Facebook

Twitter

Google Plus

YouTube

Translate  

   

Login Form  

   

Photos Gallery  

   

Statistik  

Hari Ini445
Kemarin752
Minggu Ini3780
Bulan Ini14889
Total Pengunjung776734

IP Kamu 54.92.182.0 Friday, 17 August 2018

Guests : 84 guests online Members : No members online
   

GBI Holy Spirit  

Setiap Hari Minggu
Jam 16.00 WIB
(MULAI MEI  2018)
 
Hotel SANTIKA KELAPA GADING
 MAHAKA SQUARE BLOK HF 3 JL KELAPA NIAS RT 06 RW 06 KELAPA GADING BARAT
JAKARTA UTARA - DKI JAKARTA 
Gembala Sidang :
Pdt. Timotius Bakti Sarono,M.Th
Hubungi :
Email : tbsarono@gmail.com
PIN BB : 57FBC4AB
Twitter : @timbsarono
FB : Timotius Bakti Sarono
Instagram timotiusbaktisarono
 
 
 
   

Donasi  

 
 
 
BCA. NOMOR REKENING :
0013075007
HOLY SPIRIT MINISTRY

...orang benar memberi tanpa batas (Amsal 21:26)

 

 
   

Chating  

   

FB Timotius Bakti Sarono  

   

Ada dua sakramen dalam gereja Protestan yakni baptisan dan Perjamuan Kudus. Setiap sakramen menganugerahkan atau meningkatkan kasih karunia yang menguduskan. Sementara gereja Calvinis hanya menerima dua upacara gereja yaitu baptisan dan Perjamuan kudus. Keduanya juga dipakai sebagai sarana untuk memperoleh kasih karunia. Berkhof menulis Sebagai tanda dan meterai kedua sakramen ini merupakan sarana untuk memperoleh kasih karunia maksudnya sarana untuk menguatkan kasih karunia batiniah yang dikerjakan di dalam hati oleh Roh Kudus. 

Ada dua sakramen dalam gereja Protestan yakni baptisan dan Perjamuan Kudus. Setiap sakramen menganugerahkan atau meningkatkan kasih karunia yang menguduskan. Sementara gereja Calvinis hanya menerima dua upacara gereja yaitu baptisan dan Perjamuan kudus. Keduanya juga dipakai sebagai sarana untuk memperoleh kasih karunia. Berkhof menulis Sebagai tanda dan meterai kedua sakramen ini merupakan sarana untuk memperoleh kasih karunia maksudnya sarana untuk menguatkan kasih karunia batiniah yang dikerjakan di dalam hati oleh Roh Kudus.

  1. Baptisan

    Mulai dari kotbah Yohanes Pembaptis dan sepanjang bagian-bagian yang berhubungan dengan sejarah dan doktrin dalam Perjanjian Baru seorang pembaca Alkitab secara terus menerus dihadapkan pada baptisan dapat dilihat dari berbagai segi :   

    • Penetapannya Menjelang kenaikan Yesus. Dia memerintahkan untuk melakuka amanat Agung mat 28:19 dan amanat inilah yang ditaati oleh para rasul setelah kedatangan Roh Kudus (Kis 2:41; 8:12, 38; 9:18 dll. Tantangan ini dikumandangkan Petrus kepada para pendengarnya dengan perkataan : Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu (Kis 2:8). Jadi pertobatan iman dan baptisan berkaitan erat sekali. Sekalipun demikian jelaslah bahwa baptisan tidak berperan apa-apa dalam penyelamatan seseoroang sebaliknya baptisan terjadi segera sesudah seseorang diselamatakan. Korenelius dibaptis setelah ia menerima Roh Kudu (Kis 10:44-48)

    • Artinya Peraturan baptisan melambangkan penyatuan orang percaya dengan Kristus dalam kematian, penguburan dan kebngkitanNya (Roma 6:3; 4; Kolose 2;12; 1 Pet 3:21) Dalam baptisan orang percaya itu mengakui bahwa ia berada didalam Kristus ketika Kristus dihukum mati karena dosa umat manusia, bahwa iadikuburkan bersama-sama dengan Krsitus, dan bahwa ia ikut bangkit kerpa hidup baru didalam kristus. Baptisan melambangkan bahwa orang percaya disamakan denga Krsitus, karena orang percaya dibaptiska dalam (atau ke dalam) nama Tuhan Yesus (Kis 22;16), Karena baptisan air tidak mengakibatkan penyatuan orang percaya itu dengan Krsitus tetapi mensyaratkan dan melambangkannya. Baptisan itu sepintas lalu mengajarkan baptisan itu menyelamatkan,  ayat itu (1) Markus 16:16 (2) Kis 2;38 (3) Kis 22:16 (4) 1 Pet 3:21)

    • Caranya 3 cara untuk membaptisa orang, dipercik, dituangkan dan diselamkan! Pada umumnya orang setuju bahwa baptisan itu dicelukan sehingga baptisan dengan diselamkan paling cocok dengan makna itulah itu. Memercik dan menuangkan air baru dipakai karena ada kekurangan air atau sebagai penyesuaian terhadap orang-orang yang sakit dan sudah lanjut usia.

    • Orang-orang yang dibaptis Baptisan diperuntukkan bagi orang-orang yang secara pribadi dan sukarela bersedia menanggapi panggilan keselamatan. Dalam Perjanjian baru calon baptisan adalh orang yang akan diajar (Mat 18:20), yang menreima Firman allah (kis 2:41), dan yang telah menerima Roh Kudus (Kis 10:47). Ada kalanya dibaptis dengan seisi rumah. Orang-orang yang dibaptis adalah orang-orang yang sudah mendengar pemberitaan Firman Allah (Kis 10:44) dan percaya (Kis 16:31,34). Bayi tidak harus dibaptis tetapi penyerahan anak kepada Tuhan lebih dapt dipertanggung jawabkan daripada baptisan bayi.
  2. PERJAMUAN KUDUS

    Peraturan yang kedua ini disebut beberapa nama (1) disebut perjamuan Tuhan- Kor 11:20 (2) Memecahkan roti - Kis 2:42. Sebuah istilah umum yang ipakai untuk hal makan besama (3) Perjamuan Kudus juga disebut “komuni (artinya persekutuan) yang merupakan terjemahan dari istilah Yunani Koinonia. (4) Ekaristi yang diambil dari bahaya Yunani yang artinya ucapan syukur. Sebelum Perjamuan kudus dilakukan makan bersama yang disebut Perjamuan Agape atau perjamuan kasih (Yudas 12)

    • Penetapannya

      Paulus menuliskan, Sebab apa yang telah ku teruskan kepadamu telah aku terima dari Tuhan yaitu bahwa Tuhan Yesus pada malam waktu Ia diserahkan mengambil roti (1Kor 11:23), untuk kemudian dilanjutkannya dengan suatu penjelasan terinci tentang Perjamuan Kudus. Kisah tentang sejarah penetapan Perjamuan Kudus dapat ditemukan dalam ketiga Injil sinoptik (mat 26;26-28; markus 14:22-24 dan Lukas 22:17-21). Upacara Perjamuan Kudus dan Baptisan selalu dilaksanakan gereja mula-mula. Pengajaran ini dengan dtiambah dengan 3 kegiatan lain seperti dokterin, persekutuan dan doa (kis 2:42) merupakan hal yang penting.

    • Arti

      Perjamuan Kudus merupakan peringatan akan Kristus. (1 Kor 11:24) maksud peringatan ini menjadi peringatan akan Aku yakni peringatan Kristus sebagai Oknum yang hidup. Untuk itulah orang-rang percaya selalu berkumpul pada hari pertama setiap minggu (Kis 20:7)

      1. Perjamuan Kudus adalah tanda perjanjian baru. Tanda perjanjian baru tersebut adalah cawan. Cawan melambangkan darah yang dicurahkan oleh Tuhan kita untuk mengesahkan perjanjian baru. Yesusmengatakan cawan ini adalah perjanjian baru oleh darahKu yang ditumbahkan bagi kamu (luk 22:20)

      2. Perjamuan Kudus mengumumkankematian Kristus. Paulus menulis, “ sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cwan ini kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang” 1 Kor 11:26) .Pada saat orang-orang percaya berkumpul sebagai peringatan akan Kristus mereka secara aktif mengumumkan kematian Kristus kepada dunia.

      3. Perjamuan Kudus adalah nubuat mengernai kedatangan Krsitus yang kedua kalinya. Upacara ini harus dilaksanakn sampai Krsitus datang kembali ( 1 Kor 11:26) Upacara ini bukan saja melihat kebelakan kepada kematainaNya tetapi juga ke depan kepada kedatanganNya kembali untuk menjemput umatNya. Pada perjamuan terakhir itu Yesus mengatakan kepada murid-muridNya akan menjemputnya kembali (mat 26:29)

      4. Perjamuan Kudus adalah persekutan dengan Krsitus dan dengan umatNya. Pada perjamuan Tuhan inilah Yesus membasuk kaki para murid suatu perbuatan yang menunjukkan kerendahan hati Kristus dan tanggung jawab kita untuk saling melayani. Pada Perjamuan Tuhan inilah Yesus membasuk kaki para murid suatu perbuatan yang menunjukkan kerendahan hati, kesetiaan, dan kasih. Yesus berkata. “jadi jikalau aku membasuk kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan gurumu maka kamupun wajib saling membasuh kakimu, sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu supaya kamu juga berbua sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu (Yoh 13:14,15)

Orang-orang yang mengambil bagian.
Syarat=-syarat untuk mengambil bagian dalam Perjamuan Kudus adalah kelahiran kembali dan hidup taat kepada Kristus. Bahwa kelahiran kembali merupakan suatu syarat sudahlah jelas dari kenyataan bahwa Tuhan memberi peraturan ini kepadapara muridNya (mat 26:26-28), para murid melakukannya diantaral kalangan mereka sendiri (Kis 2:42;46; 20:7dll dan setiap perserta diminta untuk menyelidiki dirinya sendiri untuk mengetahui apakah ia layak atau tidak layak mengambil bagian dari unsur-unsur Perjamuan Kudus ( 1 Kor 11:27-29).

Bagikan postingan..

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn
   
FacebookTwitterGoogle BookmarksPinterest
   
Copyright © 2013 Holy Spirit Ministry. Jl. Gading Griya Lestari F III No.9 Jakarta Utara
Telp. 08176771900 / 0816706262, 085310205759, 081319997803, 02170363030, 08129497950, 082111120109
Designed by DwimShop.com All Rights Reserved.