Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Pelayanan Kami  

Pelayanan kami bergerak di Area Apostolik, Propetic, Shekinah gloria Manifestasi pelayanan Kristus kami tampilkan bukan sekedar wacana melainkan realita dengan kasih yang menguasai hati kami.

Pdm. Hiruniko Ruben, M.Th (WAKIL GEMBALA)
Pdm. Matius M. Simorangkir, M.Th 
Pdp. TIRZA RATNA SUSILAWATI (STAFF GEMBALA)
087877009262
SUHENDRI (STAFF GEMBALA)
082220463780

 

Senior Pastor :                         

Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th, M.Pdk
0817 677 1900 / 081315309418
 
Pelayanan yang penuh kasih kami persembahkan untuk kemuliaan Tuhan saja!
 
   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini455
Kemarin745
Minggu Ini3117
Bulan Ini11223
Total Pengunjung682354

IP Kamu 54.224.234.8 Friday, 20 April 2018

Guests : 47 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 10.00 WIB
(MULAI JANUARI 2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

Kami sedang membangun ruangan Ibadah 17 x 10 Meter
Kami bersyukur untuk yang berkenan berpartisipasi dan menyelesaikan melalui dana yang disalurkan ke rekening :
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

LAPORAN PENERIMAAN AKAN DIKIRIMKAN 

KEPADA YANG BERSANGKUTAN

 

1

Hasil gambar untuk bri

023001045727503

TIMOTIUS BAKTI SARONO

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

TUHAN YESUS KRISTUS MENGGENAPI HUKUM TAURAT

Pdm. Herunikho Ruben,M.Th

ada 4 pengertian "menggenapi" yang berkaitan dengan hal ini.



I. Menggenapi semua nubuatan mengenai diriNya dalam kitap Taurat, Nabi-nabi dan Mazmur.
* Lukas 24:44
Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."
* Matius 1: 22-23
Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita. --> Yesaya 7 : 14
* Matius 2:14-15
Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku." --> Hosea 11:1
* Matius 2:17:18
Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: "Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi." --> Yeremia 31: 15
* Matius 8:17
Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita." Yesaya 53:4
* Matius 12: 16-21
Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
"Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap." Yesaya 42 : 1-4
* Yohanes 19:37
Dan ada pula nas yang mengatakan: "Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam." Zakharia 12: 10

II. Menggenapi hukum Taurat yang melambangkan pekerjaan penebusan yang dilakukan oleh Kristus (hukum upacara)
(al. penyembelihan binatang korban yang dibawa si pendosa untuk menjadi penggantinya; pekerjaan Imam di bilik kudus dan pekerjaan pendamaian di bilik maha kudus oleh Imam Besar; hari-hari raya lambang).

III. Menggenapi hukum Taurat yaitu melakukannya dengan sempurna.
Menggenapi = to fulfill = memenuhi (melaksanakan dengan penuh, dengan sempurna, tanpa cacat ).


Kita tidak bisa melaksanakan hukum Taurat dengan sempurna, namun Kristus telah melakukannya untuk kita. Kristus mendapatkan kebenaranNya bukan karena anugrah tetapi karena Dia memang telah melaksanakan seluruh perintah Allah dengan sempurna. Maka jika kita menerima Kritus menjadi pengganti kita, maka kebenaran Kristus menjadi milik kita.

* Roma 8 : 1-4
Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.
Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.

Gagal melaksanakan hukum Taurat mendatangkan hukuman (maut), daging kita tak berdaya melaksanakannya. Tapi hukuman maut itu sudah ditanggung Kristus. Kita kini hidup menurut Roh, yang menyanggupkan kita memenuhi kehendak Tuhan dalam hukumNya, yang mana tadinya tidak berdaya oleh daging.
* Roma 8 : 12-13
Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. Sebab jika kamu hidup menurut danging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
Catatan :
Pada beberapa keterangan Alkitab "Menggenapi" berarti "Memenuhi, sesuai dengan, melaksanakan dengan baik".
* Matius 3: 15
Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.
* Roma 13:10
Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

IV. Menggenapi/ mengakhiri hukum Taurat sebagai alat mendapatkan Kebenaran
* Roma 10:4
Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.
RSV, For Christ is the end of the law, that every one who has faith may be justified.
Interpretasi ayat ini harus lah selaras dengan bagian lebih awal dari tulisan Paulus dalam surat yang sama kepada jemaat Roma (Roma 3 : 31), yaitu :
"Adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya."

Paulus selaras dengan Kristus, yang menyatakan bahwa Dia datang bukan untuk meniadakan Taurat. (Matius 5:17. "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya). Yesus Kristus sendirilah yang melaksanakan Hukum Taurat dengan sempurna, sekaligus menggenapiNya. Untuk itu umat yang percaya kepada Yesus Kristus tidak dituntut untuk melaksanakan Taurat, tetapi melaksanakan ajaran yang telah disempurnakanNya yang terangkum dalam HUKUM KASIH.

-----

Sekarang bagaimana dengan ayat dalam Efesus 2:15 yang menulis "sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan Hukum Taurat?
Apakah hal ini berkontradiksi?
Pengertiannya demikian :
- Yesus Kristus menggenapi Hukum Taurat, ajaran-ajaranNya telah merefomulasi Hukum Taurat.
- Tetapi, kematianNya, membatalkan Hukum Taurat.

Maksudnya begini :

Yesus Kristus telah benar-benar menggenapi Hukum Taurat dengan kematianNya, dengan demikian arti dari "satu iota-pun tidak akan dibatalkan sebelum semuanya terjadi" (Matius 5:18 ), bermakna bahwa "satu iota-pun tidak akan dibatalkan sebelum Yesus melaksanakan semua misiNya", selengkapnya kita baca bersama penjelasan dibawah ini:

 

KEMATIAN KRISTUS DI KAYU SALIB MEMBATALKAN HUKUM TAURAT

* Efesus 2:15
"sebab dengan mati-Nya sebagai manusia IA TELAH MEMBATALKAN HUKUM TAURAT dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,"
Transliterasi,
tên echthran en tê sarki autou ton nomon tôn entolôn en dogmasin katargêsas ina tous duo ktisê en eautô eis ena kainon anthrôpon poiôn eirênên

IA TELAH MEMBATALKAN HUKUM TAURAT, katargêsas, aorist aktif partisip nominatif tunggal maskulin dari kata kerja katargeô.
Kata Yunani katargeô berasal dari gabungan partikel kata yang berarti menurut, sesuai dengan, dan kata kerja argeô, non-aktif, tidak berfungsi.
Kata Yunani katargeô bermakna membinasakan, membatalkan, menghilangkan, menyebabkan tidak bekerja lagi, tidak beroperasi lagi, tidak aktif. Berakhir, dan makna-makna lain yang sejenis.


Yesus Kristus dengan kematianNya di kayu Salib telah menggenapi secara penuh Hukum Taurat, inilah yang dimaksud dengan "sebelum semuanya terjadi" dan "Ia dengan kematianNya" memenuhi Taurat dan mengakhiri Taurat itu sendiri.
Telah kita mengerti bahwa Kematian Yesus Kristus diatas kayu salib, mengakhiri Hukum Taurat. Didalam kematianNya membawa karya yang mulia sebagai tanda kasihNya, yaitu kematian yang membawa keselamatan bagi umat manusia. Keselamatan akan diberikan kepada siapa saja yang percaya kepadaNya :
* Yohanes 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
King James Version, For God so loved the world, that he gave his only begotten Son, that whosoever believeth in him should not perish, but have everlasting life.
Interlinear, outôs {demikian} gar {karena} êgapêsen {mengasihi} o theos {Allah} ton kosmon {manusia di dunia} ôste {sehingga} ton uion{anak} autou ton monogenê {yang tunggal/ yang unik} edôken {Ia telah memberikan} ina {supaya} pas {setiap (orang yang)} o pisteuôn {percaya} eis {kepada} auton {Dia} mê {tidak} apolêtai {menjadi binasa} all {melainkan} echê {beroleh} zôên {hidup} aiônion {kekal}

Keselamatan adalah karena Kristus saja, bukan Kristus plus syariat Taurat “
* Roma 3:28
Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.

Telah kita ketahui bahwa Hukum Taurat adalah spesifik bagi bangsa Israel, namun murid-murid Yesus memiliki Hukum yang baru yang dicanangkan Yesus Kristus, yaitu HUKUM KASIH.

Keselamatan orang-orang yang percaya/beriman kepada Yesus Kristus, bukan berdasar kepada amal-ibadah, melainkan atas kasih-karunia. Contohnya, saat Yesus Kristus memanggil murid-murid-Nya yang pertama yaitu Petrus, dan lain-lain. Apakah Yesus Kristus memilih para murid berdasarkan perbuatan mereka? Anda tentu dapat menjawabnya.

Dalam Kristianitas terdapat sistem keselamatan yang tidak didasarkan dari amal-ibadah, melainkan sepenuhnya keselamatan itu anugerah dari Allah, yaitu Allah sendiri mengaruniakan keselamatan di dalam Yesus Kristus :
* 2 Timotius 1:9
Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman

Dibawah ini daftar ayat-ayat paralel dengan 2 Timotius 1:9, silakan dikaji perlahan-lahan:
* Roma 3:20
"Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa."
* Roma 9:11
"Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat, -supaya rencana Allah tentang pemilihan-Nya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilan-Nya"
* Roma 11:5-6
"Demikian juga pada waktu ini ada tinggal suatu sisa, menurut pilihan kasih karunia. Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia."
* Efesus 2:9
"itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri."

Perbuatan-baik tidak bisa 'membeli keselamatan' :
Keselamatan hanya oleh 'darah-Yesus'. Dan setiap orang yang percaya memperoleh 'anugerah-keselamatan' itu.
Apakah itu berarti perbuatan baik tdk ada gunanya? O tetap ada donk. Tetapi posisinya harus benar, yaitu perbuatan baik yg keluar ( buah) dari keselamatan tsb. Itulah yg ditegaskan oleh rasul Paulus. Ketika dia menegaskan kebinasaan semua manusia karena dosa (Efesus 2:1-3), selanjutnya dia mengumandangkan 'lagu kasih' di ayat 4-7.
Setelah itu, Paulus melanjutkannya dengan lagu "Bukan karena kebaikanku... semua hanya anugerahNya" (ayat 8-9).
Akhirnya Paulus menegaskan supaya orang yg telah mengalami kasih dan anugerah itu giat berbuat baik (ayat 10).
*Efesus 2:1-10

Perbuatan baik tetap ditutut kepada semua umat Allah, terlebih ketika kita telah menerima 'benih ilahi' dan dimateraikan sebagai anak-anak-Allah.
Maka, 'nature' Allah yang baik itu ada dalam diri kita.
Maka, kalau kita melakukan perbuatan-perbuatan baik, itu bukan untuk "membeli" keselamatan, melainkan justru sebagai buah keselamatan! Yaitu ujud bersyukur dan terima kasih kita kepada Sang Juruselamat, yang telah mengkaruniai kita dengan keselamatan.

Selaras dengan apa yang dituliskan oleh Rasul Paulus, Rasul Petrus dan Rasul Yohanes juga memberikan kesaksian yang sama, bahwa


TIDAK ADA KESELAMATAN DILUAR YESUS KRISTUS
* Kisah Para Rasul 4:12
LAI TB, Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.
NIV, Salvation is found in no-one else , for there is no other name under heaven given to men by which we must be saved.
Translit Interlinear, kai {tetapi} ouk {tidak} estin {ada} en {didalam} allô {yang lain} oudeni {siapapun} hê sôtêria {keselamatan} oute {juga tidak} gar {sebab} onoma {nama} estin {ada} heteron {lain} hupo {dibawah} ton ouranon {langit} to {yang} dedomenon {telah diberikan} en {diantara} anthrôpois {manusia-manusia} en hô {yang olehnya} dei {harus} sôthênai {diselamatkan} hêmas {kita}
Tidak ada keselamatan di dalam orang lain (αλλως-allos), kemudian dilanjutkan dengan dipersempit menjadi tidak ada nama yang lain (ετερον–heteros) kita harus (δει-dei) diselamatkan.
Pemakaian kata-kata dalam ayat ini sudah cukup untuk menjawab tuntas bahwa memang tidak ada keselamatan selain daripada Yesus, bahkan selain dari nama Yesus Kristus.
Tampak jelas bahwa kata 'sangkal' di sana benar-benar absolut, tanpa syarat, bahwa tidak ada orang lain, bahkan tidak ada nama lain itu mutlak. Yesus Kristus satu-satunya Sang Pengantara :
* 1 Timotius 2:5
Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,

Sumber: www.akupercaya.com

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.