Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini257
Kemarin686
Minggu Ini2924
Bulan Ini14266
Total Pengunjung729223

IP Kamu 54.81.71.68 Friday, 22 June 2018

Guests : 48 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

Kami sedang membangun ruangan Ibadah 17 x 10 Meter
Kami bersyukur untuk yang berkenan berpartisipasi dan menyelesaikan melalui dana yang disalurkan ke rekening :
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

LAPORAN PENERIMAAN AKAN DIKIRIMKAN 

KEPADA YANG BERSANGKUTAN

 

1

Hasil gambar untuk bri

023001045727503

TIMOTIUS BAKTI SARONO

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

PENDAHULUAN



       Allah Tritunggal yang sering juga disebut Trinitas, Bapa, Anak, Roh Kudus, merupakan suatu misteri yang sangat misteri dalam arti misterinya misteri. Ajaran tentang Allah Tritunggal adalah pengajaran yang tidak terdapat dalam agama manapun, pengajaran yang paling unik dalam kekristenan. Bahkan ajaran yang sering kali menimbulkan kesulitan bagi orang-orang diluar Kristen atau orang-orang percaya sendiri. 

      Namun demikian ajaran tentang Allah Trinitas ini terdapat begitu jelas dalam Alkitab dan itupun sangat misteri. Sepandai apapun manusia tidak akan mampu memahami sepenuhnya akan keTritunggalan Allah, tidak akan dapat mengerti dan menjelaskannya secara tuntas.   Manusia yang serba terbatas dan terlimit ini tidak akan mampu sama sekali untuk dapat memahami tentang keberadaan Allah yang Maha Besar dan tidak terselami keberadaannya, pengetahuan yang terbatas dari manusia tidak akan mampu menjangkau sang pencipta. Ibarat dapat digambarkan seorang anak kecil membuat  lobang pasir ditepi pantai dan berusaha memasukkan seluruh air laut kedalam lobang yang dibuatnya.
       Jadi apapun yang agama lain katakan terhadap Allahnya orang Kristen tentang ke Tritunggalan Allah dengan sebutan tiga dalam satu maka dapat dipastikan itu merupakan pikiran dan ungkapan manusiawi sebab Alkitab tidak pernah memberi istilah tentang Allah yang tiga.   Manusia yang berbentuk jasmani ini tidak akan mampu memahami sepenuhnya tentang Alah yang adalah Roh (Yohanes 4:24).
       Manusia yang tidak dapat memahami tentang Tritunggal Allah sepenuhnya maka manusia dapat menikmatinya. Karena banyak hal dalam semesta alam ini yang tidak dapat dipahami tetapi dapat dinikmati oleh manusia. Bila dapat diambil contoh Listrik, manusia tahu, beberapa hal mungkin tentang unsur yang negatif dan positip tetapi secara detail manusia pada umumnya tidak tahu mengapa bisa terjadi  demikian tetapi banyak orang yang tidak tahu tentang keberadaan listrik dapat menikmatinya setiap hari. Jika listrik yang sangat sederahana saja bisa tidak dapat diketahui apalagi Allah sebagai pencipta manusia?
      Apalagi tentang manusia sendiri yang berada dalam tubuh jasmani bagaimana menerangkan adanya roh yang bercokol dalam dirinya? Manusia tidak dapat mengerti tetapi manusia dapat menikmatiNya.  Pada zaman dahulu manusia tidak dapat memiliki pengetahuan tentang berbagai macam vitamin-vitamin tetapi bukankan manusia dari dulu sudah menikmati vitamin-vitamin dalam hidupnya?  Jadi sekali lagi Allah tritunggal bukan untuk dipahami tetapi untuk dinikmati. Allah yang Tritunggal itu diungkapkan dalam pewahyuan Alkitab untuk dapat dinikmati dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa hal yang menyebabkan manusia tidak dapat memahami tentang Tritunggal 

1.   Ketritunggalan Allah merupakan wahyu yang diungkapkan oleh Allah sendiri dalam Alkitab dan  bukan merupakan spekulasi manusia sehingga manusia tidak dapat memahami sepenuhnya dan hanya dapat menerimanya sebagai anugerah saja. Unsur pengetahuan ini didapat dari sang pencipta bukan dari ciptaan. Untuk memahami mobil jauh lebih mudah daripada memahami sang pembuat mobil tersebut.

2. Doktrin tentang Allah Tritunggal adalah doktrin tentang Allah satu-satunya, Allah yang Maha Esa (The only one God). Karena Ia adalah satu-satunya tidak ada yang menyamainya dan tidak ada yang mewakili sepenuhnya maka jika tidak ada yang dipersamakan dengan Dia bagaimana mungkin dapat mengertinya???

3. Kebenaran tentang Allah Tritunggal mengandung unsur iman. Jika sudah masuk unsur ini maka untuk dapat memahami sangatlah sulit!



1. Definisi doktrin Allah Tritunggal.


          Kata Tritunggal sendiri bukan berasal dari Alkitab, tetapi bukan berarti apa yang tidak berasal dari alkitab bukan tidak Alkitabiah. Istilah tersebut hanya dipakai untuk mengungkapkan akan keberadaan Allah. Allah yang benar adalah Allah yang tidak terbatas, yang melampui segala sesuatu dan tidak ada bandinganNya, Ia adalah Allah yang Esa. Karena ketidak terbatasan dan KemahakuasaanNya,Ia memiliki kemampuan untuk menyatakan diri kepada manusia jangankan dengan tiga cara, seribu carapun Ia mampu.
          Tritunggal berarti tiga pribadi Allah dalam satu Allah atau dapat dikatakan dalam satu esensi Allah ada ada tiga pribadi. Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus. Perlu dipahami bahwa keberadaan Allah yang yang Esa ini, bangsa Israel memiliki adil yang besar bahkan sumbangsih yang tidak boleh dilupakan begitu saja. Sebab disekeliling Israel memiliki dewa-dewa yang berbagai macam dan setiap orang dapat menyembah kepada dewanya masing-masing dan mereka dapat berpindah dari dewa satu kedewa yang lebih besar dan lebih berkuasa! Dan orang-orang di sekitar Israel memahami bahwa Allah orang Israel adalah Allah seluruh alam semesta ini?? Sehingga Allah Israel disebutkan Allah yang melampaui segala Allah dan Ia adil adanya serta Esa!
          Kejadian 18:25 yang demikian dari padaMu! Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?”  Ulangan  6:4-5       Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!  Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan  segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Ulangan 10:17     sebab TUHAN, Allahmulah Allah segala allah dan Tuhan segera tuhan, Allah yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang  bulu ataupun menerima suap; 
           Perkenalan pertama akan diri Allah dalam kejadian 1:1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi merupakan statement Allah akan diriNya sendiri yang jamak. Kata Allah tersebut adalah Elohim, sehingga dapat menggunakan kata kita, Kejadian 1;26 ; 3:22; 11:7 Yesaya 6:8 Alkitab menggunakan kata ganti Kita untuk menyebut dirinya sendiri, bukan saya atau aku! Berfirmanlah Allah baiklah kita menjadikan manusia menurur gambar dan rupa kita (Kej 1:26). Ada yang menafsirkan ayat ini adalah rapat antara Allah dengan para malaikatnya untuk menciptakan malaikat! Tetapi benarkah malaikat memiliki andil dalam menciptakan manusia?? Tidak mungkin sebab malaikat adalah makluk ciptaan yang yang harus tunduk kepada Allah.
              Kata pertama Allah dalam kejadian 1:1 Menggunakan kata Elohim yang berarti jamak, yang sudah tersirat dalam ayat 1 sampai 3 Pada mulanya Allah .... maka Berfirmanlah Allah (Yohanes 1:1) maka Roh Allah (Yohanes 14:26). Sebelum Yesus terangkat ke Sorga Ia memerintahkan amanat Agung dengan keberadaan Allah, yakni Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Matius  28:19.
Sering kali Allah berbicara kepada umatNya melalui Alkitab dengan istilah jamak, walaupun tunggal Ia menyebutkannya sebanyak tiga kali. 

     TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau:
     TUHAN menyinari engkau dengan wajahNya dan memberi engkau kasih karunia;
     TUHAN menghadapkan wajahNya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
     (Bilangan 24-26)

Demikianlah dalam pemandangan Yesaya Ketidak serafim memuji Tuhan Ia mengatakan, Kudus, kudus, kuduslah Tuhan semesta Allah seluruh bumi penuh kemuliaanNya (Yesaya 6:3). Ketika Allah menyatakan diri secara jamak Ia ingin mengatakan bahwa Ia adalah pencipta (creator). Ia adalah penebus (Redeemer) dan Ia adalah Pewahyu (Revealer). Ini tiga karya yang hanya dapat dikerjakan oleh Allah sendiri  1. Pencitaan (creation) 2. Penebusan (Redemption) dan 3 Penyataan/pewahyuan (revelation). Ketiga karya ini hanya dapat dikerjakan oleh Allah dan tidak ada unsur yang lain yang dapat masuk untuk mengerjakannya. Namun demikian Ia bukan saja sebagai Allah yang menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada melainkan Allah yang menopang segala sesuatunya sampai pada waktu yang ditetapkannya menurut kehendakNya.


2. ISTILAH 3 MENJADI SATU


          Istilah ini tidak pernah ada dalam Alkitab melainkan hanya merupakan ungkapan manusia saja. Kata tiga memang merupakan kata Eklusive dalam Alkitab karena menggambarkan akan Allah. Namun demikian Alkitab menyatakan bahwa Allah adalah Esa.  1Korintus 8:4 Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: “tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa.” Lebih lanjut Paulus menjelaskan kepada Timotius bahwa  Karena Allah  itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan dirinNYA sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan. ( Timotius 2:5-6). Yesaya menjelaskan bahwa YES 45:5      Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku,.... ayat yang sama terdapat dalam 6, 21, 22 dan 46:9 : 44:6,8. Pemazmur dengan jelas mengungkapkan bahwa Engkau sendiri sajalah Allah (Mazmur 86:10), disini tidak diungkapkan bahwa kamu sekalian Allah tetapi   hanya Engkau sendiri. Ini membuktikan bahwa Allah adalah Esa.
        Allah yang Esa merupakan doktrin Alkitab yang tidak dapat digoyahkan, dan ini merupakan pengajaran dan interpretasi yang murni berdasarkan wahyu Alkitabiah. Namun demikian sering kali dalam kekristenan ada istilah yang memberi ungkapan lain tentang adanya tiga Allah yakni Bapa satu Allah, Putra satu Allah, dan Roh Kudus satu Allah dan ketiga-tiganya merupakan menjadi satu Allah korporat. Individualnya ada tiga dan korporatifnya hanya satu. Pernyataan yang menyebutkan adanya tiga Allah atau dua Allah sebab Bapa mempunya person dan Putra mempunyai person sedang Roh Kudus tidak memiliki person, merupakan pengajaran yang sangat menyesatkan banyak orang.



3. SELUK BELUK MENGENAI BAPA, PUTRA DAN ROH KUDUS

            Harus diakui walaupun Allah itu Esa tetapi apabila diamati maka Ia menyatakan dirinya dalam 3 person—— Bapa, Anak dan Roh Kudus. Dalam Yohanes 14:23 Tuhan berkata “ Jika seseorang mengasihi Aku ..... BapaKu akan mengasihi dia, dan kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia ... Dalam fasal 17:11 Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepadaMu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam namaMu, yaitu namaMu yang telah Engkau berikan kepadaKu, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Injil Yohanes mengungkapkan kebenaran penting tentang adanya Allah Tritunggal
          Bahwa Bapa sebagai sumber (13:3) Allah Bapa belum pernah terlihat siapapun (1:18; 5:37) segala sesuatu yang Bapa punya anak juga punya(16:15) Bapa terekspresi oleh anak (14:7-11). Bapa yang diam dalam anaklah yang mengerjakan pekerjaanNya (14:10). Bapa dan anak adalah satu (10:30)
 Bahwa Anak adalah firman yang hidup yang bersama dengan Allah (1:1), mengekspresikan Bapa (1:18), Sama dengan Allah (5:18,23) Ia datang dari Allah (13:3; 7:29) menyatakan Bapa (14:8,9) hidup oleh Bapa (6:57)Menjadi manusia (1:14) dan anak domba (1:29) dan kemudian mati mencucurkan darahNya untuk menebus manusia dari dosa (20:22)

               Bahwa Roh adalah sebagai realita bahwa masuknya Anak didalam diri manusia yang percaya (14:16-20), Ia memberikan segala sesuatu yang diterima dari persekutuan Nya dengan Putra (16:13-15) Roh yang masuk didalam diri orang percaya menyertai agar orang percaya dapat menikmati sang Putra (14:17,18) didalam roh inilah kita menjadi satu dengan Allah Tritunggal (17:21,23)
            Sudah dikatakan dalam PA (Pendalaman Alkitab 1) bahwa kata Tritunggal tersebut tidak pernah ada dalam Alkitab. Kata ini berasal dari Bapak-bapak Gereja yang pada waktu itu terjadi perdebatan yang sengit tentang masalah Bapa, Anak dan Roh Kudus. Maka pada tahun 325 di Nicea diadakan suatu konsili dibawah pemerintahan Kaisar Konstantin untuk menyelesaikan perdebatan masalah tersebut. Dari sinilah muncul istilah Tritunggal. Bila secara singkat dapat dilihat dari sejarah tentang Tritunggal ini maka pada waktu itu ada dua pandangan yang sangat bertentangan pertama dari Arius (Arianisme), yang mempercayai bahwa Kristus lebih rendah dari Bapa, ajaran ini mengikuti Sabelianisme yang pada waktu itu dipercayai oleh mayoritas jemaat yang ada. Dan ke dua adalah dari Atanasius yang mempercayai bahwa Yesus adalah setara dengan Allah Bapa maupun Roh Kudus. Sekalipun pengikut Atanasius sangat minoritas dan sering kali dikucilkan maka mereka tidak pernah mau menyerah. Namun akhirnya pendapat Atanasiuslah yang dibenarkan Kaisar Roma yang menjadi Kristen dan mengakhiri perdebatan waktu itu tentang Tritunggal.
           Sebenarnya istilah Tritunggal itu sendiri berasal dari Tertulianus yang pertama-tama kali mencetuskannya. Ia mengatakan bahwa Kristus tidak lebih rendah dari Bapa, Roh Kudus tidak lebih rendah dari Kristus dan tidak lebih rendah dari Bapa. Sebagaimana Bapa Allah sejati demikian juga Kristus Allah sejati dan Roh Kudus juga merupakan Allah sejati. Kemudian pengajaran Tritunggal demikian maju diakui oleh Gereja-gereja Tuhan, bahkan gereja yang tidak mengakui Tritunggal dianggap bidat atau sesat! Hal ini semakin berkembang dengan hadirnya bapak-Bapak Gereja seperti Agustinus dll.  


1. Pernyataan kehadiran Allah


     Sering kali Allah menyatakan diri kepada manusia dalam bentuk antromorfi ( Yunani : anthropos = manusia,  morphe = bentuk) maksudnya dalam bentuk manusia. Sering kali Allah datang kepada manusia dengan cara-cara dan bentuk manusia. Dapat diambil beberapa contoh seperti yang sering kali diungkapkan dalam Perjanjian lama :

·Di Taman Eden Allah bercakap-cakap dengan Adam sampai manusia jatuh kedalam dosa (Kejadian 2:15-3:21)
· Allah menampakkan diri kepada Abraham di Sikhem (Kej 12:6-7), di kemahnya Mamre (kejadian 18), di  Gerar (Kejadian 26:1-6)
· Yakub bergumul melawan Allah di sungai Yabok (Kejadian 32:22-32)
· Musa bercakap-cakap dengan Allah di gunung Horeb (Keluaran 3:1-4:17)
· Yosua bertemu Tuhan di kota Yerikho (Yosua 5:13-15)
· Tuhan menampakkan diri kepada Manoah dan istrinya (Hakim-hakim 13:1-18) dll

     Namun demikian Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa Allah tidak dapat dilihat (Yoh 1:18a), Kalau perjanjian lama menyatakan bahwa mereka melihat Allah, baik dengan perkataan bercakap-cakap, bergumul, bertemu dll, maka perlu dimengerti bahwa mereka sedang berjumpa dengan utusannya Allah (Apostolos berarti Rasul atau The messenger of God). Sebab apabila Allah datang dalam segala kemuliaanNya maka dapat dipastikan manusia yang berdosa tidak akan sanggup menerima kekudusan Allah yang sedemikian agung, dapat dipastikan dosa itu dihanguskan oleh kemuliaan yang tidak terbatas dan terjangkau oleh manusia.


2. Kesatuan Bapa Anak Roh Kudus


       Dalam kekekalan masa lampau yang tak bermula itu, Allah Bapa telah berencana seturut kehendakNya, dan kemudaian Allah Putra yang merampungkan dalam waktu. Setelah bersama Bapa mengambil bagian dalam penciptaan, Allah Putra merampungkan karya keselamatan dengan menjadi manusia, dalam darah dan daging. KehadiranNya di bumi ini sebagai bentuk karyaNya untuk menebus manusia dari dosa dan merampungkan tugas Bapa untuk menjangkau kembali manusia dan sekaligus menjadikan anak-anak Allah BagiNya.
           Namun manusia tidak akan mampu memahami Allah apalagi bersatu dengan diriNya yang Kudus itu apabila Roh Kudus sebagai oknum ketiga dari Allah Tritunggal tidak terlibat dalam hati orang-orang percaya. Setiap manusia tidak akan memiliki suatu kemampuan untuk mencari Allah. Sebab pada dasarnya manusia sudah sangat berdosa dan memberontak kepada Allah. Manusia bisa menemukan Allah bila dari pihak Allah sendiri yang hadir dan memberikan diriNya serta wahyuNya serta caraNya. Dan Roh Kudus yang memungkinkan manusia untuk percaya kepadaNya. Betapa komplit dan sempurnalah Allah Tritunggal tersebut. Manusia manapun membutuhkan Allah yang seperti tersebut.
           Selain Matius 28:19  dan Injil Yohanes (minggu lalu) yang membicarakan tentang keTritunggalan Allah maka ada beberapa ayat yang patut direnungkan:


1) Matius 6:9-10  Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah namamu, datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga.Secara umum ayat ini mengajarkan doa Bapa kami namun demikian dari permohonan tersebut mengandung tiga penekanan tentang keberadaan Allah. Pertama-tama kepada Bapa, dan datanglah kerajaanMu, Kerajaan ini menekankan pribadi Anak Allah, yakni Yesus Kristus yang memungkinkan kerajaan Allah datang ke bumi ini dan kehendak Allah menyangkut tentang pribadi yang ke tiga yakni Allah Roh Kudus. Kehendak Allah untuk manusia diselamatkan dimungkinkan oleh Roh Allah yang bekerja didalam hati orang-orang berdosa.

2) 1 Korintus 12:4-6  Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah  satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. Dari Ayat ini nampak tiga pribadi yang bergerak bersama yang merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan. Perlu diperhatikan tentang kata Roh, Tuhan dan Allah!

3) 2 Korintus 13:13 Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian. Pribadi Yesus Kristus, Allah Bapa, Dan Roh Kudus bersama-sama menyertai orang percaya.

4) 1 Petrus 1:2 yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah,  Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada  Yesus Kristus dan menerima percikan darahNya. Kiranya kasih  karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu. Dari ayat ini diungkapkan bahwa pilihan Bapa, pengudusan oleh Roh dan percikan darah Yesus Kristus.

5) Wahyu 1:4-5 Menjelaskan bahwa (1) dari Dia yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang (2) dari ketujuh Roh yang ada dihadapan TahtaNya (3) Dari Yesus Kristus  saksi yang setia yang bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja di bumi.

6) Wahyu 4:8 menyatakan kata-kata Kudus, Kudus, Kudus. Serafim yang disebutkan Yesaya 6 juga menyebutkan hal yang sama. Dalam Perjanjian lama disebutkan bahwa Imam-Imam memberkati dengan berkat tiga ganda demikian juga dalam Perjanjian Baru Doa Bapa kami dengan tiga permohonan.


    Orang percaya harus memaham sepenuhnya Allah mengungkapkan dirinya dalam dalam Alkitab secara sempurna. Alkitab yang diilhami oleh Roh Kudus mengungkan jati dirinya bukan masuk akal tetapi diluar akal manusia. Orang yang mencoba melecehkan kebenaran Allah tentang Tritunggal akan berhadapan dengan Allah senidiri. Alkitab mencatat dengan jelas siapa yang meremehkan Firman akan menanggung akibatNya. orang percaya harus sepenuhnya tunduk kepada Roh Kudus yang akan memperkenalk
   Bapa dan membawa kedalam hubungan yang intim dengan Yesus sendiri tanpa hubungan yang intim ini maka seseorang bagaikan orang asing dalam wilayah kerajaan Allah. Otak manusia yang terbatas tidak mungkin dapat memahami kebenaran secara luas dalam kerajaan Allah. Kalau mau dipahami tentang Tritunggal sampai kapanpun seseorang tidak akan mampu memahami, Allah membutuhkan orang yang percaya sekalipun terkadang tidak dapat dipahami. Seperti angin yang tidak dapat dilihat tetapi efeknya luar biasa dalam kehidupan manusia demikian orang percaya harus memahami tentang Tritutunggal.
   Jika seseorang mau memahami angin terlebih dahulu dan kemudian baru mempercayi serta memanfaatkannya maka orang tersebut akan segera mati dalam hitungan menit. Sebab untuk memahami angin dibutuhkan penyelidikan dan pembelajaran yang kuat sementara kehidupan seseorang setiap detiknya membutuhkan udara, tanpa udara maka seseorang tidak akan mampu memahami apapun juga. (dari berbagai sumber)

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.