sebagai bukti bahwa penulis Alkitab (dan orang orang Ibrani dan Israel kuno) melihat nama yang direpresentasikan dengan Tetragrammaton sangat penting dan sering digunakan dalam perkataan dan doa-doa sehari-hari. Dan untuk yang percaya bahwa Alkitab diinspirasikan oleh Tuhan, hal ini menunjukkan bagaimana perasaan-Nya terhadap nama pribadi-Nya Dalam agama Yahudi, Tetragrammaton tidak diucapkan pada pembacaan tulisan suci dan doa, dan diganti dengan Adonai ("Tuanku"). Bentuk tertulis lain seperti ד׳ atau ה׳ dibaca Hashem (Sang Nama). Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Tetragrammaton

[17] Bahasa Ibrani mempunya bentuk kata kerja yang braneka ragam. Jenis-jenis kata kerja (KK) yang sering muncul di dalam terks-teks Alkitab Ibrani adalah Qal (Kata kerja biasa/sederhana), Niphal (kk pasip dari Qal dan dapat juga merjpakan kata kerja reflektif), Piel (kk yang menunjukkan perbuatan yang intensif an gdilakuka oleh seseorang, Pual (bentuk pasip dari piel), Hiphil (kk yang menyatakan perbuatan yang bersifat kausatif) dan hophal (bentuk pasih ari hphil) sumber : jurnal Yahweh 

[18] Jurnal Yahweh (sumber : repository.uksw.edu)

[19]  Loc.cit

[20] sumber : http://www.sarapanpagi.org/nama-tuhan-aku-adalah-aku-eheyeh-asyer-eheyeh-vt513.html selanjutnya diterangkan Kata אֶהְיֶה - 'EH'YEH adalah kata kerja dalam bentuk Qal Imperfect dari kata הָיָה - HAYAH , hê'-yõd-hê'. Stem Qal yang berarti "ringan" merupakan kata kerja aktif sederhana, belakangan istilah Qal lebih dikenal dengan istilah Pâ'al.

[21] Op.cit Finis Jennings Dake, 67 

[22] Imanuel atau Immanuel adalah sebuah nama yang berasal dari bahasa Ibraniעִמָּנוּאֵל ""El" atau Allah beserta kita". Nama ini terdiri dari dua kata Ibrani: אל (El, artinya Allah) dan עמנו (Immanu, artinya "beserta kita", "bersama kita" atau "dengan kita). Dalam Kekristenan nama ini juga dipakai sebagai salah satu nama Yesus Kristus. Nama ini disebutkan dalam Yesaya 7:14 dan Yesaya 8:8 serta tersirat dalam Yesaya 8:10 pada Alkitab Ibrani (Perjanjian Lama di Alkitab Kristen), lalu juga muncul dalam Perjanjian Baru, yakni dalam Matius 1:23 yang mengutip dari Yesaya 7:14. Sumber (https://id.wikipedia.org/wiki/Imanuel)

[23] Bambang Noorsena., menyongsong ratu adil, (Yogyarkarta, Andi Offset, 2003),193

[24] Kekuatan vital yang memberdayakan keberadaan kita dikenal sebagai "prana". Sumber etimologis kata, Prana,memiliki akar dalam bahasa Sanskerta kuno. Meskipun kata Sanskerta dalam asal, konsep prana fitur dalam berbagai budaya dunia. Hampir semua tradisi memiliki kata tertentu untuk kehidupan-kekuatan yang kuat atau pranic energi yang mendorong kita. Di Cina, prana kata dirujuk sebagai chi, di Jepang sebagai ki atau Qi, dalam Ebreo sebagai Nephesch (yang secara harfiah diterjemahkan ke "napas kehidupan") dan di Catalan sebagai anak.   Sebagai manusia, kita menyerap prana secara internal maupun eksternal. Kami sistem pencernaan dan pernafasan membantu kita untuk menelan prana internal dari makanan yang kita makan dan udara yang kita hirup di. Chakra kami dan batin kita Aura, Dilain pihak, membantu dalam penerimaan prana eksternal.(https://www.worldpranichealing.com/id/energy/what-is-prana/)

[25] Tirai kokoh yang menurut Rabi-rabi ini tebalnya selebar tangan, dan ditenun dari 72 jalinan yang dipilin, setiap pilinan terdiri dari 74 benang. Tabir itu panjangnya 60 kaki dan lebarnya 30 kaki. Dua dari tabir-tabir itu dibuat setiap tahun, dan menurut bahasa yang dilebih-lebihkan dari jaman itu, dibutuhkan 300 imam untuk menggerakkannya. Tabir itu adalah tabir yang menutupi jalan masuk ke Ruang Maha Suci, dan bukan, tabir yang tergantung di depan pintu masuk utama dari Ruang Suci(Kel 26:31-35,40:21) bisa terbelah dua dari atas sampai ke bawah. Tangan manusia tidak mungkin bisa melakukannya hanya Tangan Allah sendiri melalui kematianNya. Sumber : http://www.holyspiritministry.info/index.php/paskah-hingga-pentakosta/338-salib-merobek-tirai-bait-allah-namun-pendeta-menjahitnya-kembali

[26]  Op.cit Matthew Henry, Injil Matius 15-28, 1517

[27] Ultich Beyer., tafsiran Petrus dan Yudas,  (Jakarta, BPK Gunung Mulia, 1972),107 diterangkan bahwa banyak legenda atau dongeng purbakala mengandung cerita tentang turunnya dewa atau pahlawan ke dunia matu. Henock sudah kita cantumkan (Henok 1:7) Yang sangat terkenal adalah mitos tentang turunnya dewi Bailon Isthar ke neraka. Dalam agama mandei Pahlawah hibil Ziwa tutun ke neraka dan mengalahkan penghulu-penhulunya. Dalam hikayat Yunani  Herakles, Orpheus, dan Odysseus yang turun kesana untuk mencari jiwa-jiw yang mati. Berpengaruh dongeng-dengeng itu adalah mitos tentang matahari yang tenggelam/terbenam di bawah langit. Berapa besarnya pengaruh cerita tradisi yang diambil Petrus adalah sulit dipastikan. 

[28] http://alkitab.sabda.org/strong.php?id=5438

[29]  Op.cit Finis Jennings Dake, 269

[30] https://biblehub.com/commentaries/1_peter/3-19.htm

[31] https://biblehub.com/commentaries/clarke/1_peter/3.htm

[32] loc.cit

[33] Mattew Henry, Tafsiran Injil Yohanes, (Mementum Christian Literaure, cet 1, Jakarta, 2010), 22

 

[34] Mattew Henry, Tafsiran Injil Matius 1-14 , (Mementum Christian Literaure, cet 1, Jakarta, 2007), 185

[35]  Ibid,186

[36] Ibid, 727

[37] Mattew Henry, Tafsiran Yohanes 12-21 , (Mementum Christian Literaure, cet 1, 2010), 1054

[38] Software sabda (http://alkitab.sabda.org/strong.php?id=3784 & http://alkitab.sabda.org/strong.php?id=4043)

[39] Finis Jennings Dake., dake’ annotated reference Bible, (Lawrenceville, Gorgia, United State of America), 275

[40] Software sabda (http://alkitab.sabda.org/strong.php?id=516)

[41]  Jimmy Oentora., Live full live, ( Jakarta, Harvest Publication House, 1987), 194

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.